
Bola.net - Lamine Yamal kini bukan lagi sekadar talenta muda yang menjanjikan. Bintang muda Barcelona itu mulai mendapat pengakuan luas sebagai pemain terbaik di dunia saat ini. Performa konsistennya di laga-laga besar menjadikannya kandidat serius dalam perbincangan pemain terbaik sejagat.
Awalnya, perdebatan hanya berputar pada statusnya sebagai pemain muda terbaik. Namun, seiring waktu, kemampuan Yamal mengontrol permainan dan membuat pertahanan lawan ketar-ketir di usia remaja, sulit diabaikan. Dia tak hanya mencetak gol, tapi juga punya ketenangan luar biasa di momen-momen krusial.
Hanya sedikit pemain di dunia yang bisa mendikte jalannya pertandingan seperti yang dilakukan Yamal. Dia seperti pemimpin orkestra di lapangan, mengalirkan ritme dan tempo permainan dengan elegan. Bagi Barcelona, ini bukan sekadar penemuan bakat baru—ini bisa jadi awal era baru.
Pujian Setinggi Langit dari Rio Ferdinand

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, tak segan memuji Lamine Yamal sebagai pemain terbaik di dunia saat ini. “Saat ini, pemain terbaik di dunia adalah Lamine Yamal. Saya suka pemain ini. Dia seperti bermain sepak bola dengan cara yang berbeda,” ujar Ferdinand kepada media, seperti dikutip Barca Universal.
Ferdinand menggarisbawahi kedewasaan bermain Yamal yang melampaui usianya. “Dia seolah bermain dengan kematangan seorang pria berusia 28 tahun, padahal usianya baru 17 tahun. Ini gila. Dia membuat keputusan penting seolah itu hal biasa, tanpa tekanan,” ucapnya.
Ferdinand bahkan menyaksikan langsung keajaiban Yamal saat Barcelona melawan Inter Milan di semifinal Liga Champions. “Saya menontonnya langsung dari tempat duduk terbaik di stadion, sedikit tinggi, tepat di belakang posisinya. Itu 45 menit terbaik yang pernah saya saksikan dalam bertahun-tahun,” katanya.
Melebihi Messi dan Ronaldo di Usia Muda

Tak bisa dihindari, perbandingan dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pun muncul. Namun, Ferdinand punya pandangan yang jelas. “Kita selalu bicara soal Messi dan Ronaldo, tapi mereka tidak melakukan hal seperti ini di usia segitu. Saya belum pernah lihat ada yang seperti ini,” tuturnya.
Dia menegaskan bahwa Yamal punya identitas sendiri. “Saya rasa, dia tidak seperti salah satu dari mereka. Dia adalah Lamine Yamal,” kata Ferdinand. Dia juga menilai kalau Yamal berbeda dari Cristiano Ronaldo muda yang mengandalkan kecepatan dan atraksi.
“Dengan Lamine Yamal, ini bukan soal ritme atau kecepatan, tapi soal ritme berulang. Ini tentang mengubah tempo, mengubah kecepatan, mengubah momentum: pelan, cepat, pelan, cepat, cepat, pelan lagi, seolah itu semua berbeda,” jelas Ferdinand dengan antusias.
Matang, Tak Egois, dan Punya Naluri Alami

Yang membuat Yamal menonjol adalah kematangannya dalam membuat keputusan. Menurut Ferdinand, pemain ini bukan tipe yang egois. “Dia selalu bermain dengan kepalanya untuk mengoper. Dia juga masih muda. Secara naluriah, dia seperti punya keinginan 50% untuk mencetak gol dan 50% untuk memberi assist. Saya jarang lihat anak muda seperti itu.”
Dia juga membandingkan Yamal dengan pemain muda kebanyakan. “Biasanya, 89% dari mereka hanya ingin mencetak gol. Lamine, kalau dia tak bisa mencetak gol, dia akan mengoper. Dia membuat keputusan yang tepat sesuai situasi,” ucapnya.
Bagi Ferdinand, Yamal adalah seniman sejati di lapangan. “Kalau harus mengoper untuk mencetak gol, dia akan melakukannya. Kalau harus mencetak gol, dia juga akan mencetaknya. Saya suka dia. Serius, dia seperti seorang seniman. Pemain kaki kiri memang selalu terlihat berbeda. Ini gila,” pungkasnya.
Lamine Yamal dan Masa Depan yang Cerah

Apa yang dilakukan Lamine Yamal saat ini belum tentu bisa diulang pemain lain seusianya. Dia tampil seperti pemain matang di panggung tertinggi sepak bola. Barcelona seperti menemukan permata langka yang tak hanya bersinar, tapi juga memancarkan kecerdasan.
Jika bisa menjaga ritme dan fokus, bukan tak mungkin dia akan menjadi wajah baru sepak bola dunia. Potensinya bukan lagi soal 'akan', melainkan sudah terlihat nyata dari sekarang. Dunia menyaksikan dan mungkin tengah menyambut era baru.
Lamine Yamal bukan hanya masa depan Barcelona, tapi bisa jadi masa depan sepak bola. Yang paling menarik, semuanya baru dimulai.
Sumber: Barca Universal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lamine Yamal, Bocah Ajaib Barcelona yang Mulai Mengguncang Dunia
Liga Spanyol 17 Mei 2025, 23:57
-
Prediksi Barcelona vs Villarreal 19 Mei 2025
Liga Spanyol 17 Mei 2025, 18:00
LATEST UPDATE
-
Ketika Ruben Amorim Merasa Dikhianati Manajemen MU Soal Transfer Pemain
Liga Inggris 5 Januari 2026, 08:05
-
Man of the Match Inter Milan vs Bologna: Lautaro Martinez
Liga Italia 5 Januari 2026, 05:25
-
Man of the Match Man City vs Chelsea: Enzo Fernandez
Liga Inggris 5 Januari 2026, 04:24
-
Man of the Match Fulham vs Liverpool: Harry Wilson
Liga Inggris 5 Januari 2026, 03:54
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Betis: Gonzalo Garcia
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 00:24
-
Man of the Match Leeds United vs Manchester United: Matheus Cunha
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:44
-
Hasil Leeds vs Man Utd: Saling Serang di Elland Road Berakhir Imbang 1-1
Liga Inggris 4 Januari 2026, 21:31
-
Hasil Bali United vs Arema FC: Kalah Lagi, Tren Negatif Singo Edan Berlanjut
Bola Indonesia 4 Januari 2026, 21:05
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR