
Bola.net - Michael Olise berjalan tenang di tengah gemuruh stadion New Jersey. Namun, setiap kali bola berada di kakinya, suasana pertandingan berubah dalam sekejap.
Michael Olise tidak mencetak gol saat Prancis mengalahkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meski demikian, hampir semua momen terbaik Les Bleus lahir dari kreativitas pemain berusia 24 tahun tersebut.
Ia bergerak dari tengah ke sisi lapangan tanpa pola yang mudah ditebak lawan. Dalam ruang sempit sekalipun, Michael Olise selalu menemukan cara untuk membuka peluang.
Penonton beberapa kali dibuat terpukau oleh aksinya sepanjang pertandingan. Salah satu yang paling membekas adalah tendangan salto spektakuler yang hanya terhenti di tiang gawang.
Laga itu menjadi gambaran sempurna tentang peran baru Michael Olise di tim nasional Prancis. Ia bukan sekadar gelandang serang, melainkan pusat gravitasi permainan Les Bleus.
Ketika Segala Serangan Berawal dari Kakinya

Prancis memiliki deretan penyerang elite yang mampu mengubah pertandingan dalam satu sentuhan. Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Bradley Barcola, dan Desire Doue adalah nama-nama yang ditakuti banyak lawan.
Namun, ada satu benang merah yang menghubungkan seluruh kekuatan tersebut. Benang itu bernama Michael Olise.
Assist untuk gol kedua Prancis lahir dari aksi cerdiknya melewati lawan sebelum mengirim umpan kepada Barcola. Beberapa saat kemudian, ia kembali menunjukkan kualitasnya melalui umpan terukur yang membelah pertahanan Swedia dan berujung gol Mbappe.
Pergerakannya terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Ia membuat permainan sulit menjadi tampak mudah.
Hingga empat pertandingan pertama Piala Dunia 2026, Michael Olise telah mengoleksi lima assist. Catatan itu memperlihatkan betapa besarnya pengaruh sang gelandang serang terhadap produktivitas Prancis.
Perjalanan Panjang Menuju Panggung Dunia

Lima tahun lalu, Michael Olise masih bermain bersama Reading di kompetisi kasta kedua Inggris. Saat itu, hanya sedikit yang membayangkan dirinya akan menjadi tokoh penting dalam perburuan gelar juara dunia.
Kariernya mulai menanjak setelah bergabung dengan Crystal Palace. Bakatnya berkembang pesat hingga menarik perhatian Bayern Munchen yang merekrutnya pada 2024.
Di Bundesliga, Michael Olise menjelma menjadi salah satu pemain paling berbahaya di Eropa. Penampilannya sepanjang musim 2025-26 bahkan mengantarkannya meraih penghargaan pemain terbaik liga.
Menariknya, jalan menuju tim nasional Prancis juga tidak berlangsung instan. Ia baru menjalani debut bersama Les Bleus setelah Euro 2024 dan terus berkembang sejak saat itu.
Jantung Baru Harapan Prancis

Michael Olise lahir di London dari ibu berdarah Prancis-Aljazair dan ayah asal Nigeria. Ia memiliki beberapa pilihan untuk karier internasionalnya, tetapi hatinya sejak awal tertuju kepada Prancis.
Kini, keputusan tersebut terasa semakin tepat bagi kedua belah pihak. Prancis mendapatkan sosok kreatif yang mampu menghidupkan lini serang, sementara Olise menemukan panggung ideal untuk menunjukkan kualitas terbaiknya.
Pendukung Prancis, Hugo Reich, menggambarkan pengaruh sang gelandang dengan kalimat sederhana. "Kehadiran Michael Olise dalam tim seperti jantung baru Prancis. Dia bermain sebagai nomor 10 dan tampil luar biasa."
Di tengah deretan bintang yang menghiasi skuad Les Bleus, Michael Olise mungkin bukan pemain yang paling banyak berbicara. Akan tetapi, sentuhan-sentuhan magisnya terus berbicara di atas lapangan dan membawa Prancis semakin dekat menuju impian mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Sumber: NBC Sports
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Ronaldo usai Prancis Bungkam Swedia
Piala Dunia 1 Juli 2026, 15:48
-
Prancis Lolos ke Babak 16 Besar, Sudah Ditunggu Sang Penakluk Jerman
Piala Dunia 1 Juli 2026, 07:29
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR