
Bola.net - Timnas Indonesia U-22 gagal mempertahankan emas sepak bola pada SEA Games 2025. Tim racikan Indra Sjafri itu gagal lolos ke semifinal setelah hanya mengumpulkan tiga poin dari dua laga Grup C.
Indonesia datang ke SEA Games 2025 dengan nada optimis. Indonesia punya persiapan yang bagus, termasuk laga uji coba elit melawan Mali. Namun, hasilnya tak sesuai harapan.
Indonesia kalah 0-1 dari Filipina pada laga pertama Grup C. Setelah itu, Garuda Muda menang 3-1 lawan Myanmar dan meraih posisi kedua klasemen Grup C. Indonesia tak bisa lolos langsung dengan status runner-up.
Indonesia harus bersaing dengan tim dari Grup A dan B untuk ke semifinal lewat runner-up terbaik. Pada bagian itu, Ivar Jenner dan kawan-kawan kalah dalam aspek jumlah gol dari Malaysia.
Kegagalan Timnas Indonesia di SEA Games 2025 ini terasa menyakitkan. Sebab, Indonesia sejatinya punya kemewahan yang bisa jadi modal apik untuk mempertahankan medali emas. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
1. Skuad Penuh Pemain Berpengalaman

Indra Sjafri dibekali banyak pemain dengan jam terbang tinggi pada level senior di SEA Games 2025. Ivar Jenner, Rafael Struick, Hokky Caraka, dan Mauro Zijlstra sudah bermain untuk Timnas Indonesia level senior.
Lalu, ada juga nama-nama yang pernah jadi andalan Shin Tae-yong saat berlaga di Piala AFF 2025 lalu. Dony Tri, Muhammad Ferarri, Kadek Arel, dan Rivaldo Pakpahan adalah bagian dari skuad kala itu.
Nilai pasar skuad Indonesia juga menyentuh Rp55,19 miliar. Hanya Vietnam yang punya nilai pasar lebih tinggi yakni Rp69,53 miliar.
2. Kekuatan Pemain Diaspora

SEA Games 2025 bukan agenda resmi FIFA dan ajang untuk kelompok usia. Faktor tersebut membuat skuad Indonesia terasa mewah karena bisa diperkuat banyak pemain diaspora atau yang kini bermain di luar negeri.
Ivar Jenner (Utrecht), Dion Markx (TOP Oss), dan Mauro Zijlstra (Volendam) jadi kemewahan bagi Indonesia. Sebab, klub-klub bersedia melepas mereka untuk ajang yang bukan merupakan agenda resmi FIFA.
3. Jajaran Pelatih dengan Nama Besar

Bukan hanya pemain, Indonesia juga punya komposisi pelatih yang mewah. Indra Sjafri adalah nama besar di sepak bola Indonesia, bahkan mungkin ASEAN. Dia punya prestasi yang mentereng di sepak bola ASEAN.
Indra Sjafri pernah memberikan gelar untuk Indonesia pada beberapa turnamen level usia, baik Piala AFF maupun SEA Games. Indra Sjafri juga dibantu para asisten dengan nama besar seperti Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, Zulkifli Syukur, hingga Sahari Gultom.
Baca Ini Juga:
- Timnas Indonesia Gagal Lolos Semifinal Sepak Bola SEA Games 2025
- Hasil Timnas Indonesia U-22 vs Myanmar: Menang Dramatis, Garuda Muda Tetap Harus Angkat Koper dari SEA Games 2025
- Anindya Bakrie Dampingi Langsung Aksi Atlet Renang Indonesia di SEA Games 2025, Semangat Penting dari Pinggir Kolam
- Hasil Timnas Indonesia U-22 vs Myanmar di Babak Pertama: Kebobolan Lebih Dulu, Garuda Muda Mampu Samakan Skor
- Update Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2025 Thailand
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Indra Sjafri Minta Maaf Usai Timnas Indonesia U-22 Angkat Koper dari SEA Games 2025
Tim Nasional 12 Desember 2025, 23:09
-
Bedah Statistik Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025: 3 Gol dari 36 Shots
Tim Nasional 12 Desember 2025, 22:08
LATEST UPDATE
-
Jadwal Terbaru MotoGP 2026 Usai GP Qatar Ditunda Akibat Konflik Timur Tengah
Otomotif 15 Maret 2026, 16:55
-
Head to Head Liverpool vs Tottenham: Dominasi The Reds Bakal Berlanjut?
Liga Inggris 15 Maret 2026, 16:53
-
Tempat Menonton Borneo vs Persib: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Bola Indonesia 15 Maret 2026, 16:46
-
Chelsea Kalah dari Newcastle, Liam Rosenior Akui Satu Kesalahan Taktik Ini
Liga Inggris 15 Maret 2026, 16:01
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 15 Maret 2026, 15:55
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
























KOMENTAR