
Bola.net - Musim berjalan berat bagi Real Madrid, dan situasi memburuk dalam sepekan terakhir. Kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi titik awal rangkaian hasil negatif.
Kekalahan tersebut berujung pada berakhirnya masa Xabi Alonso sebagai pelatih, sebelum Real Madrid kembali tersingkir dari Copa del Rey beberapa hari kemudian. Performa tim pun kembali menjadi bahan evaluasi.
Salah satu analisis datang dari mantan gelandang Real Madrid, Toni Kroos, yang membedah kekalahan di final Supercopa melalui podcast Einfach mal luppen, sebagaimana dikutip Diario AS.
Kroos: Madrid Sulit Menang Tanpa Faktor Chaos

Menurut Kroos, Real Madrid kerap membutuhkan unsur kekacauan di lapangan untuk bisa memenangkan pertandingan besar. Ia menilai pendekatan yang terlalu terkontrol justru tidak cocok dengan karakter tim saat ini.
“Saya punya perasaan bahwa mereka membutuhkan semacam kekacauan di lapangan untuk memenangkan pertandingan seperti ini. Bukan sesuatu yang direncanakan, terkontrol, atau rumit, tetapi permainan bolak-balik. Biarkan hal-hal gila terjadi. Di situlah kualitas mereka bisa keluar," ujar Kroos.
Namun, Kroos juga menyoroti momen krusial yang seharusnya bisa dihindari. Ia menilai gol pertama Barcelona mencerminkan hilangnya kendali pada situasi penting. “Tapi kemudian terjadi hal-hal seperti gol pertama Barcelona yang tidak boleh terjadi.”
Ia mengaitkan hal tersebut dengan fase pertandingan ketika Real Madrid sebenarnya sudah bertahan cukup baik dan berada dalam posisi yang relatif stabil.
“Mengapa? Karena Anda datang dari fase bertahan yang bagus selama 30 atau 35 menit. Xabi juga mengatakan dalam konferensi pers bahwa dia merasa pertandingan ada dalam kendali. Tanpa bola, tapi tetap terkendali.”
Masalah Membaca Momen dan Pendekatan Taktik Alonso

Kroos menilai kegagalan Real Madrid bukan hanya soal taktik, tetapi juga kemampuan membaca momen di dalam pertandingan. Ia menekankan pentingnya memutus momentum lawan.
“Ini soal memutus dinamika lawan. Yang tidak boleh terjadi pada tim besar adalah, 30 detik kemudian mereka mencetak gol karena Anda kembali memberi ruang atau kehilangan bola secara konyol," sambung Kroos.
Menurutnya, pemain depan juga memegang peran penting dalam situasi tersebut, terutama untuk menjaga penguasaan bola dan menghindari risiko yang tidak perlu.
“Pada momen-momen itu, para pemain depan juga harus bisa menahan bola dan tidak mengambil risiko agar tidak terjadi kehilangan bola lagi.”
Memahami Alasan Alonso Pilih Taktik Madrid
Kroos kemudian mengomentari pendekatan konservatif yang dipilih Alonso di final Supercopa yang digelar di Jeddah. Ia memahami alasan di balik keputusan tersebut, meski menilai risikonya tetap besar.
“Ini menguntungkan bahwa dia beradaptasi. Dia tahu bahwa semuanya tidak akan berakhir baik jika bermain satu lawan satu. Karena itu dia mencoba memilih jalur dengan peluang sukses terbaik, sesuatu yang sebelumnya sudah berhasil di Clasico di La Liga.”
Meski demikian, Kroos menegaskan bahwa strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik bukan solusi jangka panjang, terutama melawan tim seperti Barcelona.
“Anda selalu bisa menang dengan cara ini, tetapi Anda akan kalah di sebagian besar pertandingan. Anda bisa menang karena ada kualitas individu di dalam skuad. Itu terlihat pada gol Vini, tetapi saya merindukan permainan yang terstruktur," tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Xabi Alonso Dipecat Real Madrid, Klub Bundesliga Bergerak Mendekati
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
- Taktik Arbeloa Hadirkan Solusi untuk Masalah Lama di Lini Tengah Real Madrid
- 2 Pemain Cadangan Real Madrid Bikin Arbeloa Terkesan
- Jose Mourinho Tanggapi Kabar Kembalinya ke Real Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Vinicius Jr ke Chelsea? Mantan Pemain The Blues Anggap Itu Sekadar Khayalan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 19:39
-
Bernabeu Memanas, Vinicius Jr Kirim Kode Kuat Siap Pergi dari Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 18:53
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 25 April 2026, 08:25

-
Parfum Buat Kantor dan Hangout Nggak Bisa Disamakan, Ini Alasannya
Lain Lain 25 April 2026, 08:00
-
Mbappe 'Like' Postingan Mourinho Balik ke Real Madrid, Begini Respon Arbeloa
Liga Spanyol 25 April 2026, 07:46
-
Prediksi Milan vs Juventus 27 April 2026
Liga Italia 25 April 2026, 04:29
-
Prediksi Torino vs Inter 26 April 2026
Liga Italia 25 April 2026, 04:20
-
Prediksi Chelsea vs Leeds 26 April 2026
Liga Inggris 25 April 2026, 04:00
-
Sedang Berlangsung, Link Live Streaming Betis vs Real Madrid
Liga Spanyol 25 April 2026, 01:50
-
Prediksi Angers vs PSG 26 April 2026
Liga Eropa Lain 25 April 2026, 00:58
LATEST EDITORIAL
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
























KOMENTAR