Statistik: Gelar Juara Spanyol Lahir dari Kerja Sama Tim yang Sangat Solid

Statistik: Gelar Juara Spanyol Lahir dari Kerja Sama Tim yang Sangat Solid
Presiden Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) bertepuk tangan saat kapten Spanyol Rodri mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 usai laga final di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026 (c) AP Photo/Ashley Landis

Bola.net - Spanyol tidak hanya mengangkat trofi Piala Dunia 2026, tetapi juga mencatat banyak rekor sepanjang turnamen. Keberhasilan La Roja dibangun melalui dominasi permainan, pertahanan yang kokoh, serta kontribusi luar biasa dari sejumlah pemain utama.

Setiap lini memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan menuju gelar dunia kedua. Mulai dari Rodri di lini tengah hingga Unai Simon di bawah mistar, semuanya menghasilkan catatan statistik yang mengesankan.

Deretan angka tersebut memperlihatkan mengapa Spanyol tampil begitu dominan sepanjang kompetisi. Beberapa rekor bahkan belum pernah tercipta dalam sejarah Piala Dunia.

1 dari 4 halaman

Rodri Pimpin Dominasi Lini Tengah

Rodri kembali memperlihatkan kualitasnya sebagai pengatur permainan Spanyol. Ia mencatat 790 operan sukses sepanjang turnamen, memecahkan rekornya sendiri yang sebelumnya berjumlah 638 operan pada Piala Dunia 2022.

Catatan tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah Piala Dunia. Pau Cubarsi berada di posisi berikutnya dengan 668 operan, sedangkan Aymeric Laporte membukukan 618 operan.

Lini belakang Spanyol juga tampil konsisten selama kompetisi. Marc Cucurella dan Pau Cubarsi sama-sama bermain selama 750 menit, menjadi pemain lapangan dengan waktu tampil terbanyak bersama gelandang Argentina, Alexis Mac Allister.

2 dari 4 halaman

Lamine Yamal dan Oyarzabal Tampil Efektif

Lamine Yamal menjadi pemain dengan jumlah dribel sukses terbanyak pada Piala Dunia 2026. Winger berusia 19 tahun itu mencatat 35 dribel, mengungguli Kylian Mbappe yang mengoleksi 28 dan Lionel Messi dengan 25.

Yamal juga masuk daftar pemain termuda yang pernah menjuarai Piala Dunia. Pada usia 19 tahun enam hari, ia berada di posisi keempat dalam daftar sepanjang sejarah.

Di lini depan, Mikel Oyarzabal menjadi pemain yang paling sering merebut kembali penguasaan bola dengan 58 kali. Ia juga mencetak lima gol dan menyamai rekor milik Emilio Butragueno serta David Villa sebagai pencetak gol terbanyak Spanyol dalam satu edisi Piala Dunia.

3 dari 4 halaman

Pertahanan Spanyol Pecahkan Rekor Dunia

Keberhasilan Spanyol tidak lepas dari performa luar biasa sektor pertahanan. La Roja hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, menjadi jumlah paling sedikit yang pernah dicatat tim juara Piala Dunia.

Unai Simon turut mengukir sejarah melalui tujuh clean sheet dalam delapan pertandingan. Catatan tersebut melampaui rekor enam kiper legendaris yang sebelumnya hanya mampu membukukan lima clean sheet dalam satu edisi.

Penjaga gawang Spanyol itu juga mencatat rekor baru tidak kebobolan selama 650 menit di ajang Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang Walter Zenga dari Italia dengan 517 menit.

4 dari 4 halaman

Ferran Torres Lengkapi Perjalanan Bersejarah

Spanyol mengakhiri turnamen dengan tujuh kemenangan beruntun menuju gelar juara. Catatan itu hanya kalah dari Brasil yang pernah meraih 11 kemenangan beruntun pada periode 2002 hingga 2006.

Produktivitas La Roja juga meningkat dengan torehan 14 gol sepanjang kompetisi. Jumlah tersebut melampaui rekor terbaik Spanyol pada Piala Dunia 1986 yang menghasilkan 12 gol.

Ferran Torres menjadi pahlawan pada partai final setelah mencetak gol kemenangan sebagai pemain pengganti. Ia menjadi pemain cadangan kedua dalam sejarah yang menghasilkan gol penentu kemenangan pada final Piala Dunia setelah Mario Gotze pada edisi 2014.

Seluruh statistik tersebut memperlihatkan bahwa gelar Spanyol lahir dari kerja sama tim yang sangat solid. Kombinasi kualitas individu dan permainan kolektif menjadikan La Roja pantas berdiri di puncak sepak bola dunia.

Sumber: FIFA


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL