Kasus Unik Cole Palmer: Kadung Ditunjuk Jadi Brand Ambassador, Eh Malah Gak Main di Piala Dunia 2026

Kasus Unik Cole Palmer: Kadung Ditunjuk Jadi Brand Ambassador, Eh Malah Gak Main di Piala Dunia 2026
Ekspresi Cole Palmer dalam laga Everton vs Chelsea di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Keputusan Thomas Tuchel tidak memasukkan Cole Palmer ke skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 memunculkan konsekuensi yang lebih luas daripada sekadar urusan sepak bola. Penyerang Chelsea itu sebelumnya telah diposisikan sebagai salah satu wajah utama berbagai marketing campaign menjelang turnamen.

Hanya beberapa minggu sebelum pengumuman skuad, Coca-Cola resmi menunjuk Cole Palmer sebagai duta merek sepak bola dalam kerja sama jangka panjang yang juga dikaitkan dengan Piala Dunia 2026. Namun, rencana tersebut mendadak kehilangan momentum setelah sang pemain gagal mendapatkan tempat di tim nasional Inggris.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai dampaknya terhadap berbagai kontrak sponsor yang telah diteken Palmer, termasuk dengan Coca-Cola, Nike, Burberry, dan sejumlah merek global lainnya.

1 dari 3 halaman

Coca-Cola Kehilangan Aset Utama di Piala Dunia

Ekspresi Cole Palmer di laga Manchester City vs Chelsea, Senin (05/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Ekspresi Cole Palmer di laga Manchester City vs Chelsea, Senin (05/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Pada April 2026 lalu, Coca-Cola mengumumkan kemitraan multi-tahun dengan Palmer. Dalam pernyataan resminya, perusahaan minuman tersebut menjelaskan bahwa pemain Chelsea itu akan menjadi bagian penting dari berbagai aktivasi merek yang berkaitan dengan Premier League dan Piala Dunia 2026.

Ketika kesepakatan tersebut diumumkan, hampir tidak ada yang meragukan peluang Palmer tampil di turnamen. Setelah menjadi salah satu pemain paling menonjol Inggris dalam beberapa musim terakhir, namanya dianggap hampir pasti masuk skuad.

Meski begitu, keputusan Tuchel mengubah seluruh perhitungan tersebut. Saat Inggris bersiap menghadapi Kroasia pada laga pembuka Piala Dunia di dekat Dallas, Palmer justru terlihat menikmati liburan di Ibiza.

2 dari 3 halaman

Risiko yang Sudah Diperhitungkan Sejak Awal

Bintang Chelsea, Cole Palmer. (c) AP Photo/Seth Wenig

Bintang Chelsea, Cole Palmer. (c) AP Photo/Seth Wenig

Meski demikian, para pelaku industri pemasaran olahraga menilai situasi seperti ini bukan sesuatu yang mengejutkan.

Steve Martin, pendiri MSQ Sport and Entertainment, menjelaskan kepada The Athletic bahwa kampanye besar biasanya mulai disiapkan berbulan-bulan sebelum turnamen berlangsung. Karena itu, perusahaan harus mengambil keputusan jauh sebelum skuad resmi diumumkan.

"Kalau Anda bertanya kepada penggemar sepak bola di jalan, sebagian besar pasti akan mengatakan Palmer akan masuk skuad Inggris. Ini hanya kebetulan yang cukup canggung bahwa dia ternyata tidak terpilih," kata Martin.

Masih mengutip sumber yang sama, Ricardo Fort, mantan kepala sponsor global Coca-Cola dan Visa, memiliki pandangan serupa. Menurutnya, perusahaan sebesar Coca-Cola sudah sangat memahami risiko ketika bekerja sama dengan atlet profesional.

"Perusahaan seperti Coca-Cola sudah lama berkecimpung di dunia ini. Mereka tahu ada kemungkinan pemain tidak terpilih atau mengalami cedera. Itu memang bagian dari bisnis yang melibatkan atlet," jelas Fort.

Karena itu, sebagian besar brand besar biasanya telah menyiapkan rencana alternatif untuk menghadapi skenario semacam ini.

3 dari 3 halaman

Kampanye Tidak Dibatalkan, Hanya Diubah

Para ahli meyakini Coca-Cola tidak akan membatalkan seluruh proyek marketing yang melibatkan Palmer. Sebaliknya, perusahaan kemungkinan hanya mengubah fokus kampanyenya.

Materi promosi yang dirancang khusus untuk mengantisipasi momen besar Palmer di Piala Dunia kemungkinan besar akan disimpan.

Bahkan, sejumlah biaya produksi memang berpotensi terbuang. Materi foto, video, dan konten yang dibuat khusus untuk momentum Piala Dunia mungkin tidak bisa digunakan sesuai rencana awal.

Meski begitu, kerugian tersebut dinilai relatif kecil dibandingkan nilai kontrak keseluruhan. Diperkirakan kerja sama antara Palmer dan Coca-Cola bernilai sekitar 3 juta pounds per tahun.

Di sisi lain, meskipun gagal tampil di Piala Dunia, daya tarik komersial Palmer dinilai tidak mengalami penurunan signifikan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL