FIFA Kabulkan Permintaan Argentina: Jersey Biru Tua Dipakai Lawan Inggris, Takhayul atau Senjata Psikologis?

FIFA Kabulkan Permintaan Argentina: Jersey Biru Tua Dipakai Lawan Inggris, Takhayul atau Senjata Psikologis?
Striker Timnas Argentina, Lautaro Martinez merayakan golnya ke gawang Timnas Yordania di Piala Dunia 2026, Minggu (28/6/2026) (c) AP Photo/Julio Cortes

Bola.net - Panggung semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan duel klasik antara Argentina dan Inggris. Pertandingan di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB, juga diwarnai cerita menarik di luar lapangan.

FIFA resmi mengabulkan permintaan Argentina untuk mengenakan jersey tandang berwarna biru tua saat menghadapi Inggris. Keputusan tersebut langsung memicu perhatian karena berkaitan dengan sejarah panjang rivalitas kedua negara.

Sebelumnya, Argentina mengajukan permohonan khusus kepada FIFA meski secara administratif berstatus sebagai tim tamu. La Albiceleste berharap dapat kembali mengenakan seragam yang identik dengan sejumlah kemenangan ikonik atas The Three Lions.

Keputusan FIFA itu semakin memperkuat nuansa emosional laga semifinal. Selain memperebutkan tiket menuju final, pertandingan ini juga dibayangi sejarah, tradisi, hingga unsur psikologis yang diyakini menguntungkan Argentina.

1 dari 2 halaman

Jersey Biru Tua Kembali Dipakai, Argentina Menghidupkan Kenangan Manis

Lionel Messi merayakan golnya ke gawang Timnas Yordania, Minggu (28/6/2026) (c) AP Photo/Tony Gutierrez

Lionel Messi merayakan golnya ke gawang Timnas Yordania, Minggu (28/6/2026) (c) AP Photo/Tony Gutierrez

FIFA memastikan Inggris tetap mengenakan jersey kandang berwarna putih. Sementara itu, Argentina mendapat izin menggunakan jersey tandang berwarna biru tua dan hitam saat tampil di Atlanta.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam sejarah Piala Dunia, dua kemenangan paling dikenang Argentina atas Inggris selalu diraih ketika mengenakan seragam biru.

Momen pertama terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu Diego Maradona mencetak gol legendaris, termasuk aksi solo yang dikenang sebagai salah satu gol terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.

Keberuntungan serupa kembali hadir pada Piala Dunia 1998. Mengenakan jersey biru tua, Argentina menyingkirkan Inggris melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 di Saint-Etienne.

2 dari 2 halaman

Rekor Jersey Kedua Jadi Modal Psikologis Jelang Semifinal

Jude Bellingham merayakan golnya ke gawang Timnas Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Senin (6/7/2026) (c) AP Photo/Natacha Pisarenko

Jude Bellingham merayakan golnya ke gawang Timnas Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Senin (6/7/2026) (c) AP Photo/Natacha Pisarenko

Sebaliknya, dua kekalahan Argentina dari Inggris di Piala Dunia justru terjadi ketika La Albiceleste memakai jersey kandang bergaris biru langit dan putih. Mereka kalah pada edisi 1966 serta takluk 0-1 lewat penalti David Beckham di Piala Dunia 2002.

Pada Piala Dunia 2026, Argentina lebih sering memakai jersey kandang. Dari enam pertandingan yang telah dijalani, lima kemenangan diraih saat mengenakan seragam utama, sedangkan satu kemenangan lainnya terjadi ketika memakai jersey tandang saat mengalahkan Yordania 3-1 di Dallas.

Inggris juga memiliki catatan yang cukup baik terkait pilihan seragam. The Three Lions memenangi empat dari lima pertandingan dengan jersey putih, sedangkan satu laga lainnya berakhir imbang saat menghadapi Ghana pada fase grup.

Menariknya, Inggris juga memiliki rekor sempurna saat mengenakan jersey tandang merah setelah menang 2-0 atas Panama. Namun kali ini, kedua tim sama-sama memilih warna yang dianggap membawa keberuntungan, membuat duel semifinal dipastikan semakin sarat gengsi dan penuh nuansa psikologis.

Sumber: The Mirror


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL