
Bola.net - Barcelona kini harus mencari formula baru di lini depan setelah kehilangan Robert Lewandowski. Dalam situasi tersebut, Lamine Yamal bisa menjadi bagian penting dari eksperimen Hansi Flick untuk mengubah cara Barcelona menyerang.
Selama empat musim, Lewandowski menjadi titik sentral permainan Barcelona di depan. Kepergiannya bukan hanya meninggalkan kebutuhan untuk mencari pencetak gol baru, tetapi juga menghilangkan sosok yang menjadi referensi utama serangan.
Flick pun mulai membuka kemungkinan menggunakan Lamine Yamal di posisi sentral. Gagasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu perubahan taktik paling menarik Barcelona pada musim mendatang.
Perjalanan Lamine ke Tengah

Lamine Yamal memang tumbuh sebagai pemain sayap kanan, tetapi perannya perlahan bergerak lebih ke dalam. Flick beberapa kali telah memanfaatkannya seperti gelandang serang dari sisi kanan yang mencari ruang di antara lini lawan.
Peran tersebut berbeda dengan false nine, tetapi memiliki prinsip yang berdekatan. Jika dimainkan sebagai false nine, Lamine dapat memulai posisi di antara bek tengah lalu turun untuk menerima bola dan memaksa lawan mengambil keputusan sulit.
Bek tengah yang mengikutinya akan meninggalkan ruang di belakang, sedangkan pemain yang bertahan di posisinya akan memberi Lamine kesempatan menerima bola di antara lini. Situasi tersebut dapat membuka jalur bagi pemain lain untuk melakukan penetrasi.
Lamine Bisa Jadi False Nine

Kemampuan Lamine membaca ruang membuat eksperimen tersebut cukup masuk akal. Musim lalu, ia mencatat 16 gol dan 12 assist di La Liga serta dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi.
Bermain lebih sentral juga dapat membuat Lamine lebih sering terlibat dalam permainan tanpa harus selalu menghadapi bek sayap dari posisi melebar. Ia bisa turun mendekati Pedri, menerima bola di ruang sempit, lalu mengirim umpan kepada pemain yang berlari dari belakang.
Barcelona tidak membutuhkan Lamine untuk berduel fisik dengan bek tengah sepanjang pertandingan. Yang lebih penting adalah kemampuannya bergerak, menciptakan ruang, dan memanfaatkan celah sebelum lawan sempat mengatur pertahanan.
Gordon dan Adeyemi Jadi Pendukung

Eksperimen ini akan semakin menarik jika Barcelona memiliki pemain yang mampu menyerang ruang yang ditinggalkan Lamine. Anthony Gordon dan Karim Adeyemi memiliki karakteristik yang sesuai karena keduanya mampu bermain di berbagai posisi lini depan sekaligus melakukan penetrasi cepat.
Gordon mencetak 17 gol di semua kompetisi musim lalu, termasuk 10 gol di Liga Champions. Sementara itu, Adeyemi memiliki kecepatan yang dapat menjadi ancaman ketika pertahanan lawan tertarik mengikuti pergerakan Lamine ke area tengah.
Komposisi seperti Gordon-Lamine-Adeyemi atau Raphinha-Lamine-Adeyemi memberi Flick banyak pilihan. Ketika Lamine turun, salah satu pemain di sisi luar dapat langsung menyerang ruang kosong di belakang garis pertahanan.
Bukan Sekadar Ganti Posisi

Flick sebaiknya tidak mengunci Lamine sebagai striker dengan posisi tetap. Pemain berusia muda itu justru lebih berbahaya jika diberi kebebasan berpindah dari tengah ke sisi kanan atau turun mendekati Pedri.
Dalam satu serangan, Lamine bisa memulai dari tengah lalu bergerak ke half-space kanan. Pada situasi lain, ia dapat turun untuk menarik bek sebelum Dani Olmo atau pemain sayap melakukan penetrasi ke ruang kosong.
Pendekatan tersebut juga menjaga kemampuan terbaik Lamine dari sisi kanan. Eksperimen false nine seharusnya menjadi senjata tambahan, bukan menghilangkan perannya sebagai winger.
Barcelona Pernah Melakukannya dengan Lionel Messi

Barcelona memiliki pengalaman dengan konsep serupa ketika Josep Guardiola memainkan Lionel Messi sebagai false nine dalam kemenangan 6-2 atas Real Madrid pada 2009. Messi membuat bek tengah lawan berada dalam dilema karena pergerakannya membuka ruang bagi pemain lain untuk menyerang.
Lamine tentu tidak perlu dibandingkan dengan Messi untuk menjalankan peran tersebut. Yang relevan adalah bagaimana Barcelona dapat memindahkan pemain paling kreatifnya ke area yang membuat lawan lebih sulit membaca arah serangan.
Namun, solusi ini tetap bergantung pada aktivitas Barcelona di bursa transfer. Jika Flick mendapatkan striker baru yang sesuai kebutuhannya, Lamine kemungkinan tetap menjadi winger kanan.
Meski demikian, opsi menempatkan Lamine di tengah layak dipertahankan. Dalam pertandingan tertentu, fleksibilitas tersebut bisa menjadi kunci bagi Barcelona untuk menciptakan pola serangan yang lebih sulit dihentikan.
Sumber: Barca Universal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Rayuan Andoni Iraola yang Membuat Ronald Araujo Bersedia Gabung Liverpool
Liga Inggris 10 Agustus 2026, 23:19
-
Barcelona Dihantam Kabar Buruk: Roony Bardghji Cedera ACL, Absen hingga 7 Bulan
Liga Spanyol 10 Agustus 2026, 21:33
-
3 Pemain Barcelona yang Terancam Kehilangan Tempat dengan Kedatangan Rodri
Liga Spanyol 10 Agustus 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR