Bola.net - Bomber Barcelona, Luis Suarez, mengaku dirinya mendapatkan bantuan dari orang-orang yang tepat untuk menghilangkan kebiasaannya mengggit lawan.
Seperti yang diketahui, Suarez memiliki kebiasaan untuk menggigit lawannya ketika ia merasa frustasi di atas lapangan. Sepanjang karirnya, ia pernah melakukan aksi gigit itu sebanyak tiga kali. Yang pertama di Ajax Amsterdam, yang kedua dan ketiga saat masih di Liverpool. Khusus gigitan ketiga ia lakukan ketika membela Uruguay melawan Italia di Piala Dunia. Korbannya adalah Giorgio Chiellini.
Suarez pun terpaksa menerima hukuman berat akibat aksi gigitnya itu di Piala Dunia. Kini, setelah pindah ke Barca, ia tampaknya sudah berusaha menghilangkan kebiasaan buruknya tersebut dengan melakukan terapi khusus.
"Saya yakin saya berada di jalan yang tepat sekarang, berurusan dengan orang-orang yang bisa membantu saya, tipe orang-orang yang tepat," bebernya pada The Guardian.
Suarez kemudian menjelaskan bahwa aksi gigitannya itu sendiri merupakan sebuah reaksi untuk mempertahankan dirinya dari tekanan berat yang kerap diterima para pesepakbola. Ia pun tampak menyesali aksi gigitannya pada Chiellini.
"Itu seperti sebuah dorongan, seperti sebuah reaksi. Semua orang memiliki cara yang berbeda untuk melindungi dirinay sendiri. Dalam kasus saya, tekanan dan tensi tinggi menghasilkan gigitan itu. Ada pemain yang bereaksi dengan mematahkan kaki pemain lain, atau meninju hidung orang lain. Apa yang terjadi pada Chiellini terlihat sangat buruk. Saya paham kenapa menggigit seseorang itu terlihat sangat buruk" aku Il Pistolero. [initial]
(gua/dim)
Seperti yang diketahui, Suarez memiliki kebiasaan untuk menggigit lawannya ketika ia merasa frustasi di atas lapangan. Sepanjang karirnya, ia pernah melakukan aksi gigit itu sebanyak tiga kali. Yang pertama di Ajax Amsterdam, yang kedua dan ketiga saat masih di Liverpool. Khusus gigitan ketiga ia lakukan ketika membela Uruguay melawan Italia di Piala Dunia. Korbannya adalah Giorgio Chiellini.
Suarez pun terpaksa menerima hukuman berat akibat aksi gigitnya itu di Piala Dunia. Kini, setelah pindah ke Barca, ia tampaknya sudah berusaha menghilangkan kebiasaan buruknya tersebut dengan melakukan terapi khusus.
"Saya yakin saya berada di jalan yang tepat sekarang, berurusan dengan orang-orang yang bisa membantu saya, tipe orang-orang yang tepat," bebernya pada The Guardian.
Suarez kemudian menjelaskan bahwa aksi gigitannya itu sendiri merupakan sebuah reaksi untuk mempertahankan dirinya dari tekanan berat yang kerap diterima para pesepakbola. Ia pun tampak menyesali aksi gigitannya pada Chiellini.
"Itu seperti sebuah dorongan, seperti sebuah reaksi. Semua orang memiliki cara yang berbeda untuk melindungi dirinay sendiri. Dalam kasus saya, tekanan dan tensi tinggi menghasilkan gigitan itu. Ada pemain yang bereaksi dengan mematahkan kaki pemain lain, atau meninju hidung orang lain. Apa yang terjadi pada Chiellini terlihat sangat buruk. Saya paham kenapa menggigit seseorang itu terlihat sangat buruk" aku Il Pistolero. [initial]
Baca Juga:
- Enrique Belum Pastikan Berapa Menit Suarez Akan Tampil
- Preview: Real Madrid vs Barcelona, Dahsyat!
- Milla: Fisik Suarez Tak Siap Untuk El Clasico
- Santamaria: Madrid Wajib Awasi Suarez
- Laudrup Ikut Ragukan Debut Suarez di Clasico
- Konfirmasi Debut Clasico Suarez, Barca Siapkan Video Khusus
- Schuster Tak Yakin Suarez Turun di Clasico
- Barcelona Konfirmasi Debut Clasico Suarez
- Madrid Akan Tuntut Barca Jika Mainkan Suarez?
- 'Trio Suarez - Neymar - Messi Bisa Rusak Madrid'
- Bravo: Suarez Siap Beraksi di Clasico
- Legenda Barca Ingin Lihat Suarez di Clasico
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pique: Fabregas Tepat Pindah ke Chelsea
Liga Inggris 25 Oktober 2014, 22:48
-
Suarez: Saya Dituduh Rasis dan Tukang Diving Tanpa Bukti
Liga Spanyol 25 Oktober 2014, 22:43
-
Akui Panggil Evra 'Negro', Suarez Ngotot Tak Rasis
Liga Spanyol 25 Oktober 2014, 22:21
-
Liga Spanyol 25 Oktober 2014, 18:38

-
Pique Tegaskan Suarez Tidak Suka Diving Lagi
Liga Spanyol 25 Oktober 2014, 18:01
LATEST UPDATE
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR