Rahasia di Balik Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Punya Alasan Besar Coret Harry Maguire

Rahasia di Balik Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Punya Alasan Besar Coret Harry Maguire
Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, menghadiri konferensi pers di London, Jumat (29/8/2025), menjelang laga kualifikasi Piala Dunia melawan Andorra dan Serbia. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Persaingan menuju skuad akhir Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 memunculkan banyak perdebatan. Sejumlah keputusan mengejutkan yang diambil pelatih Thomas Tuchel memancing reaksi beragam, mulai dari pujian hingga kritik tajam.

Nama-nama yang masuk dan tersingkir dari daftar 26 pemain menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola Inggris. Salah satu yang paling menyita perhatian tentu absennya Harry Maguire, bek senior yang selama bertahun-tahun menjadi andalan The Three Lions di turnamen besar.

Maguire bahkan secara terbuka mengaku kecewa dan terkejut setelah namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang akan berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia.

Namun di balik keputusan-keputusan kontroversial tersebut, Tuchel ternyata memiliki pertimbangan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar kualitas di atas lapangan.

1 dari 4 halaman

Tuchel Percaya Hanya 21 Pemain yang Akan Benar-Benar Dibutuhkan

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel bereaksi di laga melawan Jepang, 1 April 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel bereaksi di laga melawan Jepang, 1 April 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Menurut berbagai pertimbangan internal yang dilakukan Tuchel bersama staf pelatihnya, Inggris kemungkinan hanya akan menggunakan sekitar 21 pemain sepanjang turnamen.

Meski membawa 26 pemain, pelatih asal Jerman itu meyakini pengalaman dari berbagai turnamen sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar tim hanya benar-benar mengandalkan sekitar 20 hingga 21 pemain hingga akhir kompetisi.

Artinya, ada kemungkinan lima pemain dalam skuad Inggris tidak mendapatkan menit bermain sama sekali selama turnamen berlangsung.

Situasi tersebut membuat proses pemilihan pemain menjadi lebih rumit. Tuchel tidak hanya mencari pemain terbaik secara teknis, tetapi juga sosok yang mampu menjaga keharmonisan tim meski harus duduk di bangku cadangan dalam waktu lama.

Apalagi Inggris berpotensi menghabiskan waktu hingga tujuh pekan bersama jika mampu melaju hingga final Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli mendatang.

2 dari 4 halaman

Bukan Sekadar Soal Kemampuan Bermain

Starting XI Timnas Inggris saat melawan Jepang di laga uji coba, 1 April 2026 di Wembley. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Starting XI Timnas Inggris saat melawan Jepang di laga uji coba, 1 April 2026 di Wembley. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Keputusan memasukkan pemain seperti Dan Burn, Jordan Henderson, dan John Stones sempat dipertanyakan banyak pihak.

Burn dinilai memiliki keterbatasan kecepatan jika harus menghadapi pemain-pemain lincah seperti bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Sementara Henderson sempat diganggu cedera sepanjang musim, dan Stones bahkan minim menit bermain bersama Manchester City.

Namun Tuchel melihat aspek lain yang tidak selalu terlihat di lapangan.

Burn dianggap sebagai figur positif di ruang ganti yang mampu menjaga suasana tim tetap sehat. Selain itu, posturnya yang menjulang juga dinilai masih bisa menjadi senjata saat menghadapi situasi bola mati.

Henderson juga menjadi salah satu pemain yang sangat dihargai Tuchel karena pengalaman dan pengaruhnya terhadap pemain-pemain muda seperti Declan Rice maupun Jude Bellingham.

Komitmen Henderson bahkan disebut luar biasa. Pada Euro 2024 lalu, ia rela mengemudi sendiri menuju lokasi final demi tetap mendukung tim meski tidak menjadi pemain utama.

3 dari 4 halaman

Maguire Sudah Dapat Sinyal Sejak Lama

Bek Inggris, Harry Maguire saat tampil melawan Uruguay di laga uji coba, 28 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bek Inggris, Harry Maguire saat tampil melawan Uruguay di laga uji coba, 28 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Meski mengaku terkejut, sebenarnya tanda-tanda Maguire tidak akan masuk skuad utama sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu.

Saat kembali dipanggil ke tim nasional pada Maret untuk laga uji coba melawan Jepang dan Uruguay, Maguire berulang kali menegaskan bahwa dirinya siap menerima peran apa pun, baik bermain satu menit maupun sepanjang turnamen.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa sang bek memahami posisinya dalam persaingan yang semakin ketat.

Maguire memang tampil cukup baik saat menghadapi Uruguay. Namun setelah pertandingan itu, Tuchel secara terbuka menyatakan bahwa pemain Manchester United tersebut masih berada cukup jauh dalam urutan prioritas bek tengah Inggris.

Karena itu, banyak pengamat sepak bola Inggris sebenarnya tidak terlalu terkejut ketika nama Maguire akhirnya tidak muncul dalam daftar akhir Piala Dunia.

Menariknya, Tuchel juga mengaku sedikit kecewa setelah Maguire mengeluarkan pernyataan publik terkait pencoretannya. Hal tersebut diyakini semakin menguatkan keyakinan sang pelatih mengenai pentingnya memilih pemain yang siap menerima peran apa pun di dalam skuad.

4 dari 4 halaman

Harmoni Jadi Kunci Kesuksesan Inggris

Bek Inggris, Ezri Konsa mengontrol bola di laga melawan Jepang di laga uji coba, 1 April 2026 di Wembley. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bek Inggris, Ezri Konsa mengontrol bola di laga melawan Jepang di laga uji coba, 1 April 2026 di Wembley. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Salah satu pelajaran terbesar yang didapat Tuchel dari para pelatih Inggris sebelumnya adalah pentingnya menjaga kebersamaan selama turnamen panjang.

Menurut berbagai masukan yang diterimanya, suasana ruang ganti yang harmonis sering kali menjadi faktor pembeda antara tim yang sukses dan yang gagal memenuhi ekspektasi.

Karena itu, Tuchel lebih memilih beberapa pemain senior yang bersedia menjadi bagian dari kelompok dan membantu menjaga atmosfer positif dibanding membawa pemain muda yang berpotensi frustrasi karena minim kesempatan bermain.

Filosofi inilah yang menjelaskan mengapa angka 21 menjadi sangat penting dalam perencanaan Tuchel. Dari 26 pemain yang dibawa, lima lainnya harus siap menerima kenyataan bahwa kontribusi terbesar mereka mungkin justru datang dari luar lapangan.

Dengan kata lain, bagi Tuchel, membangun tim Piala Dunia bukan hanya soal memilih pemain terbaik. Yang lebih penting adalah membentuk kelompok yang mampu bertahan bersama selama tujuh pekan penuh demi mengejar satu tujuan besar: membawa Inggris meraih gelar juara dunia.

Sumber: Daily Mirror


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL