Bola.net - Ronald Koeman tidak berhenti melakukan inovasi di Barcelona. Paling baru, dia menerapkan formasi 3-4-2-1 yang menyulap Barcelona menjadi tim yang amat tangguh.
Awalnya, Koeman datang dengan ide formasi 4-2-3-1. Namun, formasi ini tidak lazim bagi Barcelona dan sulit dipahami pemain. Setelah itu, Koeman memakai formasi 4-3-3 yang biasa dimainkan Barcelona.
Barcelona mengalami beberapa kegagalan pada formasi 4-3-3. Mereka kalah di final Copa del Rey. Kalah 2-0 dari Sevilla dan kalah 1-3 dari PSG.
Setelah kalah dari PSG, Koeman mulai memakai tiga bek. Ada beberapa variasi yang dipakai mulai dari 3-1-4-2 dan yang paling sering 3-4-2-1. Lantas, apa yang membuat formasi ini spesial bagi Barcelona? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Pertahanan Lebih Rapat
Barcelona hanya kebobolan tiga gol pada tujuh laga terakhir. Hal ini menjadi bukti betapa solidnya lini belakang Barcelona dengan formasi 3-4-2-1.
Secara teknis, ketika tim berada dalam tekanan lawan, Barcelona akan bermain dengan lima pemain belakang. Jordi Alba dan Sergino Dest akan membantu bertahan.
Barcelona menutup celah di lini belakang. Lawan tidak punya banyak opsi karena Barcelona unggul jumlah pemain ketika bertahan.
Tugas Sergio Busquets

Pada formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1, para gelandang memainkan peran yang sulit. Bukan hanya memulai serangan, Sergio Busquets dan kolega juga harus menjadi benteng pertama ketika tim kehilangan bola.
Sedangkan, pada formasi 3-4-2-1, Busquets mendapat beban bertahan lebih ringan. Pasalnya, ada satu bek tengah yang membantunya untuk merebut kembali penguasaan bola saat hilang.
Gerard Pique atau Oscar Mingueza acap kali naik untuk merebut bola. Sementara, Busquets yang tidak punya kemampuan fisik dan duel bagus, bisa lebih fokus untuk mengalirkan bola ketika sudah kembali direbut Pique atau Mingueza.
Bertahan dari Garis Depan

Antoine Griezmann acap kali diabaikan begitu saja. Namun, Griezmann memainkan peran yang penting untuk melakukan pressing tinggi. Hal yang sama juga dilakukan Ousmane Dembele. Keduanya adalah tipe penyerang yang bergerak aktif dan bisa melakukan pressing.
Dembele dan Griezmann bisa membuat pemain lawan kesulitan membangun serangan. Situasi itu diterapkan dengan baik ketika Barcelona bermain imbang 1-1 atas PSG di Paris. Griezmann dan Dembele membuat Barcelona bertahan dari lini depan.
Pedri Rodriguez juga membantu tugas untuk melakukan pressing.
Peran Wigback

Barcelona punya wingback yang agresif, baik Jordi Alba atau Sergino Dest. Kedua pemain itu punya kelebihan ketika membantu menyerang, tetapi tidak cukup bagus saat bertahan.
Koeman memberi lisensi menyerang lebih bagi keduanya pada formasi 3-4-2-1. Alba dan Dest memainkan tugasnya dengan baik.
Oscar Mingueza dan Clement Lenglet akan bergerak agak melebar untuk menutup celah yang ditinggalkan Alba dan Dest. Situasi inilah yang membuat Alba sangat sering ada di dekat kotak penalti lawan.
Peran Unik Frenkie de Jong
Ronald Koeman sejak awal memberi kepercayaan yang tinggi pada Frenkie de Jong. Saat Koeman mengubah formasi menjadi tiga bek, dia memainkan De Jong untuk peran bek tengah.
De Jong datang dengan reputasi sebagai gelandang tangguh. Namun, ketika harus memainkan peran bek tengah, De Jong membuktikan bahwa dia punya kualitas lebih dari yang diharapkan.
Koeman membuat De Jong menjadi orang terakhir sebelum penjaga gawang. Dari posisi ini, De Jong bisa membaca permainan dengan baik, untuk peran bertahan atau memulai serangan.
Lionel Messi Fokus Menyerang
Lionel Messi mendapatkan posisi terbaiknya pada formasi 3-4-2-1. Messi punya banyak ruang dan kebebasan karena berada di area dekat kotak penalti. Messi berada di ruang kosong antara lini belakang dan lini tengah lawan.
Messi punya banyak waktu saat menguasai bola. Dia bisa memilih untuk melepas umpan ke kotak penalti, kombinasi dengan Jordi Alba, atau melepas tendangan jarak jauh. Messi tak pernah absen mencetak gol atau assist pada tiga laga terakhir.
Sumber: Marca
Baca Ini Juga:
- 5 Pelajaran Duel Wolverhampton vs Liverpool: Berani 'Kotor' Itu Baik
- Rapor Pemain Barcelona Saat Menang Lawan Huesca: Lionel Messi Memang The GOAT!
- 5 Fakta Menarik Jelang Leg Kedua Real Madrid Vs Atalanta
- 5 Pemain Kunci Real Madrid untuk Singkirkan Atalanta
- Liverpool Menang, Netizen Tebar Ancaman ke Sadio Mane
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tolak Manchester United, Ousmane Dembele Bakal Bertahan di Barcelona
Liga Inggris 16 Maret 2021, 20:20
-
9 Pemain yang Bisa Dijual Barcelona Demi Datangkan Erling Haaland
Editorial 16 Maret 2021, 16:39
-
Barcelona Gulung Huesca, Ronald Koeman Masih Yakin Timnya Bisa Juara
Liga Spanyol 16 Maret 2021, 13:13
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sassuolo vs Juventus: Jonathan David
Liga Italia 7 Januari 2026, 05:16
-
Hasil Sassuolo vs Juventus: Jay Idzes Tak Berkutik, Bianconeri Menang Besar
Liga Italia 7 Januari 2026, 04:49
-
Hasil Lecce vs Roma: I Giallorossi Sukses Curi 3 Poin di Via del Mare
Liga Italia 7 Januari 2026, 03:57
-
Prediksi Burnley vs Man United 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 03:15
-
Prediksi Parma vs Inter 8 Januari 2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Man City vs Brighton 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 02:30
-
Prediksi Fulham vs Chelsea 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 02:30
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 02:05
-
Prediksi Barcelona vs Athletic Club 8 Januari 2026
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 02:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40





















KOMENTAR