
Bola.net - Pelatih Gennaro Gattuso sedang menanamkan sebuah DNA baru di tubuh Timnas Italia. Filosofinya sederhana namun brutal: Azzurri harus tahu cara "menderita" untuk meraih kemenangan.
Di bawah arahannya, Italia memang tampil sangat produktif. Mereka selalu mencetak minimal tiga gol dalam empat pertandingan terakhir, sebuah catatan yang impresif.
Namun, di balik statistik apik itu, Gattuso menegaskan bahwa fondasi timnya dibangun di atas kerja keras dan daya juang. Ia sadar betul bahwa di sepak bola modern, dominasi total adalah hal yang langka.
Kini, sang allenatore mengungkap secara gamblang doktrin yang sedang ia bangun. Sebuah resep yang diharapkan bisa membawa Italia kembali ke puncak dunia.
Seni untuk 'Menderita'

Bagi Gennaro Gattuso, salah satu kualitas terpenting yang harus dimiliki sebuah tim adalah kemampuan untuk bertahan saat berada di bawah tekanan. Ia menyebutnya sebagai seni untuk "menderita".
Menurutnya, hanya ada segelintir tim di dunia yang mampu mendominasi pertandingan dari awal hingga akhir. Sisanya, termasuk Italia, harus siap berjuang dan melewati momen-momen sulit.
"Hanya ada sedikit tim di dunia sekarang yang bisa mendominasi pertandingan," ujar Gattuso kepada RAI Sport.
"Jadi kita harus bisa menderita di bawah tekanan, tahu cara menerobos dengan kegigihan," tegasnya.
Progres Bertahap Italia
Filosofi Gattuso tidak berhenti sampai di situ. Setelah mampu bertahan dan menderita, barulah kualitas individu para pemain bisa berbicara.
Namun, ia menekankan bahwa hal terpenting yang harus terus ditingkatkan adalah kemauan untuk bekerja keras. Ia ingin melihat timnya terus menekan lawan "sentimeter demi sentimeter".
"Begitu kami menguasai bola, kami memang punya kualitas tetapi hal terpenting yang harus kami tingkatkan adalah sentimeter demi sentimeter terus menekan dengan keras," imbuh Gattuso.
Bukti Nyata di Lapangan
Filosofi ini sudah mulai menunjukkan hasilnya. Gattuso melihat adanya peningkatan signifikan dalam hal kontrol permainan jika dibandingkan dengan laga sebulan lalu.
Saat itu, Italia harus bersusah payah menang 5-4 atas lawan yang sama, Israel. Kini, mereka tampil lebih solid dan terkontrol, meskipun tetap harus melalui momen-momen sulit.
"Kami melakukannya dengan baik, karena kita semua ingat apa yang terjadi sebulan lalu, mereka membuat kami goyah," kenang Gattuso.
"Saya pikir malam ini kami lebih terkontrol," pungkasnya.
Membangun Tim Italia yang Solid
Tujuan akhir dari semua filosofi ini adalah menciptakan sebuah unit yang solid. Gattuso tidak hanya ingin membangun tim yang kuat di atas lapangan, tetapi juga di luar lapangan.
Ia akan memanfaatkan jeda internasional berikutnya untuk terus mematangkan skuadnya. Tujuannya jelas, yaitu membentuk sebuah tim yang benar-benar siap tempur untuk babak play-off.
"Kami ingin menciptakan sebuah unit yang solid yang bekerja sama dengan baik, baik di dalam maupun di luar lapangan," tutup Gattuso.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Donnarumma Yakin Timnas Italia Lolos Piala Dunia 2026
Piala Dunia 15 Oktober 2025, 12:57
-
Di Balik Kemenangan 3-0, Gattuso Ungkap Beban Mental 'Pertaruhan Segalanya' Italia
Piala Dunia 15 Oktober 2025, 12:44
-
5 Gol dari 4 Laga, Retegui Kirim Pesan Tegas: Jangan Remehkan Liga Arab Saudi!
Piala Dunia 15 Oktober 2025, 11:37
-
Tanpa Cari Kambing Hitam, Locatelli Akui Dosa Terbesarnya di Timnas Italia
Piala Dunia 15 Oktober 2025, 10:52
LATEST UPDATE
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR