
Bola.net - Kekalahan perdana di liga masih membekas di benak Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu kini menatap laga semifinal Piala Super Spanyol melawan Atletico Madrid dengan misi penebusan.
Laga yang akan digelar di Arab Saudi ini bukan sekadar perebutan tiket final Supercopa de Espana. Bagi Bellingham, ini adalah momen pembuktian setelah Los Blancos sempat dipermalukan rival sekotanya itu di pertemuan pertama.
Ia menyadari bahwa Atletico adalah lawan yang sulit ditaklukkan. Namun, evaluasi mendalam telah dilakukan timnya untuk memastikan kesalahan serupa tak terulang di Riyadh.
Kini, Bellingham tak hanya berbicara soal dendam. Ia juga menyoroti peran barunya di lapangan yang berubah drastis dibanding musim lalu, sebuah adaptasi yang harus ia lakukan demi mengakomodasi kehadiran Kylian Mbappe.
Belajar dari Luka Lama
Pertemuan melawan Atletico Madrid di liga memberikan pelajaran berharga bagi skuad asuhan Xabi Alonso. Itu adalah satu-satunya noda kekalahan yang mereka derita sejauh ini.
Bellingham mengakui bahwa timnya telah membedah momen-momen krusial dari kekalahan tersebut. Semangat untuk membalikkan keadaan kini membara di ruang ganti El Real.
"Itu akan sulit, mereka adalah lawan yang tangguh. Kami harus belajar dari pertandingan pertama melawan mereka di liga," ujar Bellingham dalam sesi konferensi pers, Rabu waktu setempat.
Pemain asal Inggris itu menegaskan bahwa timnya sudah jauh lebih siap secara mental. Kekalahan masa lalu justru menjadi bahan bakar untuk tampil lebih garas di semifinal nanti.
"Itu adalah kekalahan pertama kami, tetapi kami meninjau momen-momen tersebut dan belajar darinya. Saya menantikan pertandingan besok," imbuhnya.
Berubah Demi Mbappe
Selain soal derby, sorotan juga tertuju pada penurunan jumlah gol Bellingham musim ini. Namun, sang pemain menanggapi hal tersebut dengan santai dan logis.
Musim lalu, ia memang menjadi mesin gol dadakan karena ketiadaan striker murni. Kini, kehadiran Kylian Mbappe membuatnya harus rela bermain lebih ke dalam dan mengurangi intensitasnya di kotak penalti lawan.
"Itu adalah perubahan yang mudah. Di musim pertama saya di sini tidak ada penyerang murni, saya bermain sangat dekat dengan kotak penalti lawan dan saya mencetak cukup banyak gol," kenang eks pemain Dortmund tersebut.
Bellingham merasa pengorbanan posisinya adalah hal wajar demi keseimbangan tim. Dengan adanya predator gol di lini depan, tugasnya kini bergeser menjadi pengatur ritme dan kreator serangan.
"Namun setelah kedatangan Mbappe, kami memiliki penyerang murni yang mencetak 40 atau 50 gol semusim. Tidak perlu lagi bagi saya untuk berada begitu jauh di depan," jelasnya.
Antara Hati dan Kepala
Derby Madrid selalu identik dengan tensi tinggi dan emosi yang meledak-ledak. Bellingham mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terjebak dalam provokasi yang bisa merugikan tim.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam menghadapi laga panas ini. Bermain dengan semangat saja tidak cukup tanpa diimbangi ketenangan taktik.
"Pertandingan-pertandingan ini dimainkan dengan campuran keduanya (hati dan kepala). Anda tidak bisa hanya menggunakan kepala atau hati, Anda harus menggunakan keduanya," tegas gelandang bernomor punggung 5 itu.
Fokus utama tim saat ini adalah memberikan kemenangan bagi para pendukung Madrid. Bellingham berjanji akan membuktikan kualitas timnya lewat aksi nyata di lapangan hijau, bukan sekadar kata-kata.
"Kami tahu betapa pentingnya pertandingan ini bagi tim, kami ingin menang untuk penggemar kami. Kami harus berbicara di lapangan, tetap fokus dan tahu bagaimana mengatur permainan di waktu-waktu tertentu," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rodrygo Bangkit di Real Madrid: Dari Terpinggirkan Jadi Andalan Xabi Alonso
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 17:59
-
Raphinha Lempar Peringatan ke Real Madrid dan Atletico: Barcelona Siap!
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 16:59
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 16:40
LATEST UPDATE
-
Aryna Sabalenka Kritik Keras WTA: Jadwal Gila, Aturan Kaku, dan Risiko Cedera
Tenis 9 Januari 2026, 11:43
-
Bahagianya Marc Marquez Akhirnya Latihan Pakai Ducati Panigale V2 Usai Cedera Bahu
Otomotif 9 Januari 2026, 11:23
-
Kok Bisa Benjamin Sesko Yakin Man Utd Bakal Keluar dari Zaman Kegelapan?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 10:47
-
Pelatih Baru Persebaya Bernardo Tavares Waspadai Malut United
Bola Indonesia 9 Januari 2026, 10:46
-
Mikel Arteta Kembali Gagal Kalahkan Arne Slot
Liga Inggris 9 Januari 2026, 10:25
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 9 Januari 2026, 10:07
-
6 Pelajaran dari Arsenal vs Liverpool: Peluang Emas Terbuang di Emirates
Liga Inggris 9 Januari 2026, 09:48
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 9 Januari 2026
Voli 9 Januari 2026, 09:43
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52

























KOMENTAR