Bola.net - Bintang Belanda dan Bayern Munich, Arjen Robben menggambarkan musim 2011-12 ini sebagai yang terburuk di sepanjang karirnya bermain.
Di level klub musim ini, Robben harus akrab dengan posisi runner up. Di liga domestik, Robben bersama Bayern harus puas berada di posisi runner up di bawah Borussia Dortmund, seperti yang terjadi di Piala Jerman dan Liga Champions. FC Hollywood dipaksa menelan kekalahan di final, masing-masing dari Dortmund di Piala Jerman dan Chelsea di final Liga Champions.
Robben kemudian bertekad bangkit dan membalas di gelaran Euro 2012. Namun rupanya winger lincah ini kembali harus sakit hati melihat Belanda tersingkir lebih awal secara mengenaskan. Pulang tanpa meraih satu poin pun di babak penyisihan Grup B.
"Ini adalah musim terburuk di sepanjang hidup saya," ucap Robben kepada Goal.com. "Segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik dengan Bayern maupun bersama timnas Belanda."
"Perasaan yang sungguh luar biasa menyakitkan karena saya antusias di awal musim ini. Jika di final Liga Champions adalah sebuah syok, maka kekecewaan bersama timnas lebih besar lagi."
"Bahkan dalam pandangan paling pesimis pun, tidak ada yang bakal menyangka kami akan tersingkir dari babak penyisihan grup tanpa poin dari tiga pertandingan," pungkas Robben. (goal/mac)
Di level klub musim ini, Robben harus akrab dengan posisi runner up. Di liga domestik, Robben bersama Bayern harus puas berada di posisi runner up di bawah Borussia Dortmund, seperti yang terjadi di Piala Jerman dan Liga Champions. FC Hollywood dipaksa menelan kekalahan di final, masing-masing dari Dortmund di Piala Jerman dan Chelsea di final Liga Champions.
Robben kemudian bertekad bangkit dan membalas di gelaran Euro 2012. Namun rupanya winger lincah ini kembali harus sakit hati melihat Belanda tersingkir lebih awal secara mengenaskan. Pulang tanpa meraih satu poin pun di babak penyisihan Grup B.
"Ini adalah musim terburuk di sepanjang hidup saya," ucap Robben kepada Goal.com. "Segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik dengan Bayern maupun bersama timnas Belanda."
"Perasaan yang sungguh luar biasa menyakitkan karena saya antusias di awal musim ini. Jika di final Liga Champions adalah sebuah syok, maka kekecewaan bersama timnas lebih besar lagi."
"Bahkan dalam pandangan paling pesimis pun, tidak ada yang bakal menyangka kami akan tersingkir dari babak penyisihan grup tanpa poin dari tiga pertandingan," pungkas Robben. (goal/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Kemenangan, Staff Azzurri Berjalan 21 Km
Piala Eropa 20 Juni 2012, 23:00
-
Del Bosque: Prancis Lawan Paling Sulit
Piala Eropa 20 Juni 2012, 22:00
-
Blatter: GLT Sudah Menjadi Keharusan
Piala Eropa 20 Juni 2012, 21:58
-
Cech: Ronaldo Luar Biasa dan Berbahaya
Piala Eropa 20 Juni 2012, 21:00
-
Torres: Spanyol Masih Bisa Lebih Hebat
Piala Eropa 20 Juni 2012, 20:30
LATEST UPDATE
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR