
Bola.net - Timnas Inggris datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu penantang kuat gelar juara. Namun, pelatih Thomas Tuchel menegaskan bahwa Inggris belum layak ditempatkan sebagai favorit utama turnamen.
Pernyataan itu terus ia ulang sejak skuad Inggris menjalani pemusatan latihan di Amerika Serikat. Tuchel memilih menjaga ekspektasi agar para pemain tetap fokus pada proses yang harus dijalani.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari misi yang telah ia canangkan sejak pertama kali menangani Inggris pada Maret 2025. Tuchel ingin tim bermain dengan semangat meraih kemenangan, bukan dibayangi rasa takut mengalami kegagalan.
Tuchel Tolak Label Favorit

Dalam beberapa kesempatan, Tuchel mendapat pertanyaan mengenai peluang Inggris menjuarai Piala Dunia 2026. Ia selalu merespons dengan nada yang sama dan menolak menempatkan timnya sebagai unggulan utama.
Bahkan ketika berbicara dengan jurnalis dari Portugal, Brasil, dan Spanyol, Tuchel justru menilai negara-negara tersebut memiliki kapasitas besar untuk menjadi juara. Menurutnya, Inggris berada dalam kelompok penantang yang ingin melangkah hingga akhir turnamen.
Fokus pada Proses dan Kerja Keras

Tuchel menilai keberhasilan di Piala Dunia tidak hanya ditentukan kualitas tim. Faktor keberuntungan juga memiliki peran penting dalam perjalanan menuju gelar juara.
Oleh karena itu, ia tidak ingin para pemain terlalu jauh memikirkan trofi ketika turnamen belum dimulai. Sang pelatih lebih menekankan kerja keras, dedikasi, dan fokus pada setiap tahapan pertandingan.
Suasana Santai di Kamp Inggris

Selama berada di Amerika Serikat, para pemain mendapat kebebasan yang cukup besar. Keluarga dan teman dekat diundang ke markas tim untuk menghadiri acara barbeku bersama.
Para pemain juga memiliki waktu luang untuk berlibur dan mengunjungi berbagai tempat di Miami. Bek Inggris, Marc Guehi, bahkan mengaku sempat bersantai di pantai serta bertemu keluarga di kedai kopi setempat.
Kepercayaan Penuh kepada Pemain

Pendekatan Tuchel terbilang berbeda dibanding persiapan turnamen besar yang pernah dijalani Inggris sebelumnya. Para pemain memperoleh ruang lebih luas untuk mengatur aktivitas pribadi mereka.
Meski demikian, kebebasan tersebut tetap berada dalam pengawasan staf pelatih. Para pemain memahami bahwa sikap dan perilaku mereka dapat memengaruhi peluang tampil di Piala Dunia.
Menghilangkan Tekanan Sebelum Turnamen

Tuchel percaya tekanan akan datang secara alami ketika kompetisi semakin dekat. Oleh sebab itu, ia berusaha mengurangi beban psikologis pemain sebelum pertandingan pertama dimainkan.
Pelatih asal Jerman itu tidak ingin menanamkan rasa takut dalam skuadnya. Dengan alasan tersebut, istilah "penantang" akan terus digunakan sepanjang turnamen, sementara label favorit sengaja dijauhkan dari Inggris.
Bagi Tuchel, peluang Inggris meraih gelar tetap terbuka lebar. Namun, jalan menuju trofi hanya bisa ditempuh melalui kerja keras, ketenangan, dan fokus penuh pada setiap langkah yang ada di depan mata.
Sumber: Sky Sports
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Kanada vs Bosnia dan Herzegovina 13 Juni 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 17:30
-
Jadwal Portugal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 17:01
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Korea Selatan vs Ceko 12 Juni 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 17:00
-
Jadwal Argentina di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 16:31
LATEST UPDATE
-
Bisakah Neymar Main di Laga Brasil vs Maroko? Begini Kata Carlo Ancelotti
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:55
-
Kapan Brasil vs Maroko Main, Jam Berapa?
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:10
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:01
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belanda vs Jepang 15 Juni 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:00
-
Hasil Race 1 WorldWCR Emilia Romagna 2026: Maria Herrera Bekuk Beatriz Neila
Otomotif 13 Juni 2026, 17:37
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28
























KOMENTAR