
Bola.net - Trofi Piala Super Spanyol kembali melayang ke tangan Barcelona untuk tahun kedua berturut-turut. Namun, kekalahan 2-3 Real Madrid di Jeddah, Senin (12/1/2026) dini hari, menyisakan luka yang lebih dalam dari sekadar skor akhir.
Bagi Xabi Alonso, malam itu bukan sekadar kehilangan piala, melainkan paparan brutal atas krisis cedera, kebingungan taktik, dan perjudian personel yang gagal total.
Gol-gol dari Vinicius Junior dan bintang muda Gonzalo Garcia sempat memberi perlawanan. Namun, dua gol Raphinha dan satu sontekan Robert Lewandowski memastikan dominasi Blaugrana.
Di balik 90 menit tersebut, ada beberapa masalah besar yang kini menghantui ruang ganti Los Blancos.
Krisis Pertahanan Semakin Nyata

Madrid datang ke final dengan kondisi lini belakang yang babak belur. Bahkan pendukung paling optimis pun tahu Antonio Rudiger sedang berpacu dengan waktu akibat cedera lutut.
Realitas di lapangan jauh lebih buruk. Dean Huijsen, yang menggantikan Rudiger, baru menjadi starter tiga kali dalam dua bulan terakhir karena masalah kebugaran.
Dengan Eder Militao absen jangka panjang, serta Ferland Mendy, Dani Carvajal, dan David Alaba yang menepi, Alonso terpaksa meramu pertahanan darurat. Situasi memburuk ketika Fede Valverde dan Dean Huijsen juga harus ditarik keluar karena cedera saat laga berlangsung.
Malam itu, pertahanan Madrid bukan lagi pelapis kedua, melainkan opsi ketiga atau keempat di hampir setiap posisi.
Teka-Teki Mbappe dan Klaim Miskin Taktik

Salah satu sorotan tajam tertuju pada Kylian Mbappe. Kehadirannya di Arab Saudi—setelah diterbangkan mendadak usai semifinal Kamis lalu—lebih terlihat sebagai simbol kegugupan klub daripada strategi matang.
Sempat divonis absen tiga pekan, Mbappe tiba-tiba masuk skuad pada hari Jumat. Namun, keputusannya duduk di bangku cadangan mengonfirmasi bahwa ia jauh dari kata bugar.
Keputusan Alonso memasukkan Mbappe menggantikan Gonzalo Garcia setelah gol Raphinha terasa seperti langkah panik. Tidak ada rencana jelas bagaimana memanfaatkan bintang Prancis itu di tengah kondisi fisik yang belum pulih, bahkan saat melawan pertahanan Barcelona yang mulai lelah.
Manajemen kasus Mbappemalam itu tampak seperti lemparan dadu terakhir yang sia-sia.
Identitas yang Hilang: Parkir Bus ala Mourinho?

Berbeda dengan dominasi Madrid saat memenangkan El Clasico Oktober lalu, pendekatan Alonso kali ini mengejutkan banyak pihak. Madrid memilih menunggu, membiarkan Barcelona menguasai bola, dan hanya mencatatkan 32% penguasaan bola.
Strategi ini mengingatkan pada era Jose Mourinho: bermain sebagai "pemain kedua", menunggu lawan berbuat salah, dan menyerang balik.
Pendekatan pasif ini gagal total. Tidak ada ambisi untuk menekan Barcelona seperti yang dilakukan Carlo Ancelotti saat melawan tim asuhan Hansi Flick sebelumnya. Niat hati ingin memukul lewat serangan balik, Madrid justru terkurung oleh keragu-raguan mereka sendiri.
Blunder Pergantian Gonzalo Garcia

Ironisnya, pemain terbaik Madrid malam itu justru ditarik keluar. Gonzalo Garcia, penyerang 21 tahun, mencetak satu gol dan satu assist. Ia memberikan dimensi berbeda lewat pergerakan turun menjemput bola yang tidak dimiliki penyerang Madrid lainnya.
Keputusan menarik keluar Gonzalo demi memaksakan Mbappe terbukti fatal. Serangan Madrid tumpul seketika. Tim ini kehilangan kontrol dan arah, terbukti dengan nihilnya tembakan ke gawang selama lebih dari 20 menit setelah Gonzalo keluar. Tembakan baru tercipta lagi di menit ke-96, saat segalanya sudah terlambat.
Nasib Xabi Alonso: Aman atau Terancam?

Laporan dari Arab Saudi menyebutkan posisi Alonso bisa saja tamat jika kalah di semifinal melawan Atletico. Kemenangan di laga itu memperpanjang napasnya, namun kekalahan di final ini kembali memutar jam pasir nasibnya.
Meski skor 2-3 tidak memalukan dan Madrid jelas kalah kualitas akibat cedera, sulit membayangkan manajemen klub memberikan dukungan tambahan pasca hasil ini.
Kemenangan telak atas Real Betis di pembuka tahun 2026 sempat mendinginkan suasana setelah akhir 2025 yang tidak impresif. Kini, Alonso harus bertahan hidup dari laga ke laga.
Satu-satunya hiburan? Rodrygo Goes mulai menemukan sentuhan emasnya sebagai spesialis bola mati, menggantikan peran Toni Kroos, dengan tiga assist dari situasi set-piece dalam tiga laga terakhir.
Senjata bola mati ini, ditambah jadwal "ringan" melawan Albacete, Levante, dan Monaco, mungkin menjadi satu-satunya tali penyelamat Alonso sebelum jadwal berat kembali mencekik di akhir bulan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Trofi Juara yang Terasa Indah buat Barcelona
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:49
-
Raphinha, Pembeda di Panggung Besar
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:41
-
Sedikit Rasa Pahit dari Kemenangan Manis Barcelona
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:30
-
Barcelona: Laga yang Dilewatkan Frenkie de Jong usai Kartu Merah di Final Supercopa
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 19:16
LATEST UPDATE
-
Beckham Putra Ingin Berselebrasi di Stadion Gelora Bung Karno
Bola Indonesia 11 September 2026, 23:51
-
Barcelona Belum Siapkan Laga Penghormatan untuk Lionel Messi, Hubungan Masih Retak
Liga Spanyol 11 September 2026, 23:11
-
Baru Pekan ke-2, Bek Asing Bali United Cedera Parah dan Absen Hingga Akhir Musim
Bola Indonesia 11 September 2026, 22:36
-
Janji Shin Tae-yong: Persija Dapat 3 Poin Lawan Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:50
-
Hasil BRI Super League: Duel Dewa United vs Bhayangkara Berakhir Imbang 2-2
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:14
-
Prediksi Madrid vs Rayo 13 September 2026
Liga Spanyol 11 September 2026, 21:10
-
Menpora Erick Thohir Minta Olahraga Dianggap Sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:30
-
Prediksi Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 20:09
-
Balsa Sekulic Tertantang Bobol Gawang Persija Lagi
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:02
-
Teja Paku Alam Siap Tampil di Laga Persija vs Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:36
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Isenmulang FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Borneo FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:16
-
Prediksi Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 11 September 2026, 19:07
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

























KOMENTAR