Lamine Yamal atau Kylian Mbappe: Siapa yang Lebih Layak Memenangkan Ballon d'Or?

Lamine Yamal atau Kylian Mbappe: Siapa yang Lebih Layak Memenangkan Ballon d'Or?
Perebutan bola antara Lamine Yamal dengan Kylian Mbappe di Final Piala Super Spanyol 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.net - Persaingan memperebutkan Ballon d'Or tahun ini terasa lebih terbuka dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Tidak ada satu kandidat yang benar-benar dominan sehingga Kylian Mbappe dan Lamine Yamal sama-sama aktif menyampaikan alasan mengapa mereka layak menjadi pemenang.

Mbappe menyampaikan argumennya dalam wawancara panjang bersama France Football. Penyerang asal Prancis itu menilai pencapaiannya pada musim 2025/2026 sangat luar biasa dan meminta pemilih lebih mempertimbangkan kehebatan individu daripada jumlah trofi.

Yamal juga tidak kalah percaya diri setelah menjadi runner-up pada edisi sebelumnya. Pemain Barcelona itu bahkan mengatakan dirinya layak memenangkan penghargaan dan menilai dirinya bersama Mbappe sebagai dua pemain terbaik di dunia.

Kedua pemain tersebut diprediksi menjadi kandidat terkuat menjelang seremoni Ballon d'Or yang akan digelar di London pada 26 Oktober. Jika membandingkan performa mereka berdasarkan gol, trofi, serta pengaruh terhadap permainan, persaingan keduanya menjadi sangat menarik.

1 dari 6 halaman

Mbappe Unggul Telak dalam Gol dan Kontribusi

Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe (kiri), berebut bola dengan pemain Real Betis, Fran Garcia, dalam pertandingan Liga Spanyol, Sabtu (5/9/2026). (c) AP Photo/Jose Breton

Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe (kiri), berebut bola dengan pemain Real Betis, Fran Garcia, dalam pertandingan Liga Spanyol, Sabtu (5/9/2026). (c) AP Photo/Jose Breton

Dalam dua dekade terakhir, Ballon d'Or memang lebih sering dimenangkan pemain depan, dengan Rodri dan Luka Modric menjadi pengecualian. Karena itu, jumlah keterlibatan dalam gol menjadi salah satu indikator paling mudah untuk membandingkan Mbappe dan Yamal.

Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak Liga Spanyol musim lalu dengan 25 gol. Ia juga mencetak 15 gol di Liga Champions dan menjadi top scorer Piala Dunia setelah mengoleksi 10 gol di turnamen yang berlangsung di Amerika Utara.

Secara keseluruhan, Mbappe mencetak 58 gol untuk Real Madrid dan Prancis pada musim 2025/2026. Ia juga menyumbangkan 13 assist sehingga total kontribusinya mencapai 71 gol dalam 60 pertandingan.

Yamal memiliki catatan gol yang lebih rendah dibandingkan Mbappe. Ia mencetak 16 gol di Liga Spanyol, enam gol di Liga Champions, dan dua gol di Copa del Rey, sehingga totalnya mencapai 25 gol bersama Barcelona dan Spanyol.

2 dari 6 halaman

Yamal Lebih Unggul dalam Kreativitas

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol dalam pertandingan La Liga melawan Rayo Vallecano, Selasa (1/9/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol dalam pertandingan La Liga melawan Rayo Vallecano, Selasa (1/9/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Meski kalah jauh dalam jumlah gol, Yamal memiliki keunggulan besar dalam urusan menciptakan peluang. Pemain Barcelona tersebut mencatat 20 assist untuk klub dan negaranya, tujuh lebih banyak dibandingkan Mbappe.

Yamal juga menjadi pemain dengan jumlah peluang tercipta terbanyak di antara seluruh pemain yang tampil di lima liga top Eropa. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa kontribusinya tidak hanya bergantung pada kemampuan mencetak gol.

Dalam 57 pertandingan, Yamal menghasilkan total 45 keterlibatan gol. Angka tersebut memang masih berada di bawah Mbappe yang mencatat 71 kontribusi dalam 60 pertandingan.

Sebagai pembanding, keduanya juga masih tertinggal dari Harry Kane yang mengoleksi 81 keterlibatan gol. Namun, jika hanya menggunakan aspek produktivitas gol dan assist, Mbappe tetap memiliki keunggulan paling jelas dalam persaingan ini.

3 dari 6 halaman

Yamal Unggul dalam Perolehan Trofi

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol kelima timnya dalam pertandingan La Liga melawan Rayo Vallecano, Selasa (1/9/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol kelima timnya dalam pertandingan La Liga melawan Rayo Vallecano, Selasa (1/9/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Ballon d'Or memang merupakan penghargaan individual, tetapi sejarah menunjukkan bahwa kesuksesan bersama tim tetap memiliki pengaruh besar. Sejak 2013, hanya Cristiano Ronaldo yang berhasil memenangkan penghargaan tersebut tanpa meraih trofi bersama klub atau negaranya pada tahun yang sama.

Mbappe berada dalam posisi sulit karena Real Madrid tidak memenangkan satu pun kompetisi pada musim 2025/2026. Barcelona menjadi juara Liga Spanyol, sedangkan Bayern Munchen menghentikan perjalanan Madrid di kompetisi Eropa.

Kegagalan meraih trofi juga terjadi bersama Prancis di Piala Dunia. Mbappe tidak mampu membawa negaranya melewati semifinal setelah Prancis tersingkir dari Spanyol.

Situasi Yamal jauh lebih baik. Ia membantu Barcelona menjuarai Liga Spanyol dan menjadi pemain penting dalam skuad Spanyol di Piala Dunia, serta sebelumnya meraih Supercopa de Espana pada Januari setelah mengalahkan Real Madrid di final.

4 dari 6 halaman

Pengaruh dan Warisan Jadi Pembeda

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe merayakan gol dalam pertandingan La Liga melawan Rayo Vallecano, Minggu (13/9/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe merayakan gol dalam pertandingan La Liga melawan Rayo Vallecano, Minggu (13/9/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Jose Mourinho memiliki pandangan bahwa Ballon d'Or tidak semestinya hanya diberikan kepada pemain yang memenangkan Liga Champions atau Piala Dunia. Menurutnya, penghargaan tersebut seharusnya diberikan kepada pemain yang ketika pensiun nanti akan benar-benar dirindukan dunia sepak bola.

Mbappe memiliki argumen kuat dari sisi konsistensi. Ia terus memberikan gol untuk Real Madrid sepanjang musim dan menunjukkan kualitas sebagai penyerang dengan kemampuan yang sangat jarang dimiliki pemain lain.

Rekor Mbappe di Piala Dunia juga semakin memperkuat warisannya. Namun, masih ada perdebatan mengenai seberapa besar kegagalan Real Madrid dan Prancis dipengaruhi oleh tim di sekitarnya atau kontribusi Mbappe ketika harus membantu pertahanan.

Yamal mungkin tidak memiliki satu momen besar di pertandingan paling penting yang bisa dijadikan alasan utama pemilih. Namun, ia tampil konsisten sepanjang tahun, memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Liga Spanyol berkat kreativitas dan kontribusinya, sehingga memiliki argumen kuat untuk menjadi pemenang.

5 dari 6 halaman

Jadi, Siapa yang Lebih Layak?

Selebrasi Lamine Yamal usai membobol gawang Feyenoord di Liga Champions, Kamis (10/9/2026) (c) AP Photo/Emilio Morenatti

Selebrasi Lamine Yamal usai membobol gawang Feyenoord di Liga Champions, Kamis (10/9/2026) (c) AP Photo/Emilio Morenatti

Jika penilaian lebih mengutamakan produktivitas individu, Mbappe memiliki keunggulan yang sulit dibantah. Jumlah 58 gol dan 13 assist menunjukkan kontribusi luar biasa sepanjang musim, bahkan ketika Real Madrid dan Prancis gagal meraih trofi utama.

Yamal menawarkan paket yang berbeda melalui kreativitas, konsistensi, dan kesuksesan bersama Barcelona. Usianya yang masih 19 tahun juga membuat performanya terasa semakin istimewa, terutama karena ia sudah menjadi pemain penting di level klub dan tim nasional.

Ballon d'Or pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh satu statistik. Performa sepanjang musim, trofi, pengaruh terhadap permainan, serta kesan yang ditinggalkan seorang pemain semuanya dapat memengaruhi pilihan para pemilih.

Jika ketiga aspek utama dalam perbandingan ini digunakan, Mbappe menang dalam produktivitas gol, sedangkan Yamal unggul dalam trofi dan dampak permainan. Karena itu, berdasarkan penilaian, Yamal memiliki keunggulan tipis untuk membawa pulang Ballon d'Or tahun ini.

Sumber: FotMob

6 dari 6 halaman

Klasemen La Liga


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL