
Bola.net - Laga persahabatan Spanyol vs Mesir di RCDE Stadium pada Rabu 1 April 2026 dini hari tadi harusnya menjadi tontonan menarik. Namun, hasil imbang tanpa gol malam itu justru tenggelam oleh insiden nyanyian rasis dari area tribune.
Insiden ini kembali menampar wajah sepak bola Spanyol. Masalah rasial seolah menjadi penyakit menahun yang belum juga hilang dari stadion mereka.
Kelompok suporter tuan rumah terdengar menyoraki lagu kebangsaan tim tamu sebelum pertandingan dimulai. Puncaknya terjadi saat terdengar nyanyian diskriminatif yang secara spesifik menargetkan skuad Mesir.
Wasit di lapangan memang tidak menghentikan pertandingan malam itu. Meski begitu, respons cepat dari mayoritas penonton dan para petinggi sepak bola Spanyol memberi sedikit angin segar di tengah situasi yang memalukan.
Nyanyian Rasial di Tribune
Berdasarkan laporan Cadena SER, oknum penonton meneriakkan kalimat provokatif yang menyerang identitas agama para pemain Mesir. Mereka meneriakkan yel-yel "siapa pun yang tidak melompat adalah Muslim" secara berulang kali.
😡 Lamentables cánticos en el España - Egipto
— Mundo Deportivo (@mundodeportivo) March 31, 2026
🔉 "Musulmán el que no bote" pic.twitter.com/8Ce2BoHY31
Langkah ini memicu reaksi dari penonton lain yang tidak setuju dengan aksi tersebut. Sebagian besar pendukung di stadion justru menyoraki oknum rasis itu sebagai bentuk protes.
Pihak pengelola stadion sempat mencoba meredam situasi dengan memberikan peringatan melalui papan skor elektronik. Namun, teriakan tersebut tetap terdengar di beberapa titik tribun selama babak pertama berlangsung.
Wasit Georgi Kabakov tampaknya tidak menaruh perhatian pada nyanyian tersebut. Protokol anti-rasisme sama sekali tidak diaktifkan oleh perangkat pertandingan.
Pertandingan terus berjalan seolah tidak ada gangguan berarti. Para pemain dari kedua kesebelasan tetap fokus menyelesaikan laga hingga peluit panjang berbunyi.
Ancaman untuk Piala Dunia 2030

Beruntung, tidak semua penonton di Barcelona setuju dengan aksi kampungan tersebut. Sebagian besar suporter yang waras justru menyoraki kelompok yang memulai nyanyian rasis itu.
Pihak pengelola stadion merespons cepat. Peringatan keras langsung ditampilkan melalui layar raksasa di dalam stadion untuk menghentikan provokasi.
Kejadian ini patut menjadi teguran keras bagi otoritas sepak bola setempat. Spanyol saat ini sedang bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Mereka akan menggelar turnamen akbar tersebut bersama Portugal dan Maroko, negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Sekitar 18 bulan lalu, Vinicius Junior bahkan sempat melontarkan peringatan keras terkait isu ini. Bintang Real Madrid itu meminta hak tuan rumah Spanyol dicabut jika masalah rasisme tak kunjung diselesaikan.
Kecaman Keras dari Luis de la Fuente

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memberikan pernyataan tegas dalam konferensi pers usai pertandingan berakhir. Ia menyatakan bahwa tindakan diskriminatif tersebut telah merusak esensi dari sebuah pertandingan sepak bola.
De la Fuente memuji sikap mayoritas pendukung yang memilih untuk bersiul memprotes kelompok rasis tersebut. Baginya, kelompok minoritas yang kasar ini tidak boleh diberikan ruang sedikit pun di dalam stadion.
"Semua orang punya pendapat yang sama: ini tidak bisa ditoleransi. Kami menolaknya sepenuhnya. Saya pikir tindakan memberi peringatan di papan skor sudah tepat. Sebagian besar orang juga sudah mencemooh hal yang tidak pantas itu." ujar Luis de la Fuente.
Ia menekankan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ajang persatuan, bukan tempat untuk memicu perpecahan antarmanusia. De la Fuente berharap otoritas terkait dapat bertindak lebih tegas untuk menjauhkan para perusak ini dari lapangan hijau.
"Orang-orang yang suka kekerasan bukan bagian dari sepak bola, mereka hanya memanfaatkan sepak bola, seperti juga dalam aspek kehidupan lainnya. Kita harus menjauhi hal-hal seperti ini," tegasnya.
Permintaan Maaf Federasi Spanyol kepada Mesir

Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Rafael Louzan, secara terbuka mengutuk insiden yang terjadi di Barcelona tersebut. Ia merasa perlu mengambil tindakan langsung untuk menjaga hubungan baik antar kedua negara.
“Terima kasih kepada para suporter dari kota Barcelona yang hampir memenuhi stadion. Namun pada saat yang sama, kami mengecam kejadian-kejadian spesifik dan terisolasi seperti ini. Olahraga dan sepak bola seharusnya menjadi contoh yang baik, bukan seperti ini. Melalui layar skor video, kami juga sudah mengecam sikap tersebut agar tidak terulang lagi,” ujarnya.
Louzan segera menemui Presiden Federasi Sepak Bola Mesir yang turut hadir menyaksikan pertandingan secara langsung. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan penyesalan mendalam atas perilaku tidak terpuji dari segelintir suporter Spanyol.
"Suasana kebersamaan dengan delegasi Mesir sangat luar biasa. Saya berterima kasih kepada presiden federasi karena telah hadir di sini, dan saya juga meminta maaf (atas nyanyian tersebut)” lanjutnya.
Federasi menganggap insiden ini sebagai kasus isolasi yang sangat mengganggu atmosfer pertandingan yang seharusnya meriah. Mereka memastikan bahwa sportivitas harus tetap menjadi contoh utama dalam setiap laga internasional.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:30
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR