Pendapat Om Simon soal Banyaknya Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Memilih Bermain di BRI Super League

Pendapat Om Simon soal Banyaknya Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Memilih Bermain di BRI Super League
Joey Pelupessy, Mauro Zijlstra, dan Calvin Verdonk saat membela Timnas Indonesia pada laga melawan Lebanon (c) Abdul Aziz

Bola.net - Kepala pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata, memberikan tanggapannya terkait banyaknya pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang kini tampil di BRI Super League 2025/26. Fenomena tersebut menjadi bahan perbincangan.

Sebanyak sembilan pemain naturalisasi tercatat memperkuat sejumlah klub peserta Liga 1. Mereka tersebar di beberapa tim.

Di Persija Jakarta, terdapat nama Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra yang masuk dalam daftar tersebut. Sementara itu, Persib Bandung diperkuat Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx.

Dewa United memiliki Ivar Jenner serta Rafael Struick dalam skuadnya musim ini. Adapun Bali United diperkuat oleh Jens Raven.

1 dari 2 halaman

Isu di Media Sosial yang Telah Dibantah

Pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders dan Joey Pelupessy saat melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders dan Joey Pelupessy saat melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Kehadiran para pemain tersebut memunculkan isu di media sosial yang mengatakan bahwa mereka memilih bermain di BRI Super League agar lebih mudah dipanggil Timnas Indonesia ke Piala AFF. Asumsi tersebut berkembang luas dalam beberapa waktu terakhir, tapi telah dibantah PSSI.

Menanggapi pertanyaan mengenai banyaknya pemain naturalisasi yang tampil di BRI Super League, Simon menyampaikan pandangannya terkait arah pembinaan sepak bola nasional. Ia menekankan pentingnya melihat potensi yang ada di dalam negeri.

"Naturalisasi campur dengan timnas di sini. Sekali lagi, Indonesia besar ada banyak bakat di sini," ujar Simon kepada wartawan.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para pelatih yang menangani pemain usia muda di berbagai daerah. Menurutnya, pembinaan sejak dini memegang peran penting bagi masa depan tim nasional.

"Sekarang saya mau memberi pesan kepada pelatih-pelatih yang mulai dengan anak-anak muda," katanya.

2 dari 2 halaman

Pengaruh Besar Pelatih

Para pemain Timnas Indonesia melakukan pemanasan dalam latihan di Jakarta menjelang Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 (c) Bola.com/Bagaskara Lazuardi

Para pemain Timnas Indonesia melakukan pemanasan dalam latihan di Jakarta menjelang Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 (c) Bola.com/Bagaskara Lazuardi

Simon menyatakan bahwa pelatih memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak usia 12 hingga 13 tahun yang sedang belajar sepak bola. Ia meminta agar para pelatih memberikan contoh yang baik dalam proses pembinaan.

"Saya ajak mereka main bola, mereka mempengaruhi anak-anak 12, 13 tahun. Jangan sampai mereka lihat contoh tidak bagus," tutur Simon.

"Melatih dengan anak-anak, kita punya masa depan juga untuk bermain di tim nasional. Contoh naturalisasi semua. Kalau saya, saya akan cari anak-anak di sini. Karena di sini ada banyak paket. Indonesia besar, ya," imbuhnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL