Bola.net - - Pergelaran FIFA The Best 2017 sudah selesai dilangsungkan di London. Cristiano Ronaldo menjadi pemain yang mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai pemain terbaik dalam setahun terakhir.
Ronaldo sukses mengungguli dua saingannya; Lionel Messi dan Neymar. Ronaldo unggul jauh dari para pesaingnya itu. Berikut daftar prosentase perolehan suara dalam gelaran kali ini:
Cristiano Ronaldo - 43,16%
Lionel Messi - 19,25%
Neymar - 6,97%
Gianluigi Buffon - 6,82%
Sergio Ramos - 3,34%
FIFA mengklaim penghargaan The Best mereka sebagai yang paling valid karena mengambil suara langsung dari para pemain dan pelatih profesional. Pemain terbaik dipilih oleh kapten dan pelatih negara-negara anggota FIFA di seluruh dunia. Setiap voter diberi kesempatan untuk memilih tiga nama. Pilihan pertama mendapat 5 poin, kedua mendapat 3 poin dan pilihan ketiga mendapat satu poin.
Namun dalam data voting yang dirilis FIFA, ada sebuah fenomena menarik. Neymar yang menjadi finalis (tiga besar), ternyata hanya berada di posisi empat jika menghitung suara dari kapten dan pelatih timnas dari seluruh dunia. Peringkat tiga justru dihuni oleh Gianluigi Buffon. Berikut perinciannya.
Neymar:
Pilihan pertama: 15 suara (75 poin)
Pilihan kedua: 50 suara (150 poin)
Pilihan ketiga: 73 Suara (73 poin)
: 298 poin.
Gianluigi Buffon:
Pilihan pertama: 8 suara (40 poin)
Pilihan kedua: 66 suara (198 poin)
Pilihan ketiga: 79 suara (79 poin)
: 317 poin.
Artinya, jika hanya menghitung suara dari kapten dan pelatih timnas, maka Buffon lah yang menjadi finalis bersama Ronaldo dan Messi. Tentu Ronaldo akan tetap menjadi pemenang karena nilainya jauh di atas kontestan lainnya.
Namun yang menarik dicermati adalah ternyata Neymar masuk menjadi finalis. FIFA nampaknya menggunakan suara dari para jurnalis dan fans untuk menggeser posisi Buffon dari tiga besar. Neymar memang lebih populer dibanding Buffon, juga lebih menjual.
Namun yang banyak dipertanyakan saat ini adalah karena FIFA tidak mengungkapkan jumlah suara jurnalis dan fans. Hal itu memancing kecurigaan lantaran FIFA selama ini kerap dituding hanya peduli pada sisi marketing saja.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luis Suarez Menderita di Barca, Ini Alasannya
Liga Spanyol 24 Oktober 2017, 16:00
-
Neymar Dukung Zidane Tangani PSG
Liga Eropa Lain 24 Oktober 2017, 15:25
-
Mendy: Neymar Sedikit di Atas Ibrahimovic
Liga Eropa Lain 24 Oktober 2017, 14:20
-
Neymar: Barcelona Selalu Ada di Hati Saya
Liga Spanyol 24 Oktober 2017, 13:30
-
Poin Buffon Lebih Tinggi, Tapi Kenapa Neymar Yang Jadi Finalis?
Piala Dunia 24 Oktober 2017, 10:10
LATEST UPDATE
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09





















KOMENTAR