
Bola.net - Bola itu bundar. Kalimat ini kerap dilontarkan untuk menanggapi adanya kejutan di lapangan hijau. Kalimat ini jugalah yang banyak diucapkan orang menanggapi kekalahan Argentina dari Arab Saudi.
Hasil laga tersebut memang mengejutkan. Tak ada satupun parameter statistik yang mengunggulkan Arab Saudi dari Argentina pada laga tersebut. Namun, ternyata bola memang bundar. Arab Saudi sukses mengalahkan Argentina dengan skor 2-1.
Suka Arab Saudi dan duka Argentina sendiri disebut sebagai salah satu kejutan terbesar di sepak bola. Hal ini berdasar perhitungan laman Gracenote, anak lembaga survei Nielsen.
Gracenote menyebut, secara statistik, peluang kemenangan Arab Saudi pada laga kontra Argentina hanya sekitar delapan persen. Ini yang membuat kemenangan ini -secara statistik- sebagai sebuah kejutan.
Selain hasil tersebut, ada hasil sejumlah laga lain -yang dalam perhitungan statistik Gracenote- merupakan kejutan-kejutan terbesar di Piala Dunia.
Laga-laga mana saja yang menjadi kejutan terbesar sepanjang gelaran Piala Dunia? Ini lima di antara mereka.
Ghana vs Republik Ceko - Piala Dunia 2006 - 13,9%
Di peringkat kelima dalam daftar lima kejutan terbesar Piala Dunia ada hasil laga antara Ghana dan Republik Ceko. Menurut Gracenote, peluang hasil ini terjadi ada di angka 13,9 persen.
Ghana dan Ceko tergabung di Grup E Piala Dunia 2006. Pertemuan antara kedua tim ini terjadi pada matchday kedua, 17 Juni 2006.
Dalam laga tersebut, Ghana -yang menelan kekalahan pada laga pertama kontra Italia- sama sekali tak diunggulkan. Terlebih, Ceko berstatus sebagai tim kuda hitam pada turnamen ini.
Namun, pada laga tersebut, Ghana justru mampu unggul cepat, pada menit kedua, melalui Asamoah Gyan. Kemudian, 80 menit berselang, giliran Sulley Muntari mengunci kemenangan mereka.
Ghana sendiri kemudian lolos ke Babak 16 Besar, menemani Italia yang berstatus juara grup. Sementara, Ceko harus rela langkah mereka terhenti di fase grup.
Aljazair vs Jerman Barat - Piala Dunia 1982 - 13,2%
Aljazair harus memulai langkah mereka di Piala Dunia 1982 dengan menghadapi lawan berat. Jerman Barat yang akan menjadi lawan mereka di laga perdana Grup 2 Piala Dunia 1982 merupakan salah satu kekuatan raksasa di lapangan hijau saat itu.
Namun, hasil yang tersaji di El Molinon, Gijon ini memang tak sesuai prediksi banyak pihak. Aljazair justru sukses mengalahkan Jerman Barat dua gol tanpa balas. Dua gol Aljazair para laga tersebut dicetak Rabah Mustapha Madjer dan Lakhdar Belloumi. Sementara, gol Jerman Barat diceploskan Karl-Heinz Rummenigge.
Kendati sukses meraih kemenangan pada laga tersebut, Aljazair tetap tidak lolos dari fase grup. Mereka hanya berada di peringkat ketiga klasemen akhir Grup 2. Selisih gol memasukkan dan kemasukan mereka kalah dari Jerman Barat dan Austria.
Sementara, Jerman Barat sukses melaju ke partai final. Namun, pada babak tersebut mereka harus menelan kekalahan 1-3 dari Italia.
Swiss vs Spanyol - Piala Dunia 2010 - 10,3%
Swiss mungkin tak menyangka harus bertemu Spanyol pada partai perdana mereka di Piala Dunia 2010. Pasalnya, kendati sama-sama tergabung di Grup H, kekuatan kedua tim ini di atas kertas bisa dibilang jomplang.
Jomplangnya kekuatan kedua tim ini juga tampak jelas di lapangan. Spanyol sukses mendominasi permainan dan mendikte Swiss. Namun, Swiss lah yang justru mampu meraih kemenangan pada pertandingan ini. Gol Gelson Fernandes pada menit 52 cukup untuk mengunci kemenangan 1-0 mereka dari Tim Matador,
Namun, hanya itulah kejutan Swiss di Piala Dunia 2010. Dalam dua laga selanjutnya, berturut-turut mereka kalah 0-1 dari Chile dan bermain imbang tanpa gol dengan Honduras.
Swiss sendiri harus puas langkah mereka terhenti di fase grup. Sementara, Spanyol terus melaju hingga akhirnya memenangi edisi Piala Dunia ini.
Amerika Serikat vs Inggris - Piala Dunia 1950 - 9,5%
Kejutan besar lain terjadi pada laga antara Inggris dan Amerika Serikat di Piala Dunia 1950. Waktu itu, Amerika sukses mengalahkan Inggris, yang dipandang sebagai salah satu kekuatan mapan di sepak bola dunia.
Hebatnya lagi, pada ajang ini, skuad Amerika Serikat berstatus semiprofesional. Ini yang membuat mereka kian tak diunggulkan pada laga kontra Inggris.
Dalam laga tersebut, Inggris tampil mendominasi. Namun, justru Amerika yang mampu mencetak gol. Sundulan Joey Gaetjens pada menit 38 sudah cukup untuk menyegel kemenangan Amerika.
Namun, kendati meraih kemenangan pada laga ini, Amerika hanya mampu menjadi juru kunci Grup 2. Sementara, Inggris sendiri menempati peringkat kedua di grup tersebut, di bawah Spanyol.
Arab Saudi vs Argentina - Piala Dunia 2022 - 8,7%
Kejutan terbesar sejauh ini terjadi pada Piala Dunia 2022. Kejutan ini tersaji pada laga antara Arab Saudi dan Argentina.
Arab Saudi sama sekali tak diunggulkan pada laga ini. Terlebih lagi, Argentina merupakan salah satu tim yang diunggulkan untuk memenangi turnamen ini.
Seperti sudah diduga, Argentina mendominasi pada laga ini. Bahkan, baru sepuluh menit laga berjalan, Tim Tango sudah unggul melalui sepakan penalti bintang mereka, Lionel Messi.
Namun, Arab Saudi justru mampu membalikkan keadaan. Mereka berbalik unggul melalui gol-gol Saleh Al-Shehri dan Salem Al-Dawsari. Keunggulan Arab Saudi ini pun bertahan sampai akhir laga.
Saat ini, Arab Saudi memimpin klasemen sementara Grup C. Sementara, Argentina berada di dasar klasemen sementara.
Jangan lupa saksikan Piala Dunia 2022 di SCTV, Indosiar, MOJI, Mentari TV, Nex Parabola dan live streaming di Vidio. Dan ikuti terus berita terbaru Piala Dunia 2022 hanya di Bola.net.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ada Nama Messi, Ini 5 Pemain dengan Kualitas Peluang Tertinggi di Piala Dunia 2022
Piala Dunia 23 November 2022, 21:10
-
Termasuk Kekalahan Argentina dari Arab Saudi, Ini 5 Kejutan Terbesar di Piala Dunia
Piala Dunia 23 November 2022, 19:37
-
Argentina Kalah Dari Arab Saudi, Guillermo Ochoa: Tidak Mempengaruhi Kami
Piala Dunia 23 November 2022, 19:05
-
Piala Dunia 2022: Argentina Keok dari Arab Saudi, Anak Maradona Emosi dan Serang Messi
Piala Dunia 23 November 2022, 17:59
LATEST UPDATE
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09






















KOMENTAR