
Bola.net - Barcelona menghadapi ujian berat usai dibantai Atletico Madrid 0-4 pada leg pertama semifinal Copa del Rey di Metropolitano, Kamis waktu setempat. Kekalahan telak itu membuat peluang lolos ke final menjadi tantangan besar bagi tim asuhan Hansi Flick.
Empat gol Atletico seluruhnya tercipta di babak pertama. Situasi tersebut memaksa Barcelona mengejar defisit besar saat leg kedua digelar di Spotify Camp Nou pada 3 Maret mendatang.
Di tengah tekanan, Flick tetap menyatakan keyakinan timnya bisa bangkit. Pertanyaannya, mampukah Barcelona membalikkan keadaan di kandang sendiri?
Flick Akui Barcelona Dapat Pelajaran

Petaka Barcelona dimulai dari gol bunuh diri Eric Garcia yang membuka keunggulan tuan rumah. Atletico kemudian melanjutkan tekanan melalui gol Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez sebelum turun minum.
Flick tidak menutup-nutupi kekecewaannya terhadap performa tim di babak pertama.
"Kami tidak bermain dengan baik di babak pertama sebagai sebuah tim. Jarak antarpemain terlalu jauh. Kami tidak menekan seperti yang kami inginkan," ungkap Flick.
"Dalam 45 menit pertama atau lebih, kami mendapat pelajaran. Kadang itu bagus di momen yang tepat. Mungkin hari ini adalah momen yang tepat."
Hansi Flick Tetap Bangga dengan Skuad Barcelona

Kalah telak dari Atletico memang mengecewakan dan Hansi Flick sudah mengakui itu. Meski demikian, ia tetap membela skuadnya secara keseluruhan.
"Saya tetap bangga dengan tim saya, mungkin bukan hari ini di 45 menit pertama, tetapi sepanjang musim. Jika Anda melihat berapa banyak cedera yang kami alami sepanjang musim dan bagaimana kami beradaptasi. Hari ini kekalahan berat, tetapi saya bangga dengan tim saya," lanjut Flick.
"Kami akan bangkit. Kami harus memulai dari awal pertandingan. Jika Anda melihat pemain Atletico, mereka punya lebih banyak kemauan, lebih punya hasrat tinggi. Itu yang saya inginkan sejak menit pertama. Kami tidak menunjukkannya di babak pertama."
"Kami punya leg kedua. Kami akan berjuang untuk itu. Jika kami mampu menang di setiap babak 2-0, itu target kami. Kami butuh dukungan suporter di Camp Nou dan kita lihat apa yang terjadi."
Menunggu Kebangkitan Barcelona di Leg Kedua
Barcelona sebenarnya sempat menunjukkan perbaikan selepas jeda. Pau Cubarsi bahkan mencetak gol pada menit ke-51, tetapi dianulir karena offside setelah tinjauan VAR yang berlangsung lebih dari enam menit.
Keputusan tersebut memicu kemarahan Flick. "Apa yang harus saya katakan? Kami mulai dengan kartu kuning. Biasanya pada aksi pertama, pelanggaran terhadap Alejandro Balde itu kartu kuning, pasti," kata Flick.
"Lalu semuanya mungkin berbeda. Tapi dia mengundang mereka bermain seperti itu. Jadi semuanya berbeda."
"Soal gol yang dianulir, ayolah, bagi saya itu kacau. Mereka harus menunggu tujuh menit, ayolah. Mereka menemukan sesuatu dalam tujuh menit itu? Oke," imbuhnya.
"Ketika saya melihat situasi itu, jelas tidak offside. Mungkin mereka melihat sesuatu yang berbeda. Kalau begitu beri tahu kami. Tidak ada komunikasi. Itu sangat buruk di sini."
Situasi Alot untuk Skuad Barcelona
Penderitaan Barcelona bertambah ketika Eric Garcia mendapat kartu merah di akhir laga, membuat tim tamu bermain dengan 10 orang dalam lima menit terakhir plus 10 menit tambahan waktu.
Meski tertinggal agregat empat gol, peluang belum sepenuhnya tertutup. Leg kedua di Camp Nou memberi Barcelona kesempatan terakhir untuk menunjukkan respons, terlebih mereka akan mendapat dukungan penuh suporter.
Dengan target menang 2-0 di tiap babak seperti yang ditegaskan Flick, misi comeback kini menjadi satu-satunya jalan menuju final menghadapi Real Sociedad atau Athletic Club.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Siap Balas PSG Usai Insiden Pembajakan Dro Fernandez, Targetnya Bek Muda Ini!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 17:25
-
Barcelona Berada di Batas Logika dan Membutuhkan Malam Sempurna
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 17:00
-
Kontroversi VAR 8 Menit untuk Anulir Gol Pau Cubarsi: Barcelona Dirugikan Wasit!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 15:32
-
Ini Tanggal Penentuan Masa Depan Robert Lewandowski di Barcelona
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 14:28
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR