
Bola.net - Timnas Mesir akan menghadapi Belgia pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle, Selasa (16/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan itu juga bertepatan dengan ulang tahun ke-34 Mohamed Salah, yang kembali memimpin negaranya di panggung sepak bola terbesar dunia.
Laga tersebut menjadi penampilan kedua Salah sebagai kapten Mesir di putaran final Piala Dunia. Meski reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik Afrika sudah tidak diragukan, kontribusinya untuk tim nasional masih kerap diperdebatkan karena belum berhasil mempersembahkan gelar Piala Afrika.
Namun, catatan perjalanan Salah bersama Mesir menunjukkan pengaruh yang jauh lebih besar dibanding sekadar jumlah trofi. Perannya selama lebih dari satu dekade menjadi bagian penting dari kebangkitan tim nasional di level internasional.
Menjelang duel melawan Belgia, rekam jejak Salah bersama The Pharaohs kembali menjadi sorotan, terutama terkait bagaimana ia mengubah arah perjalanan sepak bola Mesir dalam era modern.
Dari Masa Sulit Menuju Kebangkitan Mesir

Saat Salah menjalani debut internasional pada 2011 dalam usia 18 tahun, Mesir sedang berada dalam periode yang tidak ideal. Tim nasional gagal lolos ke putaran Piala Afrika 2012, 2013, dan 2015, meski berstatus sebagai negara tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut.
Seiring perkembangan kariernya, Salah menjadi salah satu figur sentral yang membantu Mesir kembali bersaing. Ia turut mengantar negaranya tampil di edisi Piala Afrika 2017, 2019, 2021, 2023, dan 2025.
Dampaknya juga terlihat di level global. Sebelum kemunculan Salah, Mesir hanya dua kali tampil di putaran final Piala Dunia dan terakhir kali berpartisipasi pada edisi 1990 di Italia.
Kehadiran pemain Liverpool itu kemudian membantu Mesir kembali menembus Piala Dunia. Ia turut membawa negaranya lolos ke dua edisi turnamen tersebut dalam era modern.
Rekor dan Kontribusi yang Sulit Ditandingi

Selain keberhasilan membawa Mesir kembali ke turnamen besar, Salah juga meninggalkan sederet pencapaian individu yang menonjol. Ia menjadi satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol ke gawang 11 tim berbeda dalam sejarah Piala Afrika.
Di ajang kualifikasi Piala Dunia zona Afrika, Salah saat ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan koleksi 20 gol. Catatan itu mempertegas perannya sebagai pemain kunci dalam perjalanan Mesir menuju berbagai turnamen internasional.
Kontribusinya tidak hanya terlihat dalam angka statistik. Salah juga beberapa kali menjadi penentu hasil pertandingan penting, termasuk ketika mencetak penalti pada menit ke-95 melawan Kongo pada Oktober 2017.
Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengakhiri penantian panjang Mesir untuk kembali tampil di Piala Dunia. Momen itu masih dikenang sebagai salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Lebih dari Sekadar Bintang Lapangan

Pengaruh Salah di Mesir berkembang melampaui perannya sebagai pesepak bola. Ia muncul sebagai figur inspiratif pada periode ketika negara itu menghadapi berbagai tantangan sosial dan politik.
Sepak bola Mesir juga sempat terpukul akibat tragedi Stadion Port Said pada Februari 2012 yang menewaskan 74 orang. Insiden tersebut berdampak besar terhadap kompetisi domestik yang kemudian dihentikan selama dua tahun.
Dalam situasi tersebut, performa tim nasional ikut mengalami penurunan. Salah menjadi salah satu sosok yang membantu menjaga daya saing Mesir di tengah kondisi yang tidak mudah.
Hingga kini ia telah mencatatkan 67 gol dalam 116 pertandingan internasional. Saat Mesir bersiap menghadapi Belgia di Seattle, peran dan warisan yang telah dibangun Salah selama bertahun-tahun tetap menjadi bagian penting dari identitas sepak bola negara itu, terlepas dari hasil yang akan diraih di Piala Dunia 2026.
Sumber: Sportmole
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Belgia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Main Jam Berapa?
Piala Dunia 15 Juni 2026, 17:48
-
Menjelang Belgia vs Mesir, Warisan Mohamed Salah yang Tak Tertandingi
Piala Dunia 15 Juni 2026, 16:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belgia vs Mesir 16 Juni 2026
Piala Dunia 14 Juni 2026, 12:00
LATEST UPDATE
-
Myles Lewis-Skelly Diminta Tolak MU dan Tetap Berjuang di Arsenal
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 20:30
-
Arsenal Terus Pepet Newcastle untuk Transfer Bruno Guimaraes
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 20:00
-
Manchester United Ngebet Lewis Hall, Newcastle: Gak Dulu!
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:40
-
Pesan Moises Caicedo untuk Enzo Fernandez: Plis, Jangan Pergi!
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:20
-
Manchester United Kepincut Gelandang Juventus ini?
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:00
-
Girangnya Bernardo Silva Gabung Real Madrid: Ini Klub Terbaik di Dunia!
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 18:00
-
Persib ke Final Piala Presiden 2026, Maung Bandung Kini Bidik Gelar ke-2
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 17:42
-
Link Nonton Streaming Persebaya vs Arema FC - Semifinal Piala Presiden 2026
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 17:33
-
Hasil Piala Presiden 2026: Menang 2-1 Atas Persija, Persib Lolos ke Final
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 17:32
-
Bye MU! Pemain Setan Merah Ini Segera Gabung dengan Klub asal Spanyol
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 17:29
-
Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Region 13 Malang Tembus 104 Ribu hingga Juli 2026
News 4 Agustus 2026, 17:16
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16






















KOMENTAR