
Bola.net - Xabi Alonso mengakhiri kiprahnya bersama Real Madrid setelah final Piala Super Spanyol. Kepergian ini dikonfirmasi klub tak lama setelah kekalahan dari Barcelona.
Hasil di partai final bukan satu-satunya alasan di balik pemecatan tersebut. Sejumlah persoalan internal turut mempercepat berakhirnya masa jabatan Alonso di Santiago Bernabeu.
Tekanan sudah menyertai Alonso sejak beberapa waktu sebelumnya. Hubungan yang tidak harmonis dengan ruang ganti menjadi isu yang sulit dihindari.
Menurut laporan ESPN, ada tiga hal utama yang paling disesalkan Alonso selama menangani Real Madrid. Ketiganya memberi gambaran jelas soal tantangan besar yang ia hadapi dalam periode singkat itu.
Kontribusi Pemain Bintang yang Tidak Maksimal

Salah satu kekecewaan terbesar Xabi Alonso berkaitan dengan performa pemain-pemain kunci. Ia menilai kontribusi sejumlah nama besar tidak sesuai ekspektasi sepanjang tahun kalender 2025.
Pemain seperti Jude Bellingham dan Vinicius Junior disebut tampil jauh dari level terbaiknya. Minimnya dampak mereka membuat performa tim tidak konsisten di berbagai kompetisi.
Situasi ini membuat Real Madrid terlalu bergantung pada Kylian Mbappe. Ketergantungan tersebut menjadi catatan negatif yang sangat disesalkan Alonso di akhir masa tugasnya.
Gagal Menerapkan Ide dan Otoritas Pelatih

Xabi Alonso juga kecewa karena kesulitan menerapkan gagasan kepelatihannya secara utuh. Lingkungan Real Madrid dinilai lebih didominasi oleh pemain ketimbang pelatih.
Alonso sempat membawa pendekatan baru dengan ide taktis yang radikal serta intensitas latihan tinggi. Namun, sebagian besar pemain menolak perubahan tersebut.
Penolakan itu bahkan memicu sindiran Alonso pada November lalu. Ia sempat melontarkan komentar bernada kecewa yang menggambarkan rapuhnya kendali di dalam tim.
Penyesalan Pribadi dan Harmoni Tim

Selain faktor eksternal, Alonso juga menyimpan penyesalan terhadap dirinya sendiri. Ia merasa ada beberapa situasi yang seharusnya bisa ditangani dengan cara berbeda.
Menurutnya, pendekatan yang lebih tepat mungkin dapat menjaga keharmonisan skuad. Beberapa insiden internal dinilai berdampak besar terhadap suasana tim.
Kesadaran ini muncul seiring berakhirnya masa jabatannya di Real Madrid. Alonso menilai kegagalan membangun harmoni menjadi pelajaran penting dalam karier kepelatihannya.
Sumber: Madrid Universal
Klasemen La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Siapa Pelatih Real Madrid Castilla Setelah Alvaro Arbeloa Promosi ke Tim Senior?
Liga Spanyol 14 Januari 2026, 16:13
-
Real Madrid Ganti Pelatih, Apakah Endrick Akan Pulang dari Lyon?
Liga Spanyol 14 Januari 2026, 16:00
-
Insiden di Sesi Latihan yang Memicu Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid
Liga Spanyol 14 Januari 2026, 14:28
-
3 Bintang Real Madrid yang Bermasalah dengan Kepemimpinan Xabi Alonso
Liga Spanyol 14 Januari 2026, 13:55
-
3 Hal yang Bikin Xabi Alonso Kecewa Selama Menangani Real Madrid
Liga Spanyol 14 Januari 2026, 13:38
LATEST UPDATE
-
Lewis Hall ke Manchester United? Kayaknya Bakal Susah Deh!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 11:30
-
Tepati Janji! Marc Cucurella Segera Buat Tatto Luis De La Fuente
Piala Dunia 21 Juli 2026, 11:00
-
Manchester United Mundur dari Perburuan Cysencio Summerville?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 10:30
-
Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
Liga Inggris 21 Juli 2026, 10:00
-
Usai Rogers, Chelsea Kebut Transfer Bek Timnas Prancis Ini
Liga Inggris 21 Juli 2026, 08:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55




















KOMENTAR