Bola.net - Sir Alex Ferguson tidak pernah menjadi pendukung terbesar Inggris, namun manajer Manchester United tersebut memainkan perannya dengan meyakinkan Gary Neville untuk bergabung sebagai staf pelatih Roy Hodgson, bagi Euro 2012.
Neville masih perlu "mencubit diri sendiri" saat ia ditanyai oleh Football Association (FA) untuk menerima semacam peran senior di kamp pelatihan, meski ia kerap berbeda pendapat dengan organisasi itu saat masih aktif bermain.
Mantan kapten Manchester United ini jarang ragu untuk menyampaikan pendapatnya, dan banyak pihak menilai Hodgson membuat keputusan cerdas sebagai pelatih Timnas Inggris yang baru, dengan membawa Neville ke dalam timnya.
Setelah tampil impresif sebagai analis televisi pada musim lalu, Neville mengejutkan semua orang ketika FA bertanya padanya, apakah ia akan mempertimbangkan untuk bekerja bersama Hodgson untuk empat tahun ke depan.
Meski ia berkomitmen pada Inggris, dengan melakukan 85 penampilan untuk timnas, pria 37 tahun ini perlu meyakinkan diri bahwa keputusan ini adalah tindakan tepat di fase karirnya ini.
Neville kemudian berbalik ke mantan manajer klubnya, yang secara mengejutkan sudah tahu mengenai tawaran tersebut, setelah melakukan pembicaraan panjang dengan Hodgson sepuluh hari sebelumnya.
"Peran yang Roy bicarakan, ia (Ferguson) berpikir bahwa itu akan sangat bagus untuk saya, ia positif," ungkap Neville.
"Saya tahu sebelum saya berangkat ke pertemuan itu, bahwa itu adalah sesuatu yang ingin saya lakukan. Saya ingin ia (Ferguson) menjadi salah satu orang pertama yang mengetahuinya."
"Saya panik saat berjalan ke kantornya, namun ia tahu mengenai hal itu sepuluh hari sebelum saya, seperti biasa. Roy telah berbicara kepadanya. Itu sudah khas."
"Saya mendapat pesan singkat (dari Adrian Bevington di FA) yang berkata saya ingin berbicara suatu hal yang sangat rahasia dengan anda. Saya pikir: 'Apa saya berbuat salah?"
"Atau, 'sesuatu dapat terjadi di sini.' Saya merasa seperti itu adalah momen khusus di hidupku, momen penting adalah caraku untuk menjelaskannya."
"Rasa frustasiku dengan Inggris adalah karena kami tidak pernah memenangi trofi, dan mudah-mudahan pada empat tahun ke depan, saya dapat menjadi bagian dari tim yang mampu meraih posisi sukses."
Neville bukan sosok yang asing dengan kontroversi di timnas Inggris pada beberapa tahun terakhir. Beberapa pihak mengingat bahwa ia menyerukan aksi mogok para pemain timnas, setelah Rio Ferdinand dihukum karena melewatkan uji obat-obatan rutin pada 2003.
Ia juga mengecam FA atas tindakan mereka saat menangani hukuman Wayne Rooney, yang memaki di depan kamera televisi pada tahun lalu, dan pencopotan ban kapten John Terry pada Februari.
Namun FA tampaknya mampu menyingkirkan masa lalu tersebut dan merasa Neville dapat memainkan peran utama untuk mendukung pemain-pemain Inggris, dengan kekayaan pengalamannya.
"Di sepanjang waktu saya telah berbicara (kritis) mengenai FA, itu selalu hanya merupakan satu insiden," kata Neville. "Itu tidak meluas: 'Organisasi itu begitu dan begini'. Itu merupakan insiden-insiden tertentu."
"Beberapa kali saya dapat melihat ke belakang dan berpikir bahwa mungkin saya harus mengatur diriku dengan berbeda, namun kami ada di tempat kami sekarang, dan saya telah berkata terus menerus selama sepuluh sampai 12 tahun terakhir, bahwa ada begitu banyak orang baik di FA." (afp/lex)
Neville masih perlu "mencubit diri sendiri" saat ia ditanyai oleh Football Association (FA) untuk menerima semacam peran senior di kamp pelatihan, meski ia kerap berbeda pendapat dengan organisasi itu saat masih aktif bermain.
Mantan kapten Manchester United ini jarang ragu untuk menyampaikan pendapatnya, dan banyak pihak menilai Hodgson membuat keputusan cerdas sebagai pelatih Timnas Inggris yang baru, dengan membawa Neville ke dalam timnya.
Setelah tampil impresif sebagai analis televisi pada musim lalu, Neville mengejutkan semua orang ketika FA bertanya padanya, apakah ia akan mempertimbangkan untuk bekerja bersama Hodgson untuk empat tahun ke depan.
Meski ia berkomitmen pada Inggris, dengan melakukan 85 penampilan untuk timnas, pria 37 tahun ini perlu meyakinkan diri bahwa keputusan ini adalah tindakan tepat di fase karirnya ini.
Neville kemudian berbalik ke mantan manajer klubnya, yang secara mengejutkan sudah tahu mengenai tawaran tersebut, setelah melakukan pembicaraan panjang dengan Hodgson sepuluh hari sebelumnya.
"Peran yang Roy bicarakan, ia (Ferguson) berpikir bahwa itu akan sangat bagus untuk saya, ia positif," ungkap Neville.
"Saya tahu sebelum saya berangkat ke pertemuan itu, bahwa itu adalah sesuatu yang ingin saya lakukan. Saya ingin ia (Ferguson) menjadi salah satu orang pertama yang mengetahuinya."
"Saya panik saat berjalan ke kantornya, namun ia tahu mengenai hal itu sepuluh hari sebelum saya, seperti biasa. Roy telah berbicara kepadanya. Itu sudah khas."
"Saya mendapat pesan singkat (dari Adrian Bevington di FA) yang berkata saya ingin berbicara suatu hal yang sangat rahasia dengan anda. Saya pikir: 'Apa saya berbuat salah?"
"Atau, 'sesuatu dapat terjadi di sini.' Saya merasa seperti itu adalah momen khusus di hidupku, momen penting adalah caraku untuk menjelaskannya."
"Rasa frustasiku dengan Inggris adalah karena kami tidak pernah memenangi trofi, dan mudah-mudahan pada empat tahun ke depan, saya dapat menjadi bagian dari tim yang mampu meraih posisi sukses."
Neville bukan sosok yang asing dengan kontroversi di timnas Inggris pada beberapa tahun terakhir. Beberapa pihak mengingat bahwa ia menyerukan aksi mogok para pemain timnas, setelah Rio Ferdinand dihukum karena melewatkan uji obat-obatan rutin pada 2003.
Ia juga mengecam FA atas tindakan mereka saat menangani hukuman Wayne Rooney, yang memaki di depan kamera televisi pada tahun lalu, dan pencopotan ban kapten John Terry pada Februari.
Namun FA tampaknya mampu menyingkirkan masa lalu tersebut dan merasa Neville dapat memainkan peran utama untuk mendukung pemain-pemain Inggris, dengan kekayaan pengalamannya.
"Di sepanjang waktu saya telah berbicara (kritis) mengenai FA, itu selalu hanya merupakan satu insiden," kata Neville. "Itu tidak meluas: 'Organisasi itu begitu dan begini'. Itu merupakan insiden-insiden tertentu."
"Beberapa kali saya dapat melihat ke belakang dan berpikir bahwa mungkin saya harus mengatur diriku dengan berbeda, namun kami ada di tempat kami sekarang, dan saya telah berkata terus menerus selama sepuluh sampai 12 tahun terakhir, bahwa ada begitu banyak orang baik di FA." (afp/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Shevchenko Berharap Kejayaan Euro di Rumah Sendiri
Piala Eropa 2 Juni 2012, 22:14
-
Iniesta : Euro 2012 Lebih Sulit Dari Piala Dunia 2010
Piala Eropa 2 Juni 2012, 22:04
-
Karena Ferguson Gary Neville Masuk Tim Kepelatihan Inggris
Piala Eropa 2 Juni 2012, 21:35
-
Loew: Bintang Munich Akan Mencari Penawar Luka di Euro
Piala Eropa 2 Juni 2012, 19:01
-
Jadwal Televisi 2 Juni 2012, 12:03

LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sporting CP vs Arsenal: David Raya
Liga Champions 8 April 2026, 06:26
-
Kekalahan Pertama Real Madrid dari Bayern Munchen dalam 14 Tahun
Liga Champions 8 April 2026, 04:31
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32























KOMENTAR