Bola.net - Spanyol membuka laga perdana di Grup B Piala Dunia 2014, dengan mengejutkan. Yakni, ditumbangkan Belanda dengan skor 1-5, di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, Jumat (13/6).
Belanda menggilas Spanyol dengan skor 5-1. Masing-masing gol Oranye- julukan Belanda- dicetak Van Persie (dua gol), Arjen Robben (dua gol) dan Stefan Van Vrij. Sementara satu-satunya gol Spanyol dicetak melalui tendangan penalti Xabi Alonso.
Kondisi tersebut, ternyata tidak membuat penyerang tim nasional Indonesia U-19, Muhammad Dimas Drajat, surut dalam memberikan dukungan.
"Saya suka karena permainan tiki-taka yang diperagakannya. Karena itu, saya tetap dukung Spanyol sekalipun kalah dalam laga pertama lawan Belanda," ungkap pemain kelahiran 30 Maret 1997 tersebut.
Alasan lain memberikan dukungan bagi La Furia Roja, yakni karena pernah menimba ilmu di Spanyol. Ketika itu, Dimas dikirim Liga Pendidikan Indonesia, ke klub Moratalaz, Madrid, Spanyol, medio 2012 lalu.
Selain Dimas (Gresik), ada tujuh pemain lainnya asal berbagai daerah di Indonesia. Mereka yakni, Dwi Candra (Semarang), Thomas Kristianda (Semarang), Ronaldo Lolombuan (Yogyakarta), Carli Karonika (Riau), Aldo Claudio (Jakarta), dan Muhammad Ilham F (Tangerang) dan Teuku Muhammad Ichsan (Bireun).
"Karena itu, saya sangat menyukai Spanyol," sambungnya.
Dilanjutkannya, gaya tiki-taka atau bermain umpan pendek dan terus mengalir, terbukti ampuh ketika La Furia menjadi juara Piala Dunia 2010 dan melengkapi gelar juara Piala Eropa pada 2008 dan 2012.
Di Piala Dunia kali ini, La Furia Espanola berada di Grup B bersama Belanda, Chile dan Australia. (esa/dzi)
Belanda menggilas Spanyol dengan skor 5-1. Masing-masing gol Oranye- julukan Belanda- dicetak Van Persie (dua gol), Arjen Robben (dua gol) dan Stefan Van Vrij. Sementara satu-satunya gol Spanyol dicetak melalui tendangan penalti Xabi Alonso.
Kondisi tersebut, ternyata tidak membuat penyerang tim nasional Indonesia U-19, Muhammad Dimas Drajat, surut dalam memberikan dukungan.
"Saya suka karena permainan tiki-taka yang diperagakannya. Karena itu, saya tetap dukung Spanyol sekalipun kalah dalam laga pertama lawan Belanda," ungkap pemain kelahiran 30 Maret 1997 tersebut.
Alasan lain memberikan dukungan bagi La Furia Roja, yakni karena pernah menimba ilmu di Spanyol. Ketika itu, Dimas dikirim Liga Pendidikan Indonesia, ke klub Moratalaz, Madrid, Spanyol, medio 2012 lalu.
Selain Dimas (Gresik), ada tujuh pemain lainnya asal berbagai daerah di Indonesia. Mereka yakni, Dwi Candra (Semarang), Thomas Kristianda (Semarang), Ronaldo Lolombuan (Yogyakarta), Carli Karonika (Riau), Aldo Claudio (Jakarta), dan Muhammad Ilham F (Tangerang) dan Teuku Muhammad Ichsan (Bireun).
"Karena itu, saya sangat menyukai Spanyol," sambungnya.
Dilanjutkannya, gaya tiki-taka atau bermain umpan pendek dan terus mengalir, terbukti ampuh ketika La Furia menjadi juara Piala Dunia 2010 dan melengkapi gelar juara Piala Eropa pada 2008 dan 2012.
Di Piala Dunia kali ini, La Furia Espanola berada di Grup B bersama Belanda, Chile dan Australia. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pelatih Chile Waspadai Kebangkitan Spanyol
Piala Dunia 18 Juni 2014, 18:36
-
Inilah Alasan Dimas Drajat Dukung Spanyol
Piala Dunia 18 Juni 2014, 17:49
-
EDITORIAL: Gaya Main Chile Menyulitkan Spanyol
Editorial 18 Juni 2014, 16:57
-
Raul: Casillas Buruk, Tapi Bosque Tak Punya Pilihan
Piala Dunia 18 Juni 2014, 15:59
-
Raul Wajibkan Spanyol Hantam Chile
Piala Dunia 18 Juni 2014, 15:51
LATEST UPDATE
-
Persib Bandung Ditinggal Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara?
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 19:12
-
Tyrell Malacia Ucapkan Salam Perpisahan untuk Fans Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:52
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
-
Membandingkan Gaji Pemain West Ham dengan Gaji Pemain Championship
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:03
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00


























KOMENTAR