Botol Minum Bikin FIFA Bingung

Botol Minum Bikin FIFA Bingung
Tampilan umum Stadion Arrowhead yang berganti nama menjadi Kansas City Stadium, Senin, 11 Mei 2026, menjelang pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di Kansas City, Missouri. (c) AP Photo/Charlie Riedel

Bola.net - FIFA mengubah lagi kebijakan terkait botol minum yang boleh dibawa penonton ke stadion-stadion Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan setelah muncul kritik luas dari kelompok suporter dan sejumlah tokoh politik.

Sebelumnya, badan sepak bola dunia itu sempat memperbarui aturan stadion dengan melarang penonton membawa botol air isi ulang ke dalam arena pertandingan.

Kebijakan tersebut lantas memicu perdebatan karena turnamen akan berlangsung di tengah cuaca panas di banyak kota tuan rumah.

Perubahan aturan ini menjadi perhatian menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan total 104 pertandingan.

1 dari 2 halaman

FIFA Tetapkan Aturan Baru untuk Penonton

FIFA mengumumkan kebijakan terbaru pada Jumat 5 Juni 2026 melalui media sosial. Dalam aturan baru tersebut, seluruh penonton diizinkan membawa satu botol air plastik sekali pakai berukuran 20 ons atau sekitar 590 mililiter yang masih tersegel pabrik ke dalam stadion di Amerika Serikat dan Kanada.

Meski begitu, FIFA tetap melarang penonton membawa botol air isi ulang dengan bahan keras. Organisasi tersebut menyebut alasan keamanan dan keselamatan sebagai dasar keputusan itu.

Sebelumnya, aturan stadion FIFA menyatakan bahwa penonton boleh membawa botol transparan yang dapat digunakan kembali dengan kapasitas hingga satu liter. Namun, pembaruan dokumen pada Selasa lalu menegaskan bahwa botol air isi ulang tidak diperbolehkan masuk ke stadion.

Dalam pernyataannya pada Kamis, FIFA menjelaskan alasan larangan tersebut. "Untuk mencegah risiko dan cedera terhadap pemain maupun para pengunjung," demikian penjelasan FIFA.

"FIFA berkomitmen melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh pemain, wasit, suporter, relawan, dan staf."

2 dari 2 halaman

Kritik Menguat Karena Faktor Cuaca Panas

Kebijakan awal FIFA langsung menuai kritik karena banyak kota penyelenggara diperkirakan akan mengalami suhu lebih dari 32 derajat celcius selama turnamen berlangsung.

Kelompok suporter Inggris, Free Lions, termasuk pihak yang menentang aturan tersebut. Mereka menilai keputusan itu berpotensi menimbulkan kesan bahwa penonton dipaksa membeli minuman di dalam stadion.

Kritik juga datang dari kalangan politikus. Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menilai larangan botol air isi ulang menimbulkan kekhawatiran karena cuaca panas tidak hanya dirasakan pemain, tetapi juga para penonton yang berada di stadion dalam waktu lebih lama.

"Ini mengkhawatirkan karena panas yang kita bicarakan bukan hanya panas yang dialami para pemain, tetapi juga panas yang harus dihadapi para penonton, bahkan bisa dalam durasi yang lebih lama," kata Mamdani.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL