
Bola.net - Timnas Portugal sukses menjuarai UEFA Nations League 2024/2025. Menariknya, keberhasilan ini menghadirkan sebuah cerita yang terasa familiar: Cristiano Ronaldo kembali mengalami cedera di partai final, layaknya yang terjadi di Euro 2016.
Portugal memastikan gelar juara setelah mengalahkan Spanyol dalam partai final yang berlangsung di Allianz Arena, Senin (9/6) dini hari WIB. Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir imbang 2-2 di waktu normal, sebelum Portugal memastikan kemenangan 5-3 lewat adu penalti.
Ini menjadi trofi ketiga yang diraih Portugal di level tim nasional. Sebelumnya, mereka merengkuh gelar juara UEFA Nations League edisi perdana pada 2019 dan Euro 2016. Menariknya, kemenangan tahun ini kembali membawa cerita emosional yang melibatkan sang megabintang, Cristiano Ronaldo.
Dua momen penting tersebut memiliki benang merah yang unik. Ronaldo, sosok yang selama ini identik dengan kekuatan dan determinasi, justru mengalami cedera di dua final paling bersejarah. Meski tak bisa melanjutkan laga, kontribusinya sebagai pemimpin tetap menjadi sorotan utama, bukan sekadar perannya sebagai pencetak gol.
Euro 2016: Saat Sang Kapten Tumbang, Timnya Bangkit

Final Euro 2016 yang digelar di Stade de France mempertemukan Portugal dengan tuan rumah Prancis. Ronaldo, yang saat itu masih berada di puncak performa, memulai laga sebagai starter dan diharapkan menjadi pembeda. Namun, nasib berkata lain.
Pada menit ke-20, sebuah tekel dari Dimitri Payet membuatnya mengalami cedera lutut dan tak bisa melanjutkan pertandingan. Tangis Ronaldo kala ditandu keluar menjadi gambaran kekecewaan yang dirasakan seluruh rakyat Portugal.
Namun dari balik kepedihan itu, muncul sisi lain dari sang kapten. Dengan perban di lutut dan tangan, ia berdiri di pinggir lapangan mendampingi pelatih Fernando Santos, memberi arahan dan motivasi. Ia tampil bak asisten pelatih dadakan, menolak menyerah meski tak lagi berada di atas lapangan.
Puncak momen bersejarah itu terjadi di menit ke-109 ketika Eder mencetak gol tunggal kemenangan. Ronaldo mungkin tidak beraksi di lapangan saat gol tercipta, tapi semangat dan pengaruhnya terasa hingga peluit akhir.
UEFA Nations League 2025: Deje Vu Kepemimpinan Ronaldo

Sembilan tahun berselang, skenario serupa kembali hadir. Di final UEFA Nations League 2025, Portugal kembali bertemu rival tangguh, Spanyol, yang berstatus juara Euro 2024 dan diperkuat pemain muda sensasional Lamine Yamal.
Ronaldo, yang kini berusia 40 tahun, tetap dipercaya sebagai starter. Walau tidak lagi secepat dulu, naluri mencetak golnya masih terasah tajam. Pada menit ke-61, ia mencetak gol penyeimbang yang membuat skor menjadi 2-2. Gol tersebut menjadi pelecut semangat rekan-rekannya untuk terus berjuang.
Namun, ujian kembali datang. Pada menit ke-88, Ronaldo harus ditarik keluar akibat cedera, dan posisinya digantikan oleh Goncalo Ramos. Momen itu seolah mengingatkan publik pada final Euro 2016.
Pertandingan pun dilanjutkan ke babak adu penalti. Dari bangku cadangan, Ronaldo hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya bertarung. Ramos, yang menggantikan dirinya, mencetak gol penalti dan Portugal dengan skor 5-3.
Portugal pun kembali mengangkat trofi, kali ini UEFA Nations League. Sebuah kisah epik kembali terukir, di mana Ronaldo, meski tak menuntaskan pertandingan, tetap berperan besar sebagai sosok inspiratif dalam perjalanan tim menuju tangga juara.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Bermain Sambil Menahan Sakit, Portugal Tetap Juara!
Piala Eropa 9 Juni 2025, 12:14
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR