
Laga tak berjalan semulus yang diharapkan oleh Jerman walau mereka berstatus sebagai tuan rumah. Irlandia memberikan permainan yang berani dan lugas. Der Panser memiliki cukup banyak peluang, namun hanya satu yang bisa dikonversi menjadi gol, yakni melalui sepakan keras Toni Kroos. Namun, Irlandia berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir babak kedua melalui sontekan bek tengah mereka, John O'Shea.
Walau berstatus sebagai tamu, namun Irlandia tak gentar dan bahkan mencoba memberikan shock therapy pada Jerman begitu babak pertama dimulai.
Namun, usaha Robbie Keane dkk gagal. Skuat Jerman bisa menetralisir ancaman sang tamu dan mulai merangsek maju menekan pertahanan Irlandia. Hasilnya terlihat di menit ke-7. Serangan Panser berhasil diblok oleh barisan pertahanan sang tamu. Bola jatuh ke kaki Durm. Dari jarak sekitar 30 meter, ia melepas tendangan voli nan keras yang tak bisa dijangkau Forde. Namun, bola justru tepat mengarah ke mistar gawang.
Tujuh menit berselang, Jerman kembali mendapat peluang. Rudiger yang berdiri di kotak penalti berhasil menanduk bola hasil umpan Thomas Muller. Sayang, bola masih melenceng dari sasaran.
Setelah itu, laga berjalan kian ketat. Irlandia bermain gagah berani. Mereka tak sungkan untuk meladeni permainan menyerang Jerman. Sayang, mereka masih tak bisa menembus benteng Panser. Bola pun akhirnya banyak bergulir di lini tengah.
Hingga babak pertama berakhir, tak ada gol yang tercipta di laga ini.
Der Panser tampil lebih trengginas dan lebih tajam di babak kedua. Bermain dengan tempo sedikit lebih tinggi, mereka berhasil menekan pertahanan Irlandia.
Lima menit setelah laga dimulai, Jerman mulai memberikan terornya pada Irlandia melalui sepakan keras Podolski. Namun, tendangan jarak jauh tersebut masih bisa dimentahkan oleh Forde dan menghasilkan sepak pojok.
Berikutnya, giliran Bellarabi yang menguji kesigapan Forde. Di menit ke-52, ia berhasil masuk kotak penalti Irlandia dari sisi kiri. Dari jarak dekat, ia melepas sepakan keras. Namun bola masih bisa dihalau keluar Forde.
Setelah itu giliran Kroos yang mengancam gawang sang tamu. Kroos melepas sepakan keras dari jarak sekitar 18 meter di menit ke-52. Namun bola masih bisa ditepis dengan gemilang oleh Forde.
Gol yang ditunggu-tunggu Jerman akhirnya tercipta pada menit ke-71. Kali ini usaha Kroos membuahkan hasil. Sepakannya dari luar kotak penalti deras ke arah sudut kanan bawah Irlandia tanpa bisa dibendung Forde. 1-0 Jerman memimpin.
Tekanan Jerman sedikit menurun setelah gol tersebut. Hal itu memberi Irlandia kesempatan untuk bisa menekan pertahanan skuat asuhan Joachim Loew tersebut.
Hasilnya terlihat di menit ke-94. Saat laga terlihat bakal berakhir manis bagi Jerman, Irlandia justru membuat mereka gigit jari. John O'Shea berhasil menjebol gawang Neuer dari dalam kotak penalti setelah mendapat umpan dari Jeff Hendrick. Skor berimbang 1-1.
Gol itu menjadi penutup laga tersebut. Jerman pun harus puas dengan hasil imbang 1-1 itu. Dengan hasil tersebut, mereka kini tetap berada di posisi ketiga klasemen grup D dengan koleksi poin 4 dari tiga laga. Sementara itu, Irlandia tetap berada di posisi kedua dengan poin 7 dari jumlah laga yang sama.
Susunan Pemain:
Jerman (4-2-3-1): Neuer; Rudiger, Boateng, Hummels, Durm; Ginter (Podolski), Kroos; Bellarabi (Rudy), Gotze, Draxler (Kruse); Muller.
Irlandia (4-4-2): Forde; Meyler, O'Shea, Wilson, Ward; McGeady, Quinn (Hoolahan), Whelan (Hendrick), McClean; Walters, Keane (Gibson).
Statistik Pertandingan Jerman - Irlandia:
Penguasaan bola: 65% - 35%
Shots (on goal): 22 (8) - 4 (1)
Corner: 9 - 1
Pelanggaran: 10 - 10
Offside: 3 - 4
Kartu kuning: 0 - 2
Kartu merah: 0 - 0. (bola/dim)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Review: O'Shea Bawa Irlandia Imbangi Jerman
Piala Eropa 15 Oktober 2014, 03:53
-
Review: Ronaldo Beri Tiga Poin Bagi Portugal
Piala Eropa 15 Oktober 2014, 03:51
-
Review: Prancis Lanjutkan Kemenangan
Piala Eropa 15 Oktober 2014, 01:30
-
Review: Belanda Jadi Korban Ketiga Islandia
Piala Eropa 14 Oktober 2014, 03:44
-
Uruguay Menang, Luis Suarez Dua Gol
Piala Dunia 14 Oktober 2014, 01:12
LATEST UPDATE
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
-
Prediksi Arsenal vs Liverpool 9 Januari 2026
Liga Inggris 8 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR