
Bola.net - Timnas Indonesia tumbang di pertandingan uji coba kedua melawan Timnas Libya. Dari kekalahan ini ada sejumlah hal yang bisa dipetik dari laga ini.
Kemarin malam, Timnas Indonesia berhadapan dengan timnas Libya di pertandingan uji coba. Ini merupakan uji coba kedua setelah tiga hari yang lalu kedua tim saling berhadapan di Antalya, Turki.
Kalah 4-0 di laga pertama, anak asuh Shin Tae-yong mencoba bangkit di laga ini. Namun apa daya, Skuat Garuda kembali tumbang dengan skor 2-1 di laga ini.
Dari kekalahan ini ada beberapa hal yang bisa dipetik sebagai pelajaran bagi Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2023 nanti. Apa saja itu?
Simak selengkapnya di bawah ini.
Progress Bagus

Pelajaran pertama dari pertandingan kedua melawan Libya ini adalah Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Permainan skuat Garuda tergolong stabil sejak awal pertandingan. Timnas Indonesia juga mampu mendominasi penguasaan bola di laga ini.
Stamina para pemain Indonesia tidak kedodoran seperti di pertandingan pertama. Selain itu permainan Marselino Ferdinan dkk juga lebih cair di laga ini. Jadi secara garis besar ada peningkatan performa yang signifikan di laga ini.
Kurang-kurangi Blunder

Satu catatan yang perlu diperbaiki Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia dari laga ini adalah mereka wajib mengurangi blunder.
Seperti yang kami tulis sebelumnya, Timnas Indonesia bermain dengan apik di laga ini. Bahkan Timnas Indonesia mampu unggul duluan di laga ini.
Namun sayang gawang Ernando bobol dua kali di laga ini karena kesalahan para pemain Timnas sendiri. Semoga saja jatah blunder Timnas sudah habis di laga ini, karena di turnamen Piala Asia nanti haram hukumnya untuk membuat blunder jika Timnas mau melaju ke babak 16 besar.
Penyelesaian Akhir Perlu Diasah

PR lama yang nampaknya masih perlu dibenahi Shin Tae-yong dari skuat Garuda lagi lagi adalah masalah penyelesaian akhir.
Di laga ini, permainan Timnas cukup apik dan mengalir. Jika dibandingkan dengan pertandingan pertama, Timnas Indonesia membuat lebih banyak peluang apik di laga ini.
Namun sayang beberapa peluang emas yang dibuat Indonesia ini gagal menjadi gol karena penyelesaian akhir yang kurang baik. Shin Tae-yong harus memastikan Timnas tidak buang-buang peluang di Piala Asia nanti karena lawan yang dihadapi nanti jauh lebih berat daripada Libya, sehingga Skuat Garuda harus efisien setiap kali membuat peluang.
Jangan Sudutkan Marselino

Di laga ini, nama Marselino Ferdinan kembali jadi sorotan. Pasalnya sang wonderkid yang diharapkan jadi pembeda justru tampil di bawah standard.
Namun Bolaneters tidak boleh mengadili atau memojokkan sang pemuda berlebihan. Karena kita harus ingat bahwa Marselino sempat absen cukup lama akibat ia mengalami cedera.
Belum lagi ia minim jam bermain di KMSK Deinze, sehingga ia tidak memiliki match fitness yang bagus. Meski begitu Marselino harus lebih bekerja keras untuk mengembalikan performa terbaiknya karena Piala Asia sudah di depan mata.
Tiga Bek Lebih Cair

Pelajaran terakhir dari pertandingan melawan Libya ini adalah Shin Tae-yong nampaknya lebih baik memakemkan skema tiga bek.
Di pertandingan pertama, pelatih asal Korea itu sempat mencoba skema empat bek. Namun nampaknya skema ini tidak berjalan dengan baik.
Sementara skema tiga bek Shin Tae-yong terbukti lebih tokcer. Permainan Timnas Indonesia jadi lebih cair, karena skema ini sudah biasa mereka gunakan sebelumnya.
Selain itu menarik ditunggu bagaimana eksperimen STY yang menjadikan Justin Hubner gelandang. Karena di laga kemarin, performa Hubner di laga itu tergolong cukup apik sebagai gelandang.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rival Watch: Timnas Irak Kalah Tipis dari Korea Selatan
Tim Nasional 6 Januari 2024, 22:14
-
Turunkan Pemain Muda Lawan Libya, Keberanian Shin Tae-yong Dapat Acungan Jempol
Tim Nasional 6 Januari 2024, 20:40
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR