
Bola.net - Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag, memberi kritik tajam atas peran baru Frenkie de Jong di Barcelona. Erik ten Hag meyakini bahwa potensi terbaik Frenkie de Jong bukan sebagai playmaker atau pencetak gol.
Frenkie de Jong mendapat peran baru di Barcelona sejak pergantian pelatih. Quique Setien, pengganti Ernesto Valverde sebagai pelatih Barcelona, memainkan gelandang 22 tahun lebih menyerang.
Pada laga melawan Real Betis di pekan ke-23 La Liga (10/2/2020) adalah salah satu contohnya. Frenkie de Jong ditempatkan lebih ke depan dalam formasi 4-3-1-2 racikan Quique Setien.
Frenkie de Jong memang bukan sebagai pemain tepat di belakang penyerang. Posisi itu ditempati Arturo Vidal. Namun, saat Vidal ditarik keluar, Frenkie de Jong bermain lebih ke depan dari para gelandang.
Frenkie de Jong Bukan Playmaker
Frenkie de Jong memang tampil cukup bagus di laga melawan Real Betis. Dia mampu mencetak gol pada menit ke-9 usai menyambar umpan Lionel Messi. Frenkie de Jong menjadi pemain yang lebih dekat dengan kotak penalti lawan.
"Frenkie de Jong bukan pencetak gol," ucap Erik ten Hag dikutip dari Marca.
"Frenkie de Jong adalah tipikal pemain yang menyuplai bola ke pemain lawan. Dia menyuplai bola untuk rekan satu timnya agar bisa membuat assist atau mencetak gol dari posisi mereka," kata Erik ten Hag.
Frenkie de Jong pernah mencoba 'nakal' ketika masih di Ajax. Dia sering maju mendekat ke kotak penalti lawan. Erik ten Hag menegurnya dan meminta untuk memainkan peran yang sudah direncanakan sejak awal.
"Saya kemudian bertanya kepadanya, apakah Anda pemain nomor 10? Lalu, kapan Anda mencetak gol?," ucap Erik ten Hag.
Frenkie de Jong Sulit Geser Sergio Busquets
Pada era Ernesto Valverde, Frenkie de Jong bermain lebih ke belakang. Dia tepat berada di depan empat pemain belakang. Dia menjadi penghubung lini belakang dan tengah. Pemain 22 tahun menjadi pusat distribusi bola.
Namun, sejak era Quique Setien, peran itu dikembalikan pada Sergio Busquest. Sebelumnya, Valverde coba untuk menggusur Busques dan memilih Frenkie de Jong untuk menjadi pusat distribusi bola.
Terlepas dari posisi apa yang terbaik untuk Frenkie de Jong, dia harus bekerja keras untuk mendapat tempat di lini tengah Barcelona. Sebab, dia masih punya pesaing kelas berat pada diri Arthur Melo, Arturo Vidal, Sergi Roberto, Ivan Rakitic, dan pemain muda Riqui Puig.
Sumber: Marca
Baca Ini Juga:
- Hanya Barcelona dan Real Madrid yang Juara, Pemain Bilbao: Kami Bosan
- Hanya Ada Satu Lionel Messi, Siapa Penerusnya?
- Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Diklaim Cocok Main Bareng, Sepakat?
- Emery: PSG Disingkirkan Barcelona karena VAR Belum Hadir
- Barcelona Ternyata Tak Pernah Ingin Pulangkan Andres Iniesta
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lewati Messi, Salah Kini Jadi Winger Kanan Paling Berharga di Dunia
Liga Champions 11 Februari 2020, 22:51
-
Barcelona Batal Rekrut Willian Jose?
Liga Spanyol 11 Februari 2020, 22:00
-
Liverpool Pulangkan Coutinho? Untuk Apa?
Liga Inggris 11 Februari 2020, 21:20
-
Barcelona Mau Juara? Pulangkan Dulu Neymar
Liga Spanyol 11 Februari 2020, 20:17
-
Willian Jose Nantikan Kepindahan ke Barcelona
Liga Spanyol 11 Februari 2020, 20:00
LATEST UPDATE
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR