
Bola.net - Format baru Piala Dunia Antarklub 2025 menandai babak baru dalam sejarah turnamen antarjuara dunia. Setelah bertahun-tahun hanya menampilkan 7 tim, FIFA kini mengembangkan turnamen menjadi kompetisi besar dengan 32 klub dari berbagai benua.
Perubahan ini dinilai sebagai upaya untuk menyetarakan kompetisi klub global, meski tentu tidak lepas dari sejumlah tantangan besar. Turnamen edisi 2025 dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni hingga Juli di Amerika Serikat.
Dengan jadwal yang berdekatan dengan akhir musim domestik Eropa dan Copa Libertadores, muncul kekhawatiran soal kelelahan pemain dan kepadatan kalender. Di sisi lain, format ini memberi lebih banyak peluang bagi klub dari Asia, Afrika, dan CONCACAF untuk tampil di panggung dunia.
Piala Dunia Antarklub 2025 bukan hanya soal menambah jumlah peserta, tetapi juga membuka peluang komersial, diplomasi olahraga, dan pertumbuhan sepak bola di luar Eropa. Namun, keberhasilan turnamen ini akan sangat tergantung pada bagaimana FIFA mengelola aspek kompetitif, logistik, dan antusiasme penonton global.
Format 32 Tim: Terobosan Berani atau Risiko Baru?
FIFA mengadopsi format seperti Piala Dunia antarnegara dengan 32 tim yang dibagi ke dalam 8 grup, masing-masing terdiri dari 4 tim. Dua tim teratas dari setiap grup akan lolos ke babak gugur. Format ini membuat durasi turnamen menjadi sekitar satu bulan, dengan minimal tiga pertandingan untuk setiap klub peserta.
Meskipun konsepnya ambisius, pertanyaan besar muncul soal kesiapan infrastruktur, khususnya dalam hal logistik, jarak tempuh antar stadion, serta kesiapan klub-klub dari benua di luar Eropa untuk menghadapi jadwal padat. Klub besar juga khawatir tentang keseimbangan antara prioritas domestik dan tuntutan global.
Meski demikian, format ini memberi kesempatan unik bagi tim dari konfederasi yang sebelumnya jarang mendapat sorotan. Mereka akan mendapat pengalaman berharga melawan klub top dunia dan bisa menunjukkan potensi kompetitif yang selama ini terpinggirkan dalam format lama.
Tantangan Klub dan Kepadatan Kalender Global

Salah satu kritik utama terhadap turnamen ini adalah penambahan beban bagi pemain top dunia yang sudah menghadapi jadwal padat di liga domestik dan turnamen kontinental. Klub-klub Eropa terutama khawatir soal potensi cedera dan dampak jangka panjang pada performa tim.
Selain itu, belum semua liga dan asosiasi menyepakati bagaimana integrasi turnamen ini dalam kalender resmi. Beberapa pelatih juga mengkritik turnamen ini sebagai “komersial” dan minim nilai sportivitas karena digelar di luar musim kompetisi. Hal ini menimbulkan debat soal urgensi dan keadilan dalam sistem kompetisi klub global.
Di sisi lain, bagi klub dari Asia, Afrika, dan Amerika Utara, Piala Dunia Antarklub adalah peluang langka untuk menguji level mereka dan membangun brand secara global. Turnamen ini bisa mempercepat investasi, meningkatkan kualitas skuad, dan membuka kerja sama internasional.
Peluang Globalisasi Sepak Bola Klub
Turnamen ini berpotensi menciptakan era baru dalam globalisasi sepak bola klub, yang selama ini didominasi Eropa. Dengan penyebaran 32 klub dari berbagai benua, eksposur media dan komersial akan jauh lebih luas. Klub-klub dari Jepang, Meksiko, Mesir, atau Arab Saudi bisa meraih sorotan yang biasanya hanya didapat oleh klub elite Eropa.
Di sisi penyelenggaraan, Amerika Serikat sebagai tuan rumah memiliki pengalaman besar dalam mengelola event olahraga global. Ini membuka peluang untuk menciptakan atmosfer yang kompetitif dan hiburan yang menarik, dengan dukungan infrastruktur canggih dan pasar yang antusias.
Jika berhasil, Piala Dunia Antarklub 2025 bisa menjadi titik balik dalam sejarah sepak bola klub internasional. Ia bukan lagi sekadar "pameran" singkat antar juara, tetapi turnamen serius yang menandai babak baru rivalitas lintas benua.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menilik Format Baru: Apa yang Berbeda di Piala Dunia Antarklub 2025?
Piala Dunia 30 April 2025, 10:32
-
Kenapa Barcelona Tidak Lolos ke Piala Dunia Antarklub 2025?
Liga Spanyol 30 April 2025, 03:15
-
Barcelona Berpeluang Tampil di Piala Dunia Antarklub Gantikan Club Leon
Liga Spanyol 15 April 2025, 16:36
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Benfica vs Real Madrid: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 23:13
-
Legenda Man United Sebut Ruben Amorim 'Bunuh' Karier Kobbie Mainoo
Liga Inggris 17 Februari 2026, 21:56
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48

























KOMENTAR