Suara Ruang Ganti Real Madrid Usai Kalah dari Getafe: Kini Hanya Tersisa Liga Champions

Suara Ruang Ganti Real Madrid Usai Kalah dari Getafe: Kini Hanya Tersisa Liga Champions
Winger Real Madrid, Vinicius Junior (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Real Madrid menyia-nyiakan peluang emas untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Barcelona. Kekalahan 0-1 dari Getafe di Santiago Bernabeu membuat tim asuhan Hansi Flick kini unggul empat poin atas rival terdekatnya.

Gol Satriani di babak pertama menjadi penentu hasil akhir. Penampilan Real Madrid dinilai jauh dari standar, memicu siulan panjang dari publik tuan rumah sepanjang pertandingan.

Tak hanya pemain yang menjadi sasaran kekecewaan. Pelatih Alvaro Arbeloa dan presiden Florentino Perez juga menerima siulan, bahkan terdengar nyanyian “Florentino, mundur” setelah peluit akhir berbunyi.

1 dari 2 halaman

Suasana Ruang Ganti dan Reaksi Publik

Antonio Rudger mencoba menghalau bola di laga Real Madrid vs Getafe, Selasa (3/3/2026) (c) AP Photo/Manu Fernandez

Antonio Rudger mencoba menghalau bola di laga Real Madrid vs Getafe, Selasa (3/3/2026) (c) AP Photo/Manu Fernandez

Menurut laporan Cadena SER, seorang anggota skuad Real Madrid mengungkapkan suasana ruang ganti setelah kekalahan tersebut. Pernyataan itu disampaikan kepada jurnalis Javier Herraez dalam program El Larguero.

“Kini hanya tersisa Liga Champions bagi kami.”

Ucapan itu mencerminkan dua hal sekaligus, yaitu kekecewaan atas hilangnya peluang di La Liga dan fokus penuh pada kompetisi Eropa. Namun, narator Antonio Romero menilai kesimpulan tersebut terlalu berlebihan.

“Empat poin dari 36 yang tersedia bukanlah jarak yang mustahil untuk dikejar dalam situasi apa pun.”

Meski secara matematis peluang masih terbuka, dinilai bahwa Real Madrid sudah keluar dari perburuan La Liga setelah kekalahan ini.

2 dari 2 halaman

Antara Perhitungan dan Perasaan

Perdebatan pun muncul soal apakah Real Madrid seharusnya mengalihkan fokus sepenuhnya ke Liga Champions. Secara angka, peluang di liga domestik masih ada.

Secara hipotetis, kekalahan Barcelona di Bilbao dan kemenangan Madrid atas Celta di Balaidos bisa memangkas selisih menjadi satu poin. Namun, suasana di dalam tim disebut jauh dari optimistis.

“Rasanya adalah kehancuran, kesedihan, seperti suasana berkabung, ketidakberdayaan total,” ujar Javier Herraez.

Para pemain dinilai pesimistis terhadap sisa musim ini. Mereka melihat Liga Champions sebagai satu-satunya gelar yang masih realistis untuk dikejar.

Namun, jalan di Eropa pun tidak mudah. Lawan pertama adalah Manchester City asuhan Pep Guardiola, rival yang kerap menjadi batu sandungan di Liga Champions, dan di sisi bagan yang dihuni tim-tim dengan total 31 gelar Piala Eropa.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL