
Bola.net - Barcelona keluar sebagai juara Supercopa de Espana usai menaklukkan rival abadinya dengan skor tipis 3-2. Namun, euforia gelar justru ternoda oleh kontroversi usai laga.
Sorotan tertuju pada Kylian Mbappe. Bintang asal Prancis itu dianggap menjadi aktor utama di balik absennya guard of honor untuk Barcelona.
Tradisi penghormatan kepada juara biasanya dijunjung tinggi dalam final Supercopa. Barcelona telah melakukannya saat lawan menerima medali runner-up.
Sikap berbeda ditunjukkan kubu lawan. Presiden Barcelona, Joan Laporta, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakhormatan yang mencederai nilai sportivitas.
Insiden Guard of Honor yang Picu Kekecewaan

Kylian Mbappe baru dimainkan di menit akhir final Supercopa. Ia masuk dari bangku cadangan setelah pulih dari cedera lutut yang membatasi perannya.
Usai peluit akhir, Mbappe terlihat mengajak rekan setimnya langsung meninggalkan lapangan. Guard of honor untuk Barcelona pun tidak terjadi.
“Saya terkejut dengan apa yang dia lakukan. Dalam kemenangan dan kekalahan, Anda harus murah hati dan hormat,” kata Laporta kepada RAC1.
“Ini olahraga, dan Anda harus berperilaku normal. Saya pikir dalam kemenangan kami, kami murah hati dan hormat kepada tim lawan. Itulah mengapa saya tidak mengerti," sambungnya.
Laporta Singgung Mentalitas dan Rivalitas

Laporta mencoba memahami reaksi tersebut dari sudut pandang emosional. Ia menilai tekanan besar dan ekspektasi bisa memengaruhi sikap pemain.
“Mereka membayangkan kami memiliki peluang lebih baik untuk memenangkan pertandingan ini, tetapi mereka melihatnya sendiri di lapangan, dan pada akhirnya, itu sulit,” kata Laporta. “Lihat apa yang terjadi...”
Presiden Barcelona itu juga menyinggung hubungan panas kedua klub. Rivalitas lama dinilai kembali memanas sejak El Clasico penuh kontroversi awal musim.
“Ada perbedaan sikap sejak pertandingan liga, dan para pemain sedikit bersemangat. Itu bisa dimengerti. Sejujurnya, saya tidak melihat ledakan emosi Mbappe di lapangan, tetapi saya membayangkan itu pasti saat yang sangat sulit.,” lanjutnya.
Sumber: RAC Sport
Klasemen La Liga 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Membedah Taktik 'Carrick Ball': Gaya Main Progresif Michael Carrick yang Bikin MU Meliriknya
- Akun X Bruno Fernandes Diretas, Unggahan Aneh hingga Sindiran soal INEOS Bikin Geger, Manchester United Sampai Harus Beri Klarifikasi
- Terbuai dan Terjebak Zona Nyaman, Penyebab Runtuhnya Liverpool Musim Ini
- Debut Manis Rosenior: Chelsea Pesta Gol, Tapi Itu Baru Awal
- Musim Kelam Manchester United: Statistik Mengerikan Terungkap Usai Tersingkir dari FA Cup
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Trofi Juara yang Terasa Indah buat Barcelona
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:49
-
Raphinha, Pembeda di Panggung Besar
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:41
-
Sedikit Rasa Pahit dari Kemenangan Manis Barcelona
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 20:30
-
Barcelona: Laga yang Dilewatkan Frenkie de Jong usai Kartu Merah di Final Supercopa
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 19:16
LATEST UPDATE
-
Data Bicara: Real Madrid Tak Terkalahkan Saat Ferland Mendy Bermain
Liga Champions 15 April 2026, 22:33
-
Profil Timnas Jerman di Piala Dunia 2026: Mencari Bintang ke-5
Piala Dunia 15 April 2026, 22:22
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia 16 April 2026
Tim Nasional 15 April 2026, 21:39
LATEST EDITORIAL
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00
-
5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalkan Liverpool
Editorial 13 April 2026, 22:39

























KOMENTAR