Pergeseran Taktik dan Budaya: Cara Alvaro Arbeloa Menyatukan Real Madrid

Pergeseran Taktik dan Budaya: Cara Alvaro Arbeloa Menyatukan Real Madrid
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Alvaro Arbeloa menghadapi awal yang penuh gejolak sejak mengambil alih kursi pelatih Real Madrid. Pergantian era dari Xabi Alonso memicu perubahan signifikan, baik secara taktik maupun budaya kerja di dalam tim.

Periode awal Arbeloa diwarnai kekecewaan besar setelah tersingkir dari Copa del Rey oleh Albacete. Hasil itu langsung menempatkan pelatih baru tersebut dalam sorotan tajam.

Namun, dalam waktu singkat, situasi di internal klub mulai berubah. Kemenangan liga atas Levante dan kemenangan telak di Liga Champions melawan Monaco menggeser suasana di ruang ganti ke arah yang lebih positif.

1 dari 4 halaman

Cemoohan Suporter Jadi Titik Balik

Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa bereaksi pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Real Madrid vs Levante di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa bereaksi pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Real Madrid vs Levante di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Menurut laporan dari Cadena SER, titik balik Real Madrid bukan berasal dari perubahan taktik di lapangan. Reaksi keras suporter justru menjadi pemicu perubahan dinamika di dalam tim.

Cemoohan dan siulan yang terdengar dari tribun Bernabeu saat melawan Levante disebut memberi dampak tak terduga. Tekanan publik itu menyatukan skuad yang sebelumnya terpecah setelah kekalahan dari Albacete.

Usai kekalahan di Copa del Rey, suasana di Valdebebas digambarkan dingin dan sunyi. Para pemain disebut lebih fokus pada diri masing-masing, tanpa rasa kebersamaan yang kuat.

Namun, situasi tersebut berubah menjelang laga melawan Monaco. Sumber dari dalam ruang ganti menyebut para pemain mulai bersatu, melindungi kelompok, dan menghadapi tekanan eksternal secara kolektif.

2 dari 4 halaman

Pendekatan Langsung Arbeloa di Ruang Ganti

Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa memberi instruksi kepada Arda Guler pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Real Madrid vs Levante di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa memberi instruksi kepada Arda Guler pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Real Madrid vs Levante di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Arbeloa datang membawa identitas yang jelas. Ia digambarkan sebagai sosok yang langsung, mudah didekati, dan memiliki konsep yang tegas.

Gaya kepemimpinannya sangat terpusat. Seluruh komunikasi, motivasi, dan instruksi taktik disampaikan langsung olehnya kepada para pemain.

Staf pelatih berada di balik layar, bertugas menyiapkan sesi latihan secara detail. Namun mereka jarang berbicara langsung kepada pemain selama latihan berlangsung.

Pendekatan satu suara ini memberikan kejelasan bagi skuad yang sebelumnya terlihat kehilangan arah. Pemain kini tahu kepada siapa harus merujuk dan apa yang diharapkan di atas lapangan.

3 dari 4 halaman

Kontras dengan Era Xabi Alonso

Perubahan pendekatan ini terasa kontras dibandingkan metode Xabi Alonso. Di era sebelumnya, staf pelatih dikenal sangat aktif dan intervensif dalam keseharian tim.

Pemain kerap menjalani sesi analisis video panjang yang langsung diikuti latihan dengan skenario spesifik. Tujuannya adalah mencapai kesempurnaan taktik di setiap detail.

Meski kualitas staf Alonso diakui, pendekatan tersebut disebut terlalu intens bagi sebagian pemain. Cadena SER mencatat para pemain menilai metode itu sedikit terlalu menekan dibanding kebiasaan mereka.

Kini, pendekatan yang lebih ringkas dan terpusat di bawah Arbeloa menggantikan micromanagement sebelumnya. Perubahan ini disebut memberi kesegaran mental dan berdampak positif pada performa.

4 dari 4 halaman

Ujian Berikutnya Menanti Madrid

Dampak awal dari perubahan tersebut mulai terlihat. Real Madrid mampu bangkit setelah pekan yang sangat sulit dan kini berada dekat dengan posisi delapan besar Liga Champions.

Meski begitu, bekas luka akibat kekalahan dari Albacete belum sepenuhnya hilang. Di ruang ganti, keyakinan yang berkembang adalah bahwa jawaban sesungguhnya harus diberikan di atas lapangan.

Dalam waktu dekat, Madrid menghadapi dua ujian berat. Mereka akan bertandang ke Villarreal pada Sabtu, lalu melanjutkan perjalanan ke Lisbon pada pertengahan pekan berikutnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL