
Bola.net - Menjadi tuan rumah turnamen sebesar Piala Dunia U-17 seharusnya jadi kesempatan untuk bermain sebaik mungkin. Kali ini, Indonesia mendapatkan kesempatan itu di Piala Dunia U-17 2023.
FIFA menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah turnamen kali ini dengan ekspektasi besar. Indonesia dikenal dengan animo fans sepak bola yang luar biasa, karena itu harapannya Piala Dunia U-17 2023 bisa berlangsung meriah.
Nah, Timnas Indonesia U-17 sendiri juga sedang fokus menempuh persiapan jelang turnamen. Di bawah bimbingan Bima Sakti, skuad Garuda Muda menempuh persiapan panjang untuk menyambut turnamen.
Tentu ada gengsi dan ekspektasi besar sebagai tuan rumah. Timnas Indonesia U-17 perlu memanfaatkan dukungan fans untuk jadi dorongan motivasi ekstra di lapangan.
Di sisi lain, sejarah mencatat bahwa hanya ada dua negara tuan rumah yang pernah menjadi juara Piala Dunia U-17 di kandang sendiri, yaitu Meksiko dan Brasil.
Lantas, bisakah Indonesia menyusul jejak dua negara top itu dan jadi negara ketiga yang meraih gelar juara di kandang sendiri? Di bawah ini Bola.net coba merangkum prestasi tuan rumah Piala Dunia U-17 dalam 10 tahun terakhir.
Yuk cek selengkapnya, Bolaneters!
Piala Dunia U-17 2001
- Tuan rumah: Trinidad dan Tobago
- Capaian: Fase grup
Tahun 2001, Trinidad dan Tobago dapat kehormatan jadi tuan rumah pertama untuk wilayah Karibia. Sayangnya mereka langsung kalah 1-2 di laga pertama kontra Kroasia.
Berikutnya Trinidad dan Tobago kembali kalah dari Australia (0-1) dan dari Brasil (1-6). Mereka gagal meraih satu pun kemenangan di fase grup, tersingkir dengan 0 poin.
Piala Dunia U-17 2003
- Tuan rumah: Finlandia
- Capaian: Fase grup
Finlandia sebenarnya memulai turnamen dengan cukup bagus. Mereka menang 2-1 atas China di laga pertama, peluang terbuka.
Sayangnya, tuan rumah lantas kalah 0-2 dari Meksiko di laga kedua dan harus menahan malu usai dipermak Kolombia dengan skor telak 0-9 di matchday 3.
Piala Dunia U-17 2005
- Tuan rumah: Peru
- Capaian: Fase grup
Tuan rumah Peru tidak pernah merasakan kemenangan di Piala Dunia U-17 2005. Mereka sebenarnya memulai dengan cukup baik, imbang 1-1 dengan Ghana di matchday 1.
Namun, setelahnya Peru justru kalah 0-1 dari China dan kembali kalah 0-2 dari Kosta Rika. Mereka hanya mencetak satu gol dari tiga pertandingan, tersingkir dari fase grup.
Piala Dunia U-17 2007
- Tuan rumah: Korea Selatan
- Capaian: Fase grup
Mulai tahun 2007, format kompetisi Piala Dunia U-17 mengalami perubahan. Jumlah tim bertambah jadi 24, peringkat satu dan dua fase grup plus empat tim peringkat tiga terbaik berhak lolos ke babak 16 besar.
Korea Selatan harusnya punya peluang besar dengan perubahan format tersebut, tapi mereka gagal memanfaatkannya. Kalah 0-1 dari Peru di laga pembuka, kalah lagi 0-2 dari Kosta Rika di laga kedua, baru menang 1-0 atas Togo di laga ketiga.
Piala Dunia U-17 2009
- Tuan rumah: Nigeria
- Capaian: Final
Nigeria adalah negara paling sukses dalam sejarah Piala Dunia U-17, sayangnya ketika bermain di rumah sendiri mereka justru gagal juara.
Mereka mengimbangi Jerman 3-3 di laga pembuka, lalu mengalahkan Honduras dan Argentina untuk mengamankan puncak klasemen fase grup. Setelahnya, Nigeria menang 5-0 atas
Piala Dunia U-17 2011
- Tuan rumah: Meksiko
- Capaian: Juara
Dalam 10 tahun terakhir, Meksiko adalah satu dari dua negara yang berhasil jadi juara Piala Dunia U-17 di kandang sendiri. Laju Meksiko di kompetisi ini cukup impresif, ada banyak talenta muda yang lahir.
Tiga kemenangan diraih Meksiko di fase grup, atas Korea Utara (3-1), Kongo (2-1), dan Belanda (3-2). Selanjutnya mereka mengalahkan Panama di 16 besar, mengalahkan Prancis di perempat final, mengalahkan Jerman di semifinal, dan akhirnya jadi juara dengan mengalahkan Uruguay (2-0).
Final kontra Uruguay jadi catatan sejarah tersendiri dalam sepak bola Meksiko. Estadio Azteca pada saat itu dipenuhi sekitar 100.000 penonton tuan rumah.
Piala Dunia U-17 2013
- Tuan rumah: Uni Emirat Arab
- Capaian: Fase grup
Level sepak bola Uni Emirat Arab pada tahun 2013 belum cukup kuat untuk bersaing dengan negara-negara terbaik. Mereka kalah 1-2 dari Honduras di laga pembuka, awal yang buruk.
Setelahnya, Uni Emirat Arab kalah 1-6 dari Brasil di laga kedua dan keok 0-2 dari Slovakia. Finis di dasar klasemen, otomatis Uni Emirat Arab tersingkir.
Piala Dunia U-17 2015
- Tuan rumah: Chile
- Capaian: 16 besar
Setelah satu dekade absen, Piala Dunia U-17 akhirnya kembali ke Amerika Selatan pada tahun 2015. Chile jadi tuan rumah berhasil lolos dari fase grup, tapi tidak bisa melangkah jauh.
Di babak 16 besar, Chile kalah 1-5 dari Nigeria, tim yang pada akhirnya melenggang jadi juara. Saat itu Nigeria diperkuat oleh Victor Osimhen, striker muda berbakat yang mencetak 10 gol untuk meraih Golden Boot.
Piala Dunia U-17 2017
- Tuan rumah: India
- Capaian: Fase grup
India memang tidak melangkah jauh di Piala Dunia U-17 2017. Namun, mereka berhasil membuat rekor kehadiran penonton mencapai 1.347.113 sepanjang turnamen.
India kalah 0-3 dari Amerika Serikat di laga pembuka, kalah 1-2 dari Kolombia di matchday 2, dan kembali kalah 0-4 dari Ghana di matchday 3. Tiga laga fase grup, India hanya mencetak satu gol.
Piala Dunia U-17 2019
- Tuan rumah: Brasil
- Capaian: Juara
Brasil adalah negara tuan rumah kedua yang bisa jadi juara Piala Dunia U-17 di kandang sendiri, menyusul Meksiko. Mereka mengalahkan Kanada, Selandia Baru, dan Angola di fase grup.
Selanjutnya Brasil mengalahkan Chile (3-2) di babak 16 besar, menundukkan Italia (2-0) di perempat final, dan membekuk Prancis (3-2) di semifinal. Lalu, di final penentu, Brasil mengalahkan Meksiko 2-1 untuk meraih gelar keempat mereka.
Bolaneters bisa menyaksikan siaran langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indosiar dan SCTV. Selain itu, laga Piala Dunia U-17 2023 juga bisa disaksikan secara live streaming di Vidio atau klik di sini.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden FIFA Sebut Bintang Jasa dari Pemerintah Indonesia Sangat Spesial
Bola Indonesia 10 November 2023, 19:59
-
Jadwal Pertandingan Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Si Jalak Harupat
Piala Dunia 10 November 2023, 17:20
LATEST UPDATE
-
Dusan Vlahovic Ingin ke Barcelona, Siap Isi Pos Robert Lewandowski
Liga Italia 19 Februari 2026, 22:17
-
Manchester United Bidik Bek Barcelona, Bersaing dengan Inter
Liga Inggris 19 Februari 2026, 22:09
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Arsenal Tergelincir di Markas Wolves, Peluang Juara Premier League Terancam
Liga Inggris 19 Februari 2026, 21:14
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
-
AC Milan Gagal Pangkas Jarak, Inter Unggul 7 Poin dalam Perburuan Gelar Serie A
Liga Italia 19 Februari 2026, 20:25
-
Milan vs Como, Davide Bartesaghi: Sudah Main Bagus, Tapi Ada yang Kurang
Liga Italia 19 Februari 2026, 19:14
-
Drama Milan vs Como, Allegri Siapkan Aksi Balasan: Bakal Saya Sleding!
Liga Italia 19 Februari 2026, 18:49
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Malut United 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:34
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs PSM 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:21
-
Live Streaming Brann vs Bologna - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Fenerbahce vs Nottm Forest - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:46
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR