Perjalanan Dramatis Timnas Iran ke Piala Dunia: Visa Ditolak Sebagian, Tetap Berangkat ke Amerika

Perjalanan Dramatis Timnas Iran ke Piala Dunia: Visa Ditolak Sebagian, Tetap Berangkat ke Amerika
Alireza Jahanbakhsh mengoper bola dalam laga Piala Asia antara Hong Kong vs Iran di Qatar, 19 Januari 2024 (c) AP Photo/Thanassis Stavrakis, Arsip

Bola.net - Timnas Iran akhirnya memulai perjalanan menuju Piala Dunia 2026 setelah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian. Rombongan skuad meninggalkan kamp pelatihan mereka di Antalya, Turki, pada Sabtu sore waktu setempat sebelum terbang menuju Tijuana, Meksiko, yang akan menjadi basis mereka selama turnamen berlangsung.

Keberangkatan tersebut menjadi momen penting bagi Team Melli. Beberapa bulan sebelumnya, partisipasi Iran di ajang yang digelar di Amerika Utara sempat diragukan menyusul konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran serta berbagai persoalan administratif yang muncul menjelang turnamen.

Meski akhirnya dapat berangkat, tantangan belum sepenuhnya berakhir. Sebagian anggota delegasi Iran masih menghadapi masalah visa untuk memasuki Amerika Serikat, tempat mereka akan memainkan dua pertandingan fase grup.

1 dari 6 halaman

Ketidakpastian Visa Mengiringi Keberangkatan

Gambar ilustrasi bendera Iran (c) AP Photo/Vahid Salemi

Gambar ilustrasi bendera Iran (c) AP Photo/Vahid Salemi

Sepanjang pekan terakhir di Antalya, skuad Iran menunggu kepastian terkait visa Amerika Serikat. Sebelumnya mereka telah memperoleh izin masuk ke Meksiko, tapi masih harus menunggu keputusan akhir dari otoritas AS.

Kabar yang diterima pada Jumat malam membawa kelegaan sekaligus kekecewaan. Para pemain, pelatih kepala Amir Ghalenoei, dan sejumlah staf pelatih memperoleh visa. Namun, 13 anggota rombongan lainnya, termasuk beberapa analis, pejabat federasi, dan petugas media, belum mendapatkan izin yang sama.

Situasi tersebut membuat hanya sebagian anggota delegasi yang merasa aman terkait perjalanan mereka ke Amerika Serikat untuk menghadapi pertandingan Grup G melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Pemerintah AS melalui seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa staf pendukung yang dianggap diperlukan telah diberikan visa. Namun, pernyataan resmi tersebut juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan sistem visa disalahgunakan untuk memasukkan pihak yang dianggap berpotensi mengancam keamanan.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) kemudian mendesak FIFA untuk turun tangan. Dalam pernyataannya, FFIRI menegaskan FIFA memiliki tanggung jawab untuk membantu memastikan seluruh staf yang dibutuhkan tim mendapatkan akses hingga persoalan tersebut benar-benar selesai.

2 dari 6 halaman

Antalya Menjadi Tempat Berlindung dari Tekanan

Selebrasi pemain Timnas Iran usai memastikan tampil di Piala Dunia 2026. (c) dok.AFC

Selebrasi pemain Timnas Iran usai memastikan tampil di Piala Dunia 2026. (c) dok.AFC

Selama persiapan menuju Piala Dunia, Iran bermarkas di Hotel Mardan Palace, sebuah kompleks mewah di pesisir Mediterania yang menawarkan suasana jauh berbeda dibanding tekanan yang mereka hadapi di tanah air.

Di sana para pemain menjalani rutinitas yang relatif normal. Mereka berlatih setiap hari, menikmati fasilitas hotel, hingga menonton film bersama di bioskop hotel.

Salah satu tayangan yang menarik perhatian adalah dokumenter mengenai keberhasilan Irak menjuarai Piala Asia 2007. Setelah pemutaran film tersebut, Amir Ghalenoei meminta para pemain menjadikannya inspirasi tentang pentingnya persatuan dalam menghadapi situasi sulit.

Ghalenoei sendiri merupakan sosok istimewa bagi sepak bola Iran. Ia menjadi pelatih lokal pertama yang memimpin Iran di Piala Dunia setelah empat edisi sebelumnya ditangani pelatih asing.

Meski menerapkan sesi latihan intensif, suasana di dalam skuad tetap santai. Para pemain berusaha menjaga fokus mereka hanya pada sepak bola dan menjauh dari berbagai persoalan di luar lapangan.

3 dari 6 halaman

Peran Pemain Senior Menjaga Persatuan Tim

Mehdi Taremi mencetak gol penalti dalam laga persahabatan antara Iran vs Kosta Rika di Antalya, Turki, 31 Maret 2026 (c) AP Photo/Riza Ozel, Arsip

Mehdi Taremi mencetak gol penalti dalam laga persahabatan antara Iran vs Kosta Rika di Antalya, Turki, 31 Maret 2026 (c) AP Photo/Riza Ozel, Arsip

Salah satu figur penting dalam menjaga suasana tim adalah Alireza Jahanbakhsh. Mantan pemain Brighton itu berpeluang mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional pada turnamen kali ini.

Jahanbakhsh mengakui bahwa kondisi yang dihadapi tim tidak mudah. Namun ia bersama para pemain senior lain seperti Ehsan Hajsafi dan Mehdi Taremi berupaya memastikan ruang ganti tetap solid.

"Jika seseorang mengatakan kepada saya saat berusia 12 tahun bahwa 20 tahun kemudian saya akan bermain di Piala Dunia keempat, saya pasti akan tertawa," kata Jahanbakhsh.

Menurutnya, para pemain terus diingatkan untuk tidak terlalu memikirkan situasi di luar kendali mereka.

"Kami terus mengatakan kepada para pemain bahwa apa pun yang terjadi di luar tidak bisa kami kendalikan. Yang bisa kami kendalikan adalah tim ini, kebersamaan, dan hubungan antara pemain serta staf," ujarnya.

Ia bahkan mengaku terkejut melihat eratnya hubungan antarpemain di tengah situasi yang sulit.

4 dari 6 halaman

Persiapan Panjang dan Dukungan FIFA

Mayoritas pemain Iran sudah menjalani pemusatan latihan dalam waktu yang sangat panjang. Sebanyak 17 dari 26 pemain berasal dari klub-klub domestik dan telah berkumpul sejak awal April setelah kompetisi lokal dihentikan.

Sebelumnya mereka sempat memainkan laga uji coba melawan Nigeria dan Kosta Rika pada Maret. Setelah itu sebagian besar pemain lokal kembali menjalani kamp latihan di Teheran sebelum berkumpul lagi di Antalya.

Pada periode tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengunjungi kamp Iran dan menyaksikan laga melawan Kosta Rika. Kehadirannya disebut memberikan dorongan moral yang besar bagi tim.

Menurut salah satu pejabat Iran, FIFA berulang kali meyakinkan bahwa Iran tetap dianggap sebagai peserta penting dalam turnamen dan akan mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk tampil di Piala Dunia.

Selain itu, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom juga menggelar pertemuan dengan Presiden FFIRI Mehdi Taj pada Mei lalu untuk membahas berbagai persoalan logistik dan protokol menjelang turnamen.

5 dari 6 halaman

Tijuana Dipilih Sebagai Basis Strategis

Iran semula berencana menjadikan Arizona sebagai markas selama Piala Dunia. Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan dan diganti dengan Tijuana di Meksiko.

Keputusan itu diambil karena beberapa alasan. Salah satunya adalah keyakinan bahwa berada di luar wilayah Amerika Serikat akan menciptakan suasana yang lebih tenang bagi tim.

Keberadaan perwakilan diplomatik Iran di Meksiko juga dianggap membantu dalam mengatasi berbagai persoalan administratif yang mungkin muncul selama turnamen berlangsung.

Selain itu, lokasi Tijuana dinilai ideal karena dekat dengan Los Angeles yang akan menjadi tempat dua pertandingan fase grup Iran.

6 dari 6 halaman

Optimisme Menjelang Piala Dunia

Sebelum terbang ke Meksiko, Iran menutup persiapan mereka dengan kemenangan 2-0 atas Mali dalam laga uji coba tertutup di Antalya.

Saeid Ezatolahi membuka keunggulan lewat sundulan pada babak pertama sebelum Ramin Rezaeian menggandakan skor setelah jeda. Penampilan Iran mendapat pujian karena menunjukkan organisasi permainan yang matang.

Jahanbakhsh memang belum tampil karena masih memulihkan kondisi fisik. Namun Mehdi Taremi, Ezatolahi, dan sejumlah pemain inti lainnya menunjukkan tanda-tanda positif menjelang turnamen.

Di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi, optimisme tetap terasa di dalam rombongan Iran. Jurnalis televisi Iran, Peyman Assadian, bahkan menegaskan tujuan tim sangat sederhana.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL