Barcelona Murka, Sikap Kylian Mbappe di Final Supercopa Dinilai Tak Hormat dan Cederai Tradisi

Barcelona Murka, Sikap Kylian Mbappe di Final Supercopa Dinilai Tak Hormat dan Cederai Tradisi
Selebrasi pemain Barcelona merayakan gol Raphinha ke gawang Real Madrid di Piala Super Spanyol, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.net - Barcelona keluar sebagai juara Supercopa de Espana usai menaklukkan rival abadinya dengan skor tipis 3-2. Namun, euforia gelar justru ternoda oleh kontroversi usai laga.

Sorotan tertuju pada Kylian Mbappe. Bintang asal Prancis itu dianggap menjadi aktor utama di balik absennya guard of honor untuk Barcelona.

Tradisi penghormatan kepada juara biasanya dijunjung tinggi dalam final Supercopa. Barcelona telah melakukannya saat lawan menerima medali runner-up.

Sikap berbeda ditunjukkan kubu lawan. Presiden Barcelona, Joan Laporta, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakhormatan yang mencederai nilai sportivitas.

1 dari 3 halaman

Insiden Guard of Honor yang Picu Kekecewaan

Perebutan bola antara Lamine Yamal dengan Kylian Mbappe di Final Piala Super Spanyol 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Perebutan bola antara Lamine Yamal dengan Kylian Mbappe di Final Piala Super Spanyol 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Kylian Mbappe baru dimainkan di menit akhir final Supercopa. Ia masuk dari bangku cadangan setelah pulih dari cedera lutut yang membatasi perannya.

Usai peluit akhir, Mbappe terlihat mengajak rekan setimnya langsung meninggalkan lapangan. Guard of honor untuk Barcelona pun tidak terjadi.

“Saya terkejut dengan apa yang dia lakukan. Dalam kemenangan dan kekalahan, Anda harus murah hati dan hormat,” kata Laporta kepada RAC1.

“Ini olahraga, dan Anda harus berperilaku normal. Saya pikir dalam kemenangan kami, kami murah hati dan hormat kepada tim lawan. Itulah mengapa saya tidak mengerti," sambungnya.

2 dari 3 halaman

Laporta Singgung Mentalitas dan Rivalitas

Presiden Barcelona, Joan Laporta saat menonton laga Copa del Rey melawan Guadalajara, 16 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Rudy Garcia

Presiden Barcelona, Joan Laporta saat menonton laga Copa del Rey melawan Guadalajara, 16 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Rudy Garcia

Laporta mencoba memahami reaksi tersebut dari sudut pandang emosional. Ia menilai tekanan besar dan ekspektasi bisa memengaruhi sikap pemain.

“Mereka membayangkan kami memiliki peluang lebih baik untuk memenangkan pertandingan ini, tetapi mereka melihatnya sendiri di lapangan, dan pada akhirnya, itu sulit,” kata Laporta. “Lihat apa yang terjadi...”

Presiden Barcelona itu juga menyinggung hubungan panas kedua klub. Rivalitas lama dinilai kembali memanas sejak El Clasico penuh kontroversi awal musim.

“Ada perbedaan sikap sejak pertandingan liga, dan para pemain sedikit bersemangat. Itu bisa dimengerti. Sejujurnya, saya tidak melihat ledakan emosi Mbappe di lapangan, tetapi saya membayangkan itu pasti saat yang sangat sulit.,” lanjutnya.

Sumber: RAC Sport


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL