
Bola.net - Barcelona memang masih berada di jalur persaingan juara pada musim 2019/2020, baik di La Liga maupun di Liga Champions. Namun, di balik keperkasaan Blaugrana, mereka punya lima masalah kronis yang membuat klub berada di titik nadir.
Quique Setien menggantikan Ernesto Valverde yang dipecat manajemen El Barca. Ia dituntut membereskan aneka masalah di klub barunya yang sudah terjadi dua musim terakhir. Keputusan Barcelona menunjuk Quique Setien sebagai pelatih baru bisa dibilang cukup megejutkan. Pelatih berusia 61 tahun bukanlah sosok yang populer.
Apalagi sebelum ditunjuk sebagai pelatih Los Cules, Setien sedang tidak melatih klub manapun. Klub terakhir yang ditangani Setien ialah Real Betis sebelum didepak manajemen klub tersebut.
Kini, Quique Setien resmi menjadi juru taktik Lionel Messi dkk. Sederet tugas berat sudah menanti Setien.
Quique Setien dituntut membuat Barcelona kembali berjaya, baik di kancah domestik maupun Eropa. Kali terakhir El Barca merengkuh trofi bergengsi Eropa, Liga Champions, pada musim 2014-2015.
Setelah itu performa Barcelona justru menurun. El Barca kerap terhenti di babak perempat final, terutama dalam tiga musim terakhir.
Setien paling tidak bisa mempertahan posisi puncak klasemen La Liga sehingga bisa kembali mempertahan gelar juara yang diraih Ernesto Valverde secara berturut-turut. Bisakah sang bos baru melakukan itu? Jelas tidak mudah. Sudah terlalu banyak masalah pelik menimpa Barcelona.
Apa-apa saja masalah klub satu ini? Simak ulasan di bawah ini.
Manajemen yang Amburadul

Dua mantan pemain Barcelona, Carles Puyol dan Xavi Hernandes, pernah menolak jabatan bersama mantan klubnya tersebut. Satu di antara alasan yang membuat dua legenda tersebut menolak mengambil jabatan di El Barca ialah kekacauan politik klub.
Kondisi tersebut juga yang membuat Pep Guardiola memilih pergi dari Camp Nou. Seperti diketahui, Josep Maria Bartomeu membuat beberapa keputusan kontroversial selama menjabat posisi presiden di Barcelona.
Satu di antara kebijakan yang paling banyak menuai sorotan ialah saat membiarkan Neymar hengkang ke Paris-Saint Germain. Sikap Bartomeu tersebut langsung membuat publik geram.
Saat ini, Bartomeu sedang dalam periode keduanya menjabat sebagai Presiden. Bukan tidak mungkin akan ada babak politik baru di tubuh Barcelona.
Setien harus bisa mengatasi pengaruh berat di luar lapangan.
Permainan Tiki-taka yang Mulai Usang

Barcelona dikenal dengan penguasaan bola. Terutama saat El Barca berada di bawah kendali Pep Guardiola.
Namun, perlahan tapi pasti ciri khas tersebut mulai hilang. Setelah Guardiola pergi, beberapa pelatih seperti Tata Martino, Luis Enrique dan Ernesto Valverde dianggap tidak memiliki prinsip sepak bola yang sama dengan Guardiola.
Di sisi lain, Setien memang tak sepopuler dengan para pelatih sebelumnya. Namun, Setien paling tidak bisa mengembalikan ciri khas permainan Barcelona yag mengandalkan penguasaan bola.
Banyak yang berharap Setien bisa kembali membuat Barcelona menerapkan taktik tiki-taka. Seperti diketahui, tiki-taka menjadi satu di antara taktik yang paling disukai penggemar Barcelona.
Hanya Setien bukanlah tukang sulap. Realitanya Barcelona saat ini tak punya banyak pemain yang bisa memainkan permainan tersebut. La Masia tengah paceklik mencetak pemain berkualitas setelah era emas Lionel Messi, Xavi, dan Andres Iniesta.
Di sisi lain strategi tiki-taka mulai gampang dibaca lawan. Gaya pressing ketat ala Jurgen Klopp di semifinal Liga Champions musim lalu meluluh-lantahkan permainan indah legendaris milik Barcelona ini.
Mulai Kehilangan Taji di Eropa

Pada era kepelatihan Pep Guardiola, Barcelona sukses merengkuh 2 trofi Liga Champions dan Piala Super Eropa. Setelah itu, Guardiola pergi pada 2012.
Setelah Guardiola hengkang, El Barca hanya meraih satu titel Liga Champions, yakni pada musim 2014-2015. Setelah itu Barcelona tersingkir di perempat final selama tiga kali berturut-turut.
Terakhir, Los Cules tersingkir secara tragis dari Liverpool pada Liga Champions 2019. Selain gelar domestik, trofi bergengsi antarklub Eropa tersebut harus menjadi prioritas Quique Setien pada masa kepelatihannya.
Jika Setien gagal, bukan tidak mungkin ia akan bernasib sama seperti Ernesto Valverde yang harus didepak Barcelona sebelum kontraknya selesai.
Problemnya belakangan Barcelona seperti kehilangan kepercayaan diri untuk jadi tim terbaik di Eropa. Dua musim terakhir mereka tersingkir dengan cara menyakitkan. Sempat menang besar di leg pertama, namun terkapar secara memalukan di pertemuan kedua melawan AS Roma dan Liverpool.
Beban Terlalu Berat buat Pelatih Baru

Belum ada tiga hari Quique Setien menjabat sebagai pelatih Bracelona, namun Presiden klub, Josep Maria Bartomeu, telah menambah beban Setien.
Bartomeu berharap agar Setien bisa mempersembahkan treble winner untuk Blaugrana, jika tidak musim ini, setidaknya satu kali sepanjang kariernya di Camp Nou. Itu berarti Setien harus mengangkat trofi Liga Champions, Copa del Rey, dan Liga Spanyol.
Kondisi tersebut termasuk berat. Rekam jejak Setien tidak terlalu gemilang. Sejauh ini, Barcelona baru dua kali merengkuh treble winner.
Pertama bersama Pep guardiola pada musim 2008-2009 dan yang kedua bersama Luis Enrique pada 2014-2015. Sekadar informasi, dua pelatih yang pernah merengkuh treble bersama Barca itu memiliki catatan menakjubkan di kancah internasional.
Satu raihan target sudah lepas dari genggaman, yakni Copa del Rey. Rasanya hal paling realistis yang bisa dicapai Quique Setien mengantar Barcelona mempertahankan gelar La Liga. Itupun mereka kudu ekstra kerja keras menghadapi rival utama, Real Madrid, yang belakangan kembali on-fire.
Kebijakan Transfer yang Buruk

Ketika La Masia gagal menyediakan pemain-pemain belia siap pakai dengan level setara dengan generasi sebelumnya, Barcelona beberapa tahun belakangan terpaksa merogoh kocek dalam-dalam untuk mendatangkan pemain dari klub lain.
Ousmane Dembele dan Philippe Countinho contohnya. Sudah didatangkan dengan transfer mahal, keduanya gagal unjuk kualitas. Dembele lebih banyak berada di meja operasi untuk penyembuhan cedera berat, sementara Coutinho yang dinilai mimim kontribusi dipinjamkan ke Bayern Munchen.
Terakhir, Frenkie De Jong yang didatangkan dari Ajax Amsterdam musim ini terancam bernasib serupa dengan dua pemain di atas.
Kebijakan transfer Barcelona bisa buruk. Mereka terlalu royal membeli pemain baru, tanpa melihat kebutuhan mendasar timnya. Mereka cenderung kalap.
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari Bola.com (Penulis: Ario Yosia, Published: 9/6/2020)
Baca Ini Juga:
- Partey Dapat Saran untuk Pergi dari Atletico dan Gabung ke Arsenal
- Seperti Michael Jordan, Sejak Belia Cristiano Ronaldo Selalu Ingin Jadi yang Terbaik
- La Liga Kembali, Ini yang Perlu Kamu Ketahui Soal Duel Barcelona-Real Madrid di Puncak Klasemen
- Eks Kepala Tim Medis Real Madrid Anggap Gareth Bale Sebagai Atlet Terhebat
- Sempat Cedera, Lionel Messi Akhirnya Kembali Berlatih Bareng Skuad Barcelona
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Di-PHP Real Madrid, Barcelona Tertarik Comot Dani Ceballos
Liga Spanyol 9 Juni 2020, 21:40
-
Mendieta Ungkap Alasan James Rodriguez Kesulitan Bersinar di Madrid
Liga Spanyol 9 Juni 2020, 19:50
-
Neymar Diklaim Bisa Gantikan Posisi Lionel Messi di Barcelona
Liga Inggris 9 Juni 2020, 19:00
-
Beppe Marotta: Inter Milan Tidak Berniat Jual Lautaro Martinez
Liga Italia 9 Juni 2020, 18:40
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR