
Bola.net - RD Kongo menunjukkan performa yang mengesankan meski harus mengakhiri langkah mereka di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tim Afrika tersebut sempat membuat Inggris berada dalam tekanan sebelum akhirnya kalah 1-2 di Atlanta.
Kekalahan itu terasa pahit karena RD Kongo unggul lebih dulu sejak menit ketujuh melalui Brian Cipenga. Namun, dua gol Harry Kane pada menit ke-75 dan 86 membalikkan keadaan untuk kemenangan Inggris.
Hasil tersebut memang mengantarkan Inggris ke babak 16 besar untuk ketiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Meski demikian, penampilan RD Kongo memberikan gambaran bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Awal Impresif RD Kongo Bikin Inggris Kesulitan
RD Kongo menjalani laga gugur Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka dengan penuh keberanian. Tim asuhan Sebastien Desabre langsung mengejutkan lawan lewat gol cepat Cipenga.
Gol itu berawal dari umpan silang panjang yang diteruskan Chancel Mbemba kepada Cipenga di sisi kiri kotak penalti. Tanpa kawalan berarti, ia melepaskan tembakan rendah yang gagal dihentikan Jordan Pickford.
Setelah tertinggal, Inggris mulai meningkatkan intensitas serangan. Kiper Lionel Mpasi tampil gemilang dengan menggagalkan dua peluang emas Jude Bellingham.
RD Kongo bahkan hampir menambah keunggulan sebelum jeda pertandingan. Yoane Wissa hampir mencetak gol kedua saat sepakannya membentur tiang gawang.
Pengalaman Jadi Pembeda di Pengujung Pertandingan
Perubahan taktik yang dilakukan Thomas Tuchel akhirnya mengubah jalannya pertandingan. Anthony Gordon yang masuk sebagai pemain pengganti mengirim umpan silang yang diselesaikan Kane melalui sundulan akurat.
Momentum kemudian berpihak kepada Inggris pada menit ke-86. Kane melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dijangkau Mpasi untuk memastikan kemenangan timnya.
Pelatih RD Kongo, Sebastien Desabre, tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, pengalaman menghadapi tim besar akan menjadi bekal berharga untuk masa depan.
"Kami kecewa karena benar-benar yakin bisa melakukannya. Kami bermain baik. Menjelang akhir pertandingan, kami memberikan dua peluang dan salah satu pemain terbaik dunia mencetak dua gol melawan kami," kata Desabre.
"Kami harus memberi selamat kepada para pemain atas penampilan mereka. Kami mungkin sedikit kurang pengalaman, tetapi itulah bagian dari permainan. Kami terus belajar dan terus berkembang," lanjutnya.
Meski gagal melaju ke babak berikutnya, RD Kongo meninggalkan kesan positif sepanjang pertandingan. Perlawanan sengit melawan Inggris menjadi bukti bahwa kualitas mereka terus meningkat dan layak diperhitungkan di level tertinggi sepak bola dunia.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Australia vs Mesir, 4 Juli 2026
Piala Dunia 2 Juli 2026, 10:00
-
Piala Dunia 2 Juli 2026, 03:13

-
Inggris vs RD Kongo: Pertandingan yang Gila
Piala Dunia 2 Juli 2026, 03:07
LATEST UPDATE
-
Apresiasi untuk Lionel Mpasi
Piala Dunia 2 Juli 2026, 03:13
-
Inggris vs RD Kongo: Pertandingan yang Gila
Piala Dunia 2 Juli 2026, 03:07
-
RD Kongo Sudah Bermain dengan Baik
Piala Dunia 2 Juli 2026, 03:02
-
Karena Inggris Pegang Teguh Keyakinan
Piala Dunia 2 Juli 2026, 02:54
-
Inggris Lawan Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2 Juli 2026, 02:46
-
Tempat Menonton Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026, 2 Juli 2026
Piala Dunia 2 Juli 2026, 02:00
-
Man of the Match Inggris vs RD Kongo: Harry Kane
Piala Dunia 2 Juli 2026, 01:11
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Belgia vs Senegal, 2 Juli 2026
Piala Dunia 2 Juli 2026, 01:00
-
Tempat Menotnon Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026, 1 Juli 2026
Piala Dunia 1 Juli 2026, 22:00
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Inggris vs RD Kongo, 1 Juli 2026
Piala Dunia 1 Juli 2026, 21:30
-
Resmi! Liverpool Tuntraskan Transfer Jeremy Jacquet
Liga Inggris 1 Juli 2026, 21:15
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41






















KOMENTAR