Barcelona vs Atletico: 1% Peluang, 99% Keyakinan, Mampukah Lamine Yamal Ulang Sejarah?

Barcelona vs Atletico: 1% Peluang, 99% Keyakinan, Mampukah Lamine Yamal Ulang Sejarah?
Lamine Yamal dalam laga Atletico Madrid vs Barcelona di leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026, Jumat (13/2/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Barcelona kembali dihadapkan pada misi nyaris mustahil. Setelah kalah 0-4 dari Atletico Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey, Blaugrana kini memburu comeback saat menjamu lawan yang sama pada leg kedua, Rabu 4 Maret 2026 besok.

Kemenangan 4-1 atas Villarreal akhir pekan lalu memberi suntikan moral. Lamine Yamal mencetak hattrick senior pertamanya, sementara Pedri kembali menunjukkan sentuhan krusialnya dari bangku cadangan.

Di tengah situasi sulit semacam ini, ruang ganti Barcelona dipenuhi optimisme. Sejarah dan momentum menjadi dua hal yang coba mereka genggam menjelang laga penentuan.

1 dari 4 halaman

Era Hansi Flick dan DNA Comeback Barcelona

Ekspresi kecewa Frenkie de Jong dan Pau Cubarsi setelah Julian Alvarez mencetak gol di laga Atletico Madrid vs Barcelona, 13 Februari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Ekspresi kecewa Frenkie de Jong dan Pau Cubarsi setelah Julian Alvarez mencetak gol di laga Atletico Madrid vs Barcelona, 13 Februari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Sejak Hansi Flick menduduki kursi pelatih pada musim panas 2024, comeback seolah menjadi identitas baru Barcelona. Musim lalu, mereka membalikkan keadaan dalam sembilan pertandingan. Musim ini, jumlah itu sudah terulang bahkan sebelum memasuki fase akhir kompetisi.

Kondisi tertinggal empat gol jelas bukan perkara ringan. Namun, mentalitas tim ini teruji dalam situasi tertekan. Mereka terbiasa bermain dengan intensitas tinggi dan memanfaatkan momentum ketika lawan mulai goyah.

Semangat itu juga digaungkan Lamine Yamal seusai kemenangan atas Villarreal. Di media sosial, ia menulis, “1% chance, 99% faith.”

Pesan tersebut mengingatkan publik pada momen legendaris 2017 saat Barcelona membalikkan defisit empat gol melawan PSG di Liga Champions dengan kemenangan 6-1 di Camp Nou.

Kala itu, tiga gol dalam tujuh menit terakhir, termasuk gol Sergi Roberto pada menit ke-95, menjadi simbol keajaiban Blaugrana. Kini, generasi baru Barcelona mencoba menyalakan kembali bara yang sama.

2 dari 4 halaman

Yamal On Fire, Pedri Jadi Penentu Irama

Kekecewaan Dani Olmo usai gawang timnya kebobolan dalam laga Atletico Madrid vs Barcelona di leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026, Jumat (13/2/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Kekecewaan Dani Olmo usai gawang timnya kebobolan dalam laga Atletico Madrid vs Barcelona di leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026, Jumat (13/2/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Keyakinan Barca lainnya juga disebabkan oleh performa Lamine Yamal yang panas di saat yang tepat. Memasuki fase krusial musim, pemain muda itu kembali menunjukkan tajinya. Hattrick ke gawang Villarreal menjadi bukti peningkatan konsistensinya di level senior.

Namun, kebangkitan Barcelona pada laga tersebut juga tak lepas dari masuknya Pedri pada menit ke-58 saat skor masih 2-1. Gelandang berusia 23 tahun itu langsung memberi kendali dan ketenangan di lini tengah.

Gol ketiga Yamal lahir dari assist Pedri. Umpan terobosannya juga menjadi fondasi bagi gol Robert Lewandowski yang menutup pertandingan.

Seusai laga, Yamal bahkan terlihat berbincang dengan Wojciech Szczesny, menyoroti bagaimana Pedri membawa keteraturan dan mengatur tempo permainan.

3 dari 4 halaman

Tanpa Lewandowski, Siapa Jadi Andalan?

Barcelona dipastikan tanpa Lewandowski melawan Atletico nanti. Striker asal Polandia itu mengalami retak pada tulang rongga mata kiri dalam laga kontra Villarreal. Sumber klub berharap ia bisa kembali saat menghadapi Athletic Club di liga akhir pekan nanti.

Sepanjang musim ini, Flick membagi menit bermain antara Lewandowski dan Ferran Torres di lini depan. Dengan Torres menjadi starter melawan Villarreal, Lewandowski sejatinya berpeluang tampil sejak awal melawan Atletico sebelum cedera menghampirinya.

Dalam skuad yang relatif muda, pengalaman Lewandowski kerap menjadi sandaran di laga besar. Namun, dengan usianya yang sudah 37 tahun dan belum ada tanda perpanjangan kontrak, ia diperkirakan akan meninggalkan klub pada akhir musim.

Absennya Lewandowski memaksa Flick meracik ulang lini serang. Tantangannya bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal mentalitas menghadapi defisit besar.

4 dari 4 halaman

Undian Liga Champions dan Isu di Balik Layar

Di luar Copa del Rey, kabar baik datang dari undian Liga Champions. Barcelona akan menghadapi Newcastle di babak 16 besar, terhindar dari PSG yang dua tahun lalu menyingkirkan mereka di perempat final dan mengalahkan mereka 2-1 di fase liga musim ini.

Seluruh juara Eropa yang tersisa musim ini berada di sisi undian berbeda. Artinya, Barcelona hanya mungkin bertemu nama-nama seperti Real Madrid, Liverpool, Chelsea, Bayern Munchen, atau Manchester City di partai final.

Biar begitu, Flick menolak anggapan bahwa jalur tersebut lebih mudah. “Semua tim di fase ini sangat bagus,” tegasnya. “Kami bisa saja menghadapi Tottenham atau Atletico jika lolos. Itu sama saja. Kami harus bermain di level tertinggi.”


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL