
Bola.net - Spanyol menutup Piala Dunia 2026 dengan gelar juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final. Meski papan skor hanya memperlihatkan selisih satu gol, jalannya pertandingan memperlihatkan dominasi penuh La Roja selama 120 menit.
Laga yang berlangsung ketat dari sisi hasil ternyata jauh berbeda jika melihat statistik permainan. Argentina lebih banyak bertahan, sedangkan Spanyol terus menguasai bola dan menciptakan peluang.
Duel yang semula diprediksi menjadi panggung Lionel Messi dan Lamine Yamal justru berkembang menjadi pertandingan dengan satu tim mendikte permainan. Argentina kesulitan membangun serangan sejak menit awal hingga akhir.
Gol Ferran Torres pada babak kedua perpanjangan waktu menjadi pembeda sekaligus mengunci trofi dunia bagi Spanyol. Hasil ini melengkapi keberhasilan mereka yang sebelumnya juga meraih gelar Piala Eropa.
Dominasi Spanyol Terlihat Sepanjang Pertandingan
Skor 1-0 tidak menggambarkan jalannya pertandingan secara utuh. Spanyol membukukan 20 tembakan, sedangkan Argentina hanya menghasilkan dua percobaan.
Lebih mengejutkan lagi, Argentina tidak mampu melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit waktu normal. Upaya pertama baru lahir lewat tendangan voli Lionel Messi pada babak tambahan.
Spanyol juga menguasai wilayah permainan melalui distribusi bola yang rapi. Pau Cubarsi dan Rodri sama-sama mencatat lebih dari 100 operan, angka yang sangat jarang terlihat pada final Piala Dunia.
Strategi Berbeda Berujung Hasil Kontras
Pelatih Luis de la Fuente langsung menerapkan tekanan tinggi sejak peluit pertama berbunyi. Spanyol membangun serangan dengan sabar melalui Rodri dan Cubarsi, sementara Pedro Porro serta Marc Cucurella aktif membantu dari sisi lapangan.
Di kubu lawan, Argentina memilih pendekatan yang lebih bertahan. Tim asuhan Lionel Scaloni berusaha memutus ritme permainan lewat pelanggaran, duel fisik, dan memperlambat tempo.
Messi kesulitan memberi pengaruh karena jalur umpannya berhasil ditutup rapat. Hingga turun minum, Argentina bahkan belum mampu menyentuh bola di dalam kotak penalti Spanyol.
Pertahanan Kukuh Menjadi Fondasi Gelar
Keberhasilan Spanyol tidak hanya lahir dari lini depan yang produktif menciptakan peluang. Organisasi pertahanan mereka kembali tampil disiplin seperti sepanjang turnamen.
Dalam delapan pertandingan Piala Dunia 2026, Spanyol hanya kebobolan satu gol. Mereka juga menjadi tim dengan catatan expected goals lawan terendah di antara seluruh peserta.
Cubarsi tampil luar biasa dengan banyak sapuan serta keberhasilan memenangkan duel. Unai Simon juga menjalani malam yang relatif tenang karena hanya menghadapi dua tembakan sepanjang pertandingan.
Sebaliknya, Emiliano Martinez dipaksa bekerja keras dengan mencatat penyelamatan dalam jumlah dua digit. Penampilannya sempat menjaga peluang Argentina sebelum akhirnya Ferran Torres memecah kebuntuan.
Ferran Torres Menentukan, Era Baru Spanyol Dimulai
Gol kemenangan tercipta pada babak kedua perpanjangan waktu. Umpan silang Pedro Porro disundul Nico Williams sebelum Ferran Torres melepaskan penyelesaian keras ke atap gawang.
Sebelumnya, Argentina kehilangan Enzo Fernandez yang menerima kartu kuning kedua pada pengujung waktu normal. Bermain dengan 10 orang membuat mereka semakin sulit keluar dari tekanan.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Spanyol sebagai kekuatan utama sepak bola internasional. Mereka kini menggenggam gelar Piala Eropa dan Piala Dunia secara bersamaan melalui permainan kolektif yang sangat solid.
Bagi Argentina, kekalahan ini menjadi akhir yang pahit setelah gagal mempertahankan mahkota juara dunia. Messi yang kini berusia 39 tahun menutup pertandingan dengan air mata, dalam laga yang berpotensi menjadi final Piala Dunia terakhir sepanjang kariernya.
Sumber: The Hard Tackle
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 20 Juli 2026, 23:59

-
Ferran Torres, Ia yang Terus Melangkah hingga Takdir Menemukan Namanya
Piala Dunia 20 Juli 2026, 23:44
-
Bagaimana Spanyol Mencapai Puncak Dunia
Piala Dunia 20 Juli 2026, 22:55
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR