
Bola.net - Lionel Messi sedang tidak seperti biasanya. Enam pertandingan telah berlalu, sang superstar Barcelona belum juga mencetak gol dari open play. Mungkinkah ini efek samping dari revolusi Ronald Koeman?
Teranyar, Barca takluk 1-3 di El Clasico, dikalahkan sang rival Real Madrid di kandang sendiri. Messi bermain baik pada laga tersebut, tapi baik saja tidak cukup.
Musim masih dini, tapi performa Barca sudah mengkhawatirkan dengan tiga hasil buruk. Sebelumnya mereka bermain imbang 1-1 dengan Sevilla dan takluk 0-1 dari Getafe.
Messi tidak buruk, masih main baik, lalu apa masalahnya?
Baru dua gol penalti, ada apa?
Tercatat, dari semua pertandingan sejauh ini, Messi baru mencetak dua gol dari titik putih. Tidak buruk, tapi juga tidak cukup untuk ukuran Messi.
Muncul gagasan bahwa Barca tidak lagi bergantung pada Messi. Ini perubahan berani yang dibawa Koeman, tapi diyakini terlalu terburu-buru.
Pada formasi 4-2-3-1 yang baru, Messi digeser ke pos winger kanan, terkadang bermain sebagai false nine. Dia tidak lagi menyandang peran si no.10 yang sekarang dipikul Philippe Coutinho.
Kabarnya, inilah penyebab Messi sulit bikin gol. Dia tidak banyak terlibat dalam permainan, tidak seperti belasan musim sebelumnya. Perubahan ini dibutuhkan Barca, tapi mungkin terlalu drastis.
Kembali ke posisinya
Sergio Ramos vs Lionel Messi (c) AP Photo
Terbukti, pada laga kontra Madrid kemarin, Messi menyuguhkan permainan terbaiknya musim ini -- meski pada akhirnya Barca tetap kalah.
Saat itu Koeman sempat mengubah posisi Messi seperti sedia kala, yakni si no. 10. Dia bermain di belakang Ansu Fati, lalu ada Coutinho di kiri dan Pedri di kanan.
"Dia kembali menjadi Messi yang biasanya, aktif, berpartisipasi, dan selalu berbahaya. Thibaut Courtois mencegah golnya, tapi dia menjalani pertandingan hebat," tulis Mundo Deportivo soal performa Messi.
Bagaimanapun, kontribusi terbesar Messi pada laga ini adalah umpan lambung terukur untuk Jordi Alba, yang berujung pada gol penyeimbang Barcelona.
Inilah permainan Messi yang dikenal fans Barca, yang bisa menentukan hasil pertandingan.
Messi atau Coutinho?
Sejauh ini Messi pun tidak mendapatkan banyak peluang seperti biasanya. Ini bisa jadi masalah besar untuk Barca, sebab bermusim-musim terakhir gol Messi adalah alasan mereka selamat di kompetisi.
Sebenarnya solusinya sudah ada, yakni mengembalikan Messi ke posisi seharusnya: di belakang penyerang sentral, dibiarkan bergerak bebas.
Masalahnya, membiarkan Messi kembali ke posisi itu berarti harus mengorbankan Coutinho. Gelandang Brasil ini bisa jadi tergusur ke sayap kiri atau ke bangku cadangan.
Tentu ini sedikit mengenaskan bagi Coutinho, yang sebenarnya mulai menemukan permainan terbaiknya kembali sejak awal musim.
Barca yang menyesuaikan, atau Messi?
Lionel Messi dan Ronald Koeman ketika laga uji coba melawan Girona, Kamis (17/9/2020) dini hari WIB. (c) Barcelona Twitter
Harapan terbesar Barca adalah berharap Messi bisa menemukan cara sendiri untuk menyesuaikan diri, untuk tetap jadi pemain penting.
Skenario idealnya adalah Messi bermain di pos winger kanan, dengan Coutinho sebagai si no. 10, dan Antoine Griezmann sebagai false nine.
Messi terakhir bermain di posi ini bertahun-tahun lalu, dan sekarang gaya bermainnya sudah berubah.
Sebab itu, skenario kedua adalah membuat Messi terbiasa dalam peran false nine. Coutinho selamat, tapi Griezmann akan semakin tenggelam.
Sumber: Goal
Baca ini juga ya!
- Antoine Griezmann Semakin Tidak Kelihatan
- Kontroversi 'Hadiah Penalti' untuk Real Madrid, Begini Respons Zinedine Zidane
- El Clasico Perdana, Sergino Dest: Saya Kesal Kami Kalah
- Sergio Ramos dan Lionel Messi di El Clasico: Siapa Tampil Lebih Baik?
- Protes dari Bench Barcelona Soal Penalti untuk Real Madrid: Itu lelucon! Anda bercanda!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Efek Samping Revolusi Koeman di Barcelona: Leo Messi Jadi Malu-Malu Bikin Gol
Liga Spanyol 25 Oktober 2020, 21:30
-
Antoine Griezmann Semakin Tidak Kelihatan
Liga Spanyol 25 Oktober 2020, 19:00
-
Kontroversi 'Hadiah Penalti' untuk Real Madrid, Begini Respons Zinedine Zidane
Liga Spanyol 25 Oktober 2020, 18:20
-
El Clasico Perdana, Sergino Dest: Saya Kesal Kami Kalah
Liga Spanyol 25 Oktober 2020, 17:20
-
Sergio Busquets: Penalti Menguntungkan Real Madrid
Liga Spanyol 25 Oktober 2020, 10:48
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR