Bola.net - - Timnas Spanyol memecahkan rekor jumlah umpan paling banyak di Piala Dunia 2018 ini mengalahkan Argentina saat menghadapi Rusia di babak 16 besar. Namun rekor tersebut tak ada manfaatnya sebab buktinya tim Matador tersebut harus pulang.
Sebagai tim favorit juara, langkah Timnas Spanyol terbilang singkat di Piala Dunia Rusia tahun ini. Tim Matador gagal melewati fase 16 besar setelah kalah dari Rusia, Senin dinihari WIB, (2/7/2018). Bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Spanyol kalah 3-4 lewat adu penalti.
Spanyol menguasai jalannya pertandingan di Luzhniki Stadium. Tim Matador, mampu melakukan 779 passing. Menurut data yang dikumpulkan Opta sejak 1966, angka ini di atas rekor yang dipegang Argentina pada Piala Dunia Yunani, 2010 lalu, yakni 703 passing.
Sergio Ramos yang menjadi kapten Spanyol dalam duel ini melepas 150 umpan sepanjang 90 menit. Selanjutnya diikuti oleh Koke dengan 127 umpan. Begitu juga dengan Isco dan Jordi Alba yang tampil memukau. Kedua pemain ini juga melepas umpan di atas 100 kali.
Gagal Cetak Gol

Penguaaan bola Spanyol juga terlihat dari ball possesion yang mencapai 78.2 persen. Namun semua itu tidak berarti karena Spanyol tetap gagal menembus barisan pertahanan Rusia.
Spanyol sebenarnya sempat unggul lewat gol bunuh diri Sergei Ignashevich pada menit ke-12. Namun Rusia membalasnya lewat penalti Artem Dzuyuba pada menit ke-41. Di babak perpanjangan waktu, Spanyol juga gagal mencetak gol tambahan. Dan Spanyol pun harus menelan pil pahit tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah kalah 3-4 di babak adu penalti.
Susunan Pemain

Spanyol: David De Gea (gk); Nacho Fernandez, Gerard Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba, Koke, David Silva, Isco, Marco Asensio, Diego Costa.
Pelatih: Fernando Hirero
Rusia: Igor Akinfeev (gk); Mario Fernandes, Ilya Kutepov, Sergei Ignashevich, Daler Kuzyaev, Roman Zobnin, Fyodor Kudriashov, Aleksandr Golovin, Yuri Zhirkov, Aleksandr Samedov, Artem Dzyuba.
Pelatih: Stanislav Cherchesov
Mengejutkan

Kekalahan Timnas Spanyol ini terbilang mengejutkan karena kalah dari Rusia. Mereka menyusul tim-tim favorit yang lebih dulu angkat koper termasuk Argentina dan Portugal. Argentina kalah dari Prancis semenara Portugal kalah dari Uruguay.
Sumber: Liputan6.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Penyebab Tim Hebat Berguguran di Piala Dunia 2018 Rusia
Piala Dunia 3 Juli 2018, 14:05
-
3 Pelatih Yang Bisa Gantikan Fernando Hierro di Spanyol
Editorial 3 Juli 2018, 13:03
-
Rekor Tak Berguna Spanyol di Piala Dunia 2018
Piala Dunia 3 Juli 2018, 12:55
-
Daftar Tim yang Gagal Lolos ke Babak 8 Besar Piala Dunia 2018
Piala Dunia 3 Juli 2018, 12:06
-
Open Play 3 Juli 2018, 11:40

LATEST UPDATE
-
Ironi Tottenham: Sudah Belanja Rp5,5 Triliun, tapi Langsung Dibantai Brentford 0-3
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 05:34
-
Man of the Match Espanyol vs Real Madrid: Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 05:15
-
Hasil DFL Super Cup 2026: Bayern Munchen Juara Usai Tundukkan Dortmund 2-1
Bundesliga 23 Agustus 2026, 04:59
-
Man of the Match Inter vs Monza: Pio Esposito
Liga Italia 23 Agustus 2026, 01:32
-
Hasil Inter vs Monza: Juara Bertahan Terlalu Perkasa!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 01:25
-
Hasil Leg 1 Final Piala AFF 2026: Vietnam Menang di Kandang Thailand
Tim Nasional 22 Agustus 2026, 22:36
-
Link Streaming Inter vs Monza di Liga Italia, Sabtu 22 Agustus 2026
Liga Italia 22 Agustus 2026, 22:29
-
Bruno Fernandes Kesal MU Kalah dari Hull City: Gini Aja Terus!
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 22:00
-
5 Biang Kerok Kekalahan Manchester United dari Hull City
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 21:30
-
Kalah dari Hull City, Manchester United Catatkan Dua Rekor yang Memalukan
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 20:50
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR