
Bola.net - Ada dua momen di mana Zinedine Zidane menarik perhatian dunia. Yang masih segar diingatan jelas saat dirinya menanduk bek Italia, Marco Materazzi, pada final Piala Dunia 2006 lalu. Namun yang paling mengesankan adalah ketika Zidane menunjukkan aksi sihirnya di Piala Eropa tahun 2000 silam.
Zidane menunjukkan dirinya sebagai seorang trequartista yang memiliki atribut lengkap: dribbling, visi, hingga akurasi umpan luar biasa. Tidak jarang juga ia menampilkan ketajamannya dalam urusan mencetak gol.
Nama Zidane di kancah internasional sendiri sejatinya telah harum sejak dua tahun sebelumnya. Kala itu, ia berkontribusi besar dalam kesuksesan Timnas Prancis menjuarai ajang Piala Dunia. Bahkan dia mempersembahkan dua gol pada babak final dan membantu Les Blues mengalahkan Brasil dengan skor 3-0.
Serangkaian aksi-aksinya di level klub bersama Juventus pun membuat dirinya datang ke pentas Piala Eropa 2000 membawa status salah satu pemain terbaik dunia. Tidak heran, kemilau Zidane sangat dinantikan di ajang tersebut.
Zidane mewujudkan harapan penikmat sepak bola dengan sajian penampilan yang memanjakan mata para penikmat sepak bola. Ia pun dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam ajang tersebut.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kemilau Zidane di Piala Eropa 2000
Sebagai permulaan, Prancis menghuni Grup D bersama Belanda, Republik Ceko, dan Denmark. Torehan mereka dinodai oleh kekalahan di tangan Belanda, namun aksi individu Zidane dalam setiap pertandingan hampir tak ada cacatnya.
Zidane mencatatkan dua gol di sepanjang kompetisi, yang semuanya dibukukan pada fase gugur. Setiap golnya begitu krusial dan dilesakkan dengan sangat indah oleh maestro. Salah satunya adalah ketika Prancis bertemu Spanyol pada babak perempat final.
Prancis keluar sebagai pemenang dalam laga tersebut dengan skor 2-1, di mana gol pertamanya dicetak melalui tendangan bebas Zidane. Sepakan melengkungnya tak mampu dijangkau oleh Santiago Canizares yang telah melakukan aksi terbang demi menghalaunya.
Babak semifinal berlangsung dramatis, dan Zidane punya andil besar di baliknya. Pada saat itu, Prancis bertemu Portugal yang keluar dari fase grup dengan raihan poin sempurna, sembilan, dan menyingkirkan Turki di perempat final dengan skor 2-0.
Sudah pasti, Portugal menjadi tim yang sangat sulit untuk ditaklukkan Les Blues. Selama 90 menit, kedua tim hanya bermain imbang 1-1. Di mana kedua gol dicetak oleh Thierry Henry dan Nuno Gomes.
Kedudukan imbang itu bertahan cukup lama. Aromanya seperti kedua tim bakal berlanjut sampai babak adu penalti. Namun semuanya berubah di menit ke-117, ketika pemain Portugal, Abel Xavier, melakukan handsball di kotak terlarang.
Momen itu sangat krusial. Inilah kesempatan buat Prancis untuk mengakhiri pertandingan lebih cepat karena aturan golden goal. Kendati demikian, Zidane tidak tertekan dan mampu melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor penalti dengan sangat baik. Prancis pun keluar sebagai pemenang.
Pada babak final, Prancis bertemu dengan Italia yang dikenal sebagai salah satu rival terberatnya. Pertandingan berlangsung intens. Zidane berkali-kali dihadang Demetrio Albertini. Akan tetapi, butuh lebih dari sekadar Albertini untuk menghentikan dirinya di pertandingan tersebut.
Zidane memang tidak menghaslkan gol maupun assist. Malah David Trezeguet yang lebih dikenang karena mencetak golden goal pada menit ke-103. Meski begitu, aksi Zidane di partai puncak itu pantas dilabeli masterclass tanpa perlu diragukan lagi.
(Berbagai sumber)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Profil Stadion Euro 2020 (Euro 2021): Johan Cruyff Arena
Piala Eropa 3 Mei 2021, 14:27
-
Profil Stadion Euro 2020 (Euro 2021): Hampden Park Glasgow
Piala Eropa 2 Mei 2021, 14:00
-
Profil Stadion Euro 2020 (Euro 2021): Arena Nationala Bucharest
Piala Eropa 1 Mei 2021, 22:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR