Barcelona Ukir Sejarah di Piala Super Spanyol usai Bantai Athletic Club 5-0

Barcelona Ukir Sejarah di Piala Super Spanyol usai Bantai Athletic Club 5-0
Kiper Athletic Club, Unai Simon, memeluk pemain Barcelona, Lamine Yamal, usai semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana Barcelona vs Athletic Club, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.net - Barcelona membuka tahun dengan pernyataan keras di panggung Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana. Kemenangan telak 5-0 atas Athletic Club di Arab Saudi mengantar tim asuhan Hansi Flick ke partai final.

Laga semifinal Barcelona vs Athletic Club ini berjalan timpang sejak awal hingga akhir. Barcelona tampil dominan, agresif, dan efisien, sekaligus memperlihatkan versi terbaik sepak bola yang ingin dibangun Flick.

Skor 5-0 bukan hanya tiket ke final, tetapi juga catatan bersejarah. Selisih kemenangan Barcelona atas Athletic Bilbao itu menjadi margin terbesar yang pernah terjadi dalam satu pertandingan Piala Super Spanyol.

1 dari 3 halaman

Rekor Baru dan Panggung Sejarah Barcelona

Para pemain Barcelona merayakan gol kelima pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Barcelona vs Athletic Club di Jeddah, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Para pemain Barcelona merayakan gol kelima pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Barcelona vs Athletic Club di Jeddah, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Kemenangan besar di laga Barcelona vs Athletic Club ini langsung tercatat dalam buku sejarah kompetisi. Belum pernah ada tim yang menang dengan margin lima gol di Piala Super Spanyol dalam satu laga.

Rekor lain juga ikut terpecahkan lewat kontribusi individu para pemain. Untuk pertama kalinya sejak setidaknya musim 2010/2011, tiga pemain terlibat langsung dalam tiga gol di satu pertandingan Piala Super Spanyol.

Fermin Lopez mencetak satu gol dan dua assist dalam laga ini. Raphinha menambah dua gol serta satu assist, sementara Roony Bardghji ikut mencetak gol dan dua assist.

Produktivitas kolektif ini menegaskan betapa efektifnya struktur serangan tim Catalan. Empat pemain mampu mencatatkan nama di papan skor.

2 dari 3 halaman

Dominasi Total Barcelona di Babak Pertama

Pemain Barcelona, Fermin Lopez, merayakan gol pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Barcelona vs Athletic Club di Jeddah, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Pemain Barcelona, Fermin Lopez, merayakan gol pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Barcelona vs Athletic Club di Jeddah, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Sejak menit awal laga Barcelona vs Athletic Club, permainan sudah mengarah ke satu sisi. Pedri dan Frenkie de Jong menguasai lini tengah, memberi fondasi kuat untuk serangan cepat dan langsung.

Athletic kesulitan keluar dari tekanan dan nyaris tidak mampu merangkai serangan. Lini belakang mereka terlihat kewalahan menghadapi pergerakan tanpa bola yang agresif.

Gol-gol hadir dari berbagai skema dan situasi. Penyelesaian Fermin setelah umpan silang Raphinha serta tembakan keras Raphinha ke atap gawang menjadi momen paling memikat.

Kesalahan kiper Unai Simon yang berujung gol Roony memperburuk malam Athletic. Pada titik ini, kepercayaan diri tim Basque runtuh sepenuhnya.

Babak pertama ditutup dengan keunggulan 4-0. Skor itu terasa wajar mengingat jumlah peluang dan efektivitas penyelesaian peluang.

3 dari 3 halaman

Manajemen Laga dan Tiket Final Barcelona

Pemain Barcelona, Raphinha, merayakan golnya pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Barcelona vs Athletic Club di Jeddah, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Pemain Barcelona, Raphinha, merayakan golnya pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Barcelona vs Athletic Club di Jeddah, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Dominasi berlanjut di awal babak kedua laga Barcelona vs Athletic Club. Raphinha mencetak gol keduanya melalui kemelut di kotak penalti untuk memastikan skor 5-0.

Setelah gol tersebut, tempo pertandingan mulai menurun. Ernesto Valverde menarik sejumlah pemain inti, sementara Flick juga memberi menit istirahat bagi beberapa andalan.

Masuknya pemain pelapis membuat intensitas Barcelona sedikit mengendur. Meski demikian, Athletic tetap gagal memanfaatkan beberapa peluang yang muncul.

Peluang terbaik Athletic datang dari Unai Gomez dalam situasi satu lawan satu. Kesempatan itu terbuang dan menutup peluang kebangkitan.

Peluit akhir menandai malam sempurna bagi tim Catalan. Barcelona kini menunggu lawan di final, antara Real Madrid atau Atletico Madrid, dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.

Sumber: Barca Blaugranes


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL