Bola.net - 12 Kali juara Grand Slam, Rafael Nadal secara mengejutkan harus mengalami kekalahan di putaran pertama Wimbledon 2013 pada hari Senin (24/6). Petenis Spanyol ini harus takluk pada petenis Belgia, Steve Darcis.
Setahun setelah kalah dari petenis Ceko, Lukas Rosol di putaran kedua, Nadal ditundukkan Darcis yang menduduki peringkat 135 dunia dengan 6(4)-7, 6(8)-7, 4-6.
Nadal yang sebelumnya tidak pernah menelan kekalahan di putaran pertama turnamen Grand Slam, terlihat kelelahan secara fisik, namun menolak untuk mencari-cari alasan.
"Saya telah berusaha sekeras mungkin, tapi memenangkan pertandingan ini cukup mustahil," ujar Nadal yang bermain di atas lapangan rumput untuk pertama kalinya musim ini. "Ini bukan tragedi," tambahnya.
Nadal yang menghabiskan tujuh bulan untuk penyembuhan cedera lutut setelah kekalahan di Wimbledon tahun lalu, tak mau menjadikan kondisi lututnya sebagai alasan kekalahan kali ini.
"Saya tak mau membicarakan kondisi lutut saya," ujarnya usai pertandingan. "Apapun yang saya katakan tentang lutut akan menjadi alasan. Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada Steve."
Darcis merupakan petenis peringkat terendah yang mampu mengalahkan Nadal selama tujuh tahun terakhir, yakni sejak Joachim Johansson, peringkat 690 yang mengalahkan Nadal di Stockholm.
Nadal yang kini berusia 27 tahun menjadi juara bertahan Perancis Terbuka pertama yang mengalami kekalahan di putaran pertama Wimbledon sejak petenis Brasil, Gustavo Kuerten pada 1997. (reu/kny)
Setahun setelah kalah dari petenis Ceko, Lukas Rosol di putaran kedua, Nadal ditundukkan Darcis yang menduduki peringkat 135 dunia dengan 6(4)-7, 6(8)-7, 4-6.
Nadal yang sebelumnya tidak pernah menelan kekalahan di putaran pertama turnamen Grand Slam, terlihat kelelahan secara fisik, namun menolak untuk mencari-cari alasan.
"Saya telah berusaha sekeras mungkin, tapi memenangkan pertandingan ini cukup mustahil," ujar Nadal yang bermain di atas lapangan rumput untuk pertama kalinya musim ini. "Ini bukan tragedi," tambahnya.
Nadal yang menghabiskan tujuh bulan untuk penyembuhan cedera lutut setelah kekalahan di Wimbledon tahun lalu, tak mau menjadikan kondisi lututnya sebagai alasan kekalahan kali ini.
"Saya tak mau membicarakan kondisi lutut saya," ujarnya usai pertandingan. "Apapun yang saya katakan tentang lutut akan menjadi alasan. Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada Steve."
Darcis merupakan petenis peringkat terendah yang mampu mengalahkan Nadal selama tujuh tahun terakhir, yakni sejak Joachim Johansson, peringkat 690 yang mengalahkan Nadal di Stockholm.
Nadal yang kini berusia 27 tahun menjadi juara bertahan Perancis Terbuka pertama yang mengalami kekalahan di putaran pertama Wimbledon sejak petenis Brasil, Gustavo Kuerten pada 1997. (reu/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nadal Tak Mau Cari Alasan atas Kekalahan di Wimbledon
Tenis 25 Juni 2013, 17:20
-
Venus Williams Putuskan Absen dari Wimbledon 2013
Tenis 19 Juni 2013, 18:15
-
Roger Federer Melangkah ke Perempat Final Halle Terbuka
Tenis 13 Juni 2013, 16:03
-
Dua Petenis Jagoan Asia Kandas di Birmingham
Tenis 11 Juni 2013, 15:16
-
Novak Djokovic Masih Terlalu Tangguh Bagi David Goffin
Tenis 29 Mei 2013, 12:33
LATEST UPDATE
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR