
Bola.net - Nicolas Otamendi meluapkan kekesalannya kepada Rodri setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Bek senior Albiceleste itu menuding kubu Spanyol sengaja memberi tekanan kepada wasit sebelum pertandingan.
Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah takluk 0-1 dari Spanyol di New York, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gol tunggal pada babak perpanjangan waktu mengakhiri harapan tim asuhan Lionel Scaloni.
Situasi Argentina semakin sulit setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah pada menit ke-93 akibat pelanggaran yang berbuah kartu kuning kedua. Bermain dengan 10 orang membuat Albiceleste gagal membendung tekanan Spanyol hingga akhir pertandingan.
Ketegangan tidak berhenti setelah peluit panjang dibunyikan. Insiden antarpemain terjadi di lapangan dan memicu adu mulut yang melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim.
Otamendi Tuding Rodri Tekan Wasit Sebelum Laga

Otamendi meluapkan emosinya kepada Rodri yang pernah menjadi rekan setimnya di Manchester City. Ia menilai beberapa pemain Spanyol sengaja mengeluhkan kepemimpinan wasit sebelum final berlangsung.
Menurut Otamendi, tekanan tersebut ikut memengaruhi jalannya pertandingan. Ia juga menyeret nama Aymeric Laporte yang sebelumnya ikut menyoroti kualitas wasit sepanjang turnamen.
"Kalian mengeluh soal wasit sepanjang pekan. Kamu dan Aymeric Laporte, kalian berdua melakukan itu. Itu tidak benar, kalian terus mengeluh kepada para wasit," ujar Nicolas Otamendi kepada Rodri.
Laporte Sebelumnya Soroti Kepemimpinan Wasit

Pernyataan Otamendi berkaitan dengan komentar Laporte sebelum laga final. Bek Spanyol itu mempertanyakan sejumlah keputusan wasit selama Piala Dunia 2026.
Laporte juga menilai gaya bermain keras lawan sering kali tidak mendapatkan hukuman yang semestinya. Ia berharap wasit mampu mengendalikan pertandingan agar tidak berlangsung kacau.
"Saya sama sekali tidak khawatir dengan permainan keras dalam sepak bola. Jika hal itu ditoleransi dan wasit menjalankan tugasnya dengan baik, saya tidak memiliki masalah," ujar Laporte.
"Dalam beberapa pertandingan terakhir kami melihat banyak hal yang sangat mengejutkan, terutama saat menghadapi Argentina, tim yang sering meninggalkan banyak bekas pelanggaran. Hal seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi, terlebih dalam kompetisi sebesar ini. Wasit harus mampu mengendalikan situasi agar tidak dimanfaatkan. Kami adalah tim yang bermain dengan adil sejak awal turnamen dan semuanya akan sangat bergantung pada kepemimpinan wasit," lanjut Laporte.
FIFA Berpotensi Selidiki Kericuhan Final

Kericuhan setelah pertandingan diperkirakan akan menjadi perhatian FIFA. Beberapa pemain dari kedua tim terlibat bentrokan setelah peluit panjang dibunyikan.
Nahuel Molina dan Leandro Paredes disebut menjadi bagian dari insiden tersebut. FIFA berpeluang membuka penyelidikan disiplin yang dapat berujung pada hukuman bagi sejumlah pemain.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 20 Juli 2026, 23:59

-
Ferran Torres, Ia yang Terus Melangkah hingga Takdir Menemukan Namanya
Piala Dunia 20 Juli 2026, 23:44
-
Bagaimana Spanyol Mencapai Puncak Dunia
Piala Dunia 20 Juli 2026, 22:55
LATEST UPDATE
-
Spanyol Juara Dunia, Luis De La Fuente: Mana Tatto-mu, Cucurella?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 06:00
-
Tes Medis Kelar, Chelsea Perkenalkan Morgan Rogers Hari Ini
Liga Inggris 21 Juli 2026, 05:34
-
Spanyol Memang Sebagus Itu
Piala Dunia 20 Juli 2026, 23:59
-
Ferran Torres, Ia yang Terus Melangkah hingga Takdir Menemukan Namanya
Piala Dunia 20 Juli 2026, 23:44
-
Bagaimana Spanyol Mencapai Puncak Dunia
Piala Dunia 20 Juli 2026, 22:55
-
Piala Dunia 2026 Memperlihatkan Perkembangan Pesat Sepak Bola Afrika
Piala Dunia 20 Juli 2026, 22:50
-
Donald Trump 'Dihilangkan' di Foto Juara Spanyol
Piala Dunia 20 Juli 2026, 21:33
-
Bagaimana Spanyol Membuat Argentina dan Messi Tak Berkutik di Final
Piala Dunia 20 Juli 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55



















KOMENTAR