
Bola.net - Joan Laporta bersiap melepaskan jabatannya sebagai Presiden Barcelona dalam beberapa hari ke depan. Langkah ini diambil demi memuluskan jalannya bertarung kembali dalam pemilihan umum bulan Maret mendatang.
Laporta berharap bisa terpilih kembali untuk satu periode lagi memimpin raksasa Catalan. Namun, nasibnya kini sepenuhnya berada di tangan para socios (anggota klub).
Sebelum benar-benar turun takhta sementara, Laporta memberikan wawancara terakhir yang penuh emosi. Ia membahas berbagai pilar penting, mulai dari progres stadion hingga kesehatan finansial klub.
Salah satu sorotan utamanya adalah proyek ambisius Spotify Camp Nou. Ia menegaskan bahwa rumah kebanggaan Blaugrana itu adalah proyek warisan terbesar dalam sejarah klub.
"Kami kembali ke rumah. Salah satu keputusan besar kami, tapi ini belum berakhir," tegas Joan Laporta kepada media resmi klub.
"Ini harus dikonsolidasikan. Seluruh Tingkat Ketiga masih belum ada. Ini adalah masa depan Barcelona," lanjutnya penuh semangat.
"Tujuannya adalah agar stadion selesai dibangun, termasuk atapnya, pada akhir tahun 2027," janji sang presiden.
Tak Ada Niat Balik ke Montjuic
Laporta juga meluruskan isu yang menyebut Barcelona mungkin harus kembali mengungsi ke Estadi Olimpic Lluis Companys. Ia memastikan tim akan tetap bermarkas di Camp Nou meski pembangunan terus berjalan.
Kordinasi dengan pihak operator liga dan federasi Eropa menjadi kunci strategi ini. Barcelona enggan kehilangan atmosfer rumah sendiri di momen krusial musim ini.
"Kami tidak berencana untuk kembali ke Estadi Olimpic karena kami berharap dapat berkoordinasi dengan La Liga dan UEFA selama empat bulan yang kami perlukan untuk membangun atap," jelas Laporta.
Sihir Hansi Flick dan Identitas Cruyff
Di sektor lapangan hijau, penunjukan Hansi Flick dianggap sebagai salah satu keberhasilan terbesar periode kedua Laporta. Pelatih asal Jerman itu dinilai sukses mengembalikan identitas asli Barcelona.
Laporta tak segan memuji Flick sebagai sosok pemenang yang disiplin. Kecocokan filosofi menjadi alasan utama mengapa tim tampil begitu trengginas musim ini.
"Dia telah membangun tim yang luar biasa, yang telah memulihkan ilusi bagi warga Catalan. Kami sangat bangga," puji Laporta.
"Dia adalah seorang 'Cruyffista', dia memahami keistimewaan klub, dia adalah pemenang sejak lahir, sangat menuntut. Dia telah mendapatkan rasa hormat dan kasih sayang dari semua orang," tambahnya.
Deco dan Transfer Cerdas
Kesuksesan Flick tak lepas dari tangan dingin Deco sebagai Direktur Olahraga. Laporta bahkan menyamakan insting mantan gelandang Portugal itu dengan sosok legendaris Txiki Begiristain.
Keputusan Deco mendatangkan nama-nama besar seperti Robert Lewandowski, Raphinha, Marcus Rashford, Jules Kounde, Dani Olmo, hingga Joan Garcia terbukti jitu. Struktur olahraga klub kini dinilai jauh lebih solid.
"Saya sangat menyukai keharmonisan yang dia (Flick) miliki dengan Deco," ungkap Laporta.
"Perekrutannya (Deco) sangat sukses. Dia adalah orang yang mengenal Barca dengan sempurna. Sebagai pemain dia adalah salah satu pemimpin tim. Dia mengingatkan saya pada Txiki (Begiristain)," ulasnya.
"Dia telah memperbarui pemain yang sudah ada di klub, dia telah merestrukturisasi bidang olahraga," lanjut Laporta.
Beban Gaji Turun Drastis
Kabar paling melegakan datang dari sektor finansial yang selama ini menjadi momok menakutkan. Laporta mengklaim Barcelona telah berhasil keluar dari jeratan rasio gaji yang tidak masuk akal.
Kesehatan keuangan klub kini sudah sesuai dengan standar ketat UEFA. Hebatnya, efisiensi ini dilakukan tanpa mengorbankan kekuatan kompetitif tim di lapangan.
"Kami telah mengurangi rasio gaji staf pemain secara signifikan, yang (tadinya) mewakili 98% dari pendapatan biasa. Sekarang kami berada di angka 58%," klaim Laporta dengan bangga.
"Kami sudah berada dalam standar UEFA dan tanpa kehilangan kekuatan kompetitif, yang juga telah diremajakan. Hasil yang baik bukan karena anugerah ilahi tetapi karena pekerjaan yang dilakukan dengan baik," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Melihat Permainan Barcelona dan Real Madrid: Sama Baiknya, tapi Beda Rasa
Liga Spanyol 9 Februari 2026, 15:46
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


















KOMENTAR