
Bola.net - Julian Alvarez menjadi pembeda saat Argentina melewati hadangan Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026. Penyerang Atletico Madrid itu mencetak gol spektakuler yang memastikan langkah juara bertahan setelah sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Gol tersebut lahir pada menit ke-112 ketika Argentina sudah lebih dari 50 menit bermain dengan keunggulan jumlah pemain. Tendangan melengkung dari luar kotak penalti membuat Gregor Kobel tidak mampu menjangkau bola yang bersarang di pojok kiri atas gawang.
Momen itu bukan hanya memastikan kemenangan Argentina, tetapi juga menandai kembalinya bentuk terbaik Julian Alvarez setelah melewati masa pemulihan yang tidak mudah. Penyerang berusia 26 tahun tersebut tiba di turnamen dalam kondisi yang belum sepenuhnya bugar akibat cedera pergelangan kaki kiri.
Messi Puji Kualitas Alvarez
Kapten Argentina, Lionel Messi, memberikan apresiasi tinggi terhadap gol yang dicetak rekan setimnya itu. Ia menilai Alvarez hanya memperlihatkan kemampuan yang selama ini telah menjadi ciri khasnya.
"Dia tidak berusaha menjadi orang lain. Dia hanya menjadi dirinya sendiri," ujar Messi. "Dia mencetak gol yang luar biasa, tetapi itu bukan hal baru. Dia sudah mencetak banyak gol seperti itu. Dia memiliki tendangan yang sangat bagus dan sudah menunjukkannya sejak lama. Dia mencetak banyak gol serupa bersama Atletico Madrid."
Pujian tersebut mempertegas betapa pentingnya kontribusi Alvarez dalam skema permainan Argentina. Selain produktif di depan gawang, ia juga mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya melalui pergerakan tanpa bola.
Bangkit Setelah Cedera
Cedera pergelangan kaki mengganggu akhir musim Alvarez bersama Atletico Madrid meski tetap menutup kompetisi dengan koleksi 20 gol di semua ajang. Kondisi itu membuat tim pelatih Argentina berhati-hati agar sang penyerang tidak mengalami kambuh saat Piala Dunia berlangsung.
Pelatih Lionel Scaloni bahkan hanya menempatkannya di bangku cadangan pada dua laga awal turnamen. Langkah tersebut diambil agar kondisi fisiknya meningkat secara bertahap sebelum kembali menjadi starter.
Alvarez mengaku terus mengalami perkembangan sejak turnamen dimulai. "Secara pribadi, saya merasa berkembang sepanjang Piala Dunia dan terus meningkat dari pertandingan ke pertandingan. Semoga ketika memasuki fase penentuan, saya bisa mencapai level yang lebih tinggi."
Kontribusi Lebih dari Sekadar Gol
Peran Alvarez tidak hanya diukur dari jumlah gol yang dicetaknya. Saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar, ia menjadi motor kebangkitan Argentina melalui tekanan tinggi, perebutan bola, dan pergerakan agresif sepanjang pertandingan.
Aksi merebut bola dari Mohamed Salah kemudian berujung pada gol kemenangan Enzo Fernandez. Ketika melawan Swiss, intensitas permainan yang sama kembali terlihat selama 120 menit penuh hingga akhirnya ia mencetak gol penentu.
Alvarez memahami bahwa tugas seorang penyerang tidak berhenti di kotak penalti lawan. "Sebagai penyerang, Anda tentu ingin membantu tim dengan mencetak gol, tetapi terkadang Anda juga harus bekerja keras dalam bertahan. Kami semua berjuang bersama, jadi selama tim terus menang, kami semua bahagia."
Harapan Besar Argentina
Rekan setimnya, Nicolas Tagliafico, merasa gembira melihat Alvarez akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor. Menurutnya, keberhasilan para penyerang mencetak gol menjadi modal penting bagi Argentina untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Jose Manuel Lopez juga menilai Alvarez pantas mendapatkan penghargaan atas perjuangannya melewati masa sulit. Ia menegaskan bahwa profesionalisme sang penyerang tetap terjaga meski menghadapi berbagai tantangan di luar lapangan.
Empat tahun setelah tampil sebagai bintang muda di Piala Dunia Qatar 2022, Alvarez kini hadir sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Gol indah ke gawang Swiss menjadi bukti bahwa ia kembali menemukan ritme, kepercayaan diri, dan ketajaman pada saat Argentina paling membutuhkannya.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs Argentina 16 Juli 2026
Piala Dunia 13 Juli 2026, 17:00
-
4 Skenario Final Piala Dunia 2026, 4 Cerita Besar
Piala Dunia 13 Juli 2026, 15:56
LATEST UPDATE
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR