Julian Alvarez Hadapi Kenyataan Pahit Usai Gagal Tinggalkan Atletico

Julian Alvarez Hadapi Kenyataan Pahit Usai Gagal Tinggalkan Atletico
Eksekusi penalti Julian Alvarez di laga Atletico Madrid vs Arsenal di Liga Champions, Kamis (30/4/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Saga transfer Julian Alvarez belum benar-benar berakhir meski bursa transfer musim panas telah ditutup. Penyerang Argentina itu gagal meninggalkan Atletico Madrid setelah keinginannya bergabung dengan Barcelona tidak mendapat restu dari klub asal Madrid tersebut.

Keinginan Alvarez untuk pergi bahkan sempat disampaikan secara terbuka ketika ia meminta Atletico melepasnya saat Piala Dunia 2026. Namun, Los Rojiblancos tetap bertahan pada sikap mereka dan mempertahankan sang penyerang yang masih memiliki kontrak empat tahun.

Kini, Julian Alvarez menghadapi dua kenyataan pahit setelah gagal mendapatkan klub baru. Selain kehilangan peluang pindah ke Barcelona, ia juga harus menghadapi potensi masa sulit di Atletico setelah baru bermain selama 24 menit musim ini dan mendapat reaksi keras dari sebagian pendukung.

1 dari 4 halaman

Barcelona Tak Lagi Menunggu Alvarez

Barcelona sebenarnya membutuhkan penyerang tengah baru setelah Robert Lewandowski dan Ferran Torres meninggalkan klub. Alvarez menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi nomor 9, tetapi kepindahan tersebut tidak pernah terwujud.

Dani Olmo mengakui kualitas Alvarez, tetapi menegaskan Barcelona harus melanjutkan perjalanan setelah kegagalan transfer tersebut. “Saya tidak mengerti apa yang terjadi dengan Atletico,” ujar Olmo, seraya menilai sang pemain telah berjuang mengejar impiannya tetapi ada faktor eksternal yang berada di luar kendalinya.

Barcelona akhirnya memilih Gabriel Jesus sebagai alternatif untuk memperkuat lini depan. Situasi itu menjadi kenyataan pertama yang harus diterima Alvarez setelah keinginannya berganti klub kandas.

2 dari 4 halaman

Mourinho Beri Peringatan Keras

Kenyataan kedua datang dari Jose Mourinho yang memberikan pandangan tegas mengenai situasi Alvarez. Pelatih Real Madrid itu menilai pemain yang tidak bahagia harus segera menemukan solusi atau berisiko kehilangan waktu bermain hingga pergantian tahun.

“Ketika seorang pemain tidak bahagia, pada 1 September dia harus bahagia atau tidak bermain sampai 1 Januari,” kata Mourinho dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa Alvarez berpotensi menjalani periode sulit apabila persoalannya dengan Atletico belum terselesaikan.

Mourinho juga menilai Diego Simeone sebagai sosok yang paling memahami kondisi internal Atletico dan sang pemain. Oleh karena itu, masa depan Alvarez setelah bursa transfer ditutup kini sepenuhnya kembali berada dalam kendali klub ibu kota Spanyol tersebut.

3 dari 4 halaman

Alvarez Hadapi Masa Depan Tak Pasti

Atletico sendiri harus segera mengalihkan perhatian ke kompetisi setelah kehilangan poin ketika menghadapi Villarreal. Mereka selanjutnya menghadapi Athletic Club sebelum bertandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool pada laga pembuka Liga Champions.

Peran Alvarez dalam dua pertandingan tersebut masih menjadi tanda tanya. Ia baru mendapatkan 24 menit bermain musim ini dan penampilan tersebut berlangsung dengan sambutan negatif dari sebagian suporter Atletico.

Di sisi lain, Atletico telah menolak tawaran fantastis Real Madrid senilai 173,2 juta dolar AS, atau sekitar Rp3,05 triliun.

Kini, Alvarez harus kembali memusatkan perhatian kepada Atletico setidaknya hingga bursa transfer musim dingin dibuka. Jika hubungan dengan klub tidak membaik, peluang untuk kembali mencari jalan keluar pada Januari 2027 dapat menjadi babak berikutnya dari saga panjang tersebut.

Sumber: Sports Illustrated

4 dari 4 halaman

Klasemen


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL